Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Farizki Alam; Salsabella Vanisa Putri; Grace Oktavia; Anggita Yuniar; Anida Ayu Aminati

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

  This research focuses on the values ​​of the existence of the sekaten tradition in the perspective of customary law and Islamic law, as stated in article 18B paragraph 2 which states that "The state recognizes and respects customary law community units and their traditional rights as long as they are still alive and in accordance with with the development of society and the principles of the Unitary State of the Republic of Indonesia." and also article 28 paragraph 3 which emphasizes that the cultural identity and rights of traditional communities must be respected along with developments over time. The method used in this research is Library Research, which means dissecting the value of the existence of the sekaten tradition and the formation of customary law and Islamic law. Customary law and Islamic law have become part of the positive legal system in Indonesia. In the formation of positive law in Indonesia, both customary law and Islamic law were recognized and integrated into the national legal framework. Islamic law encourages Muslims to create a just and harmonious society where individual interests do not outweigh social interests. These ideas are consistent with traditional beliefs that highlight the importance of community, solidarity, and mutual aid in society. However, it is important to realize that how Islamic law is interpreted and implemented varies across societies and countries.

Novika Lestari

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Yogyakarta is one of the provinces in indonesia that has many culture, among them is sekaten tradition. Sekaten is a culture to commemorate the birth of prophet Muhammad SAW by Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. The activities include playing gamelan in Masjid Gede from 5 to 12 Rabiul Awal and closing by grebeg, parade of gunungan to be shared to society. Implementation sekaten in physics learning is a challenge for physics teacher in globalization era. This article aims to integrate physics curriculum in Indonesia and sekaten tradition. This reseach used qualitative method. The impacts are physics teachers can improve skill to manage learning from local culture. Hence, this article discuss method to analysis competence from physics curriculum in Indonesia which integrated sekaten tradition. This result is expected to be guidelines physics teachers to teached physics based sekaten tradition. Futhermore, it can improve student knowledge and attention about local culture

Edipeni Pramusinto; Sri Mulyani Wahono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Upacara adat tradisional Sekaten merupakan salah satu bentuk peninggalan kebudayaan Jawa yang dapat dijadikan atraksi wisata budaya yang potensial dan diharapkan memberikan pengaruh yang besar bagi pengembangan & pembangunan Kepariwisataan Daerah bahkan Nasional. Implikasi tersebut dapat kita lihat pada penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan pengembangan di Kodya Surakarta di samping itu juga untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam upacara adat tradisional Sekaten serta letak nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan. Keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan perkembangan kepariwisataan di Kodya Surakarta terlihat pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan lebih mengarah pada bentuk-bentuk atraksi pariwisata yang ternyata mampu mengundang banyak wisatawan untuk datang, tidak hanya wisatawan nusantara/domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara. Realita ini apabila dilestarikan dan dikembangkan secara kontinu akan berdampak positif terhadap pengembangan dan pembangunan kepariwisataan daerah bahkan nasional, karena dari penyelenggaraan upacara adat tradisional Sekatenakan muncul komponen-komponen kebutuhan wisatawan yang lain, seperti: akomodasi, makan, minum, transportasi dan jasa penunjang lainnya. Dalam kaitan ini suksesnya kegiatan Sekaten tergantung pada unsur yang terlibat, yakni :pemerintah, swasta dan masyarakat dan keterlibatan tersebut harus bersifat saling mendukung dan menguntungkan. Bermuara dari uraian tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa upacara-upacara adat tradisional yang hidup pada masyarakat kita, seperti halnya: Sekaten, dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan dan pembangunan kepariwisataan di tanah air.