Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 581

Analytics

Putri, Nurdiyanti; Farradika, Yoli

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: South Tangerang City has experienced an increase in the prevalence of diarrhea in children under five years old over the past three years. In 2023, South Tangerang City prevalence of the incidence of diarrhea in under five years old 17,68%. Purpose: This study aims to determine the distribution of diarrhea incidence in children under five years old based on risk factors through a spatial analysis approach in South Tangerang City in 2023. Methods: This study employs a quantitative, descriptive approach with an ecological design. The study was conducted from November 1, 2024, to July 31, 2025. The population and sample of this study consist of all seven sub-districts in South Tangerang City in 2023, using a total sampling technique. The variables studied included diarrhea incidence in children under five years old, population density, safe sanitation access, supervised drinking water facilities according to standards, and vitamin A supplementation coverage. Secondary data was obtained from the Health Department and the Central Statistics Agency of South Tangerang City in 2023. Results: The study results showed that in 2023, Pamulang Subdistrict had the highest number of diarrhea incidences in children under five years old. The area is also known to have a very high population density, safe sanitation access that is still below the national target, the percentage of supervised drinking water facilities and vitamin A coverage that has reached the national target. Conclusion: Most subdistricts in South Tangerang City in 2023 have high and low rates of diarrhea in children under five years old, and safe sanitation access is still below the national target.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Gilberd Pattiruhu; Deasy Widyastomo; Sudiro Sudiro

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Based on the current existing conditions, Perumnas IV frequently experiences challenges in both the maintenance of its facilities and infrastructure and the perception of its residents. This study aims to: 1) Determine the morphology and typology of the Perumnas IV Padang Bulan area, 2) Determine the level of feasibility of the infrastructure based on SNI 03-1733-2004, and 3) Determine public perception of the infrastructure based on existing conditions and research analysis results. The research method used by the author in this study is a mixed method using an Explanatory Sequential Design approach and a comparative approach. The difference in feasibility percentages between SNI and public perceptions explains that residents have become accustomed to living with the existing facilities and infrastructure, so that the suitability between existing conditions and applicable technical requirements is not a problem in daily life.

Hanifah, Anissa Inas; Sekar , Kustianing; Dewantoro, Lucas; Salamah, Umi

MALFINA : Maritime Logistics and Financial Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

The Indonesian Navy (TNI AL) is an important component of the TNI, playing a vital role in safeguarding the nation's sovereignty in Indonesian waters and coasts. Human Resources (HR) are crucial for success in carrying out its duties. The quality of human resources is not limited to education and work experience, but also requires attention to other aspects, including welfare. Homeownership is a key indicator of the well-being of Indonesian Navy soldiers, significantly impacting the lives of Indonesian Navy soldiers and their families. However, Indonesian Navy soldiers often face financial difficulties, opting to purchase a home through a Home Ownership Loan (KPR) despite the high interest rates. Disciplined Savings (Tabplin) is a savings program run by the Indonesian Navy (TNI AL) whose funds can be utilized by Indonesian Navy soldiers to finance urgent needs, including home ownership. However, due to limited information, the utilization of these funds has not been optimal.

Anggie Pebriani; Dhiny Easter Yanti; Christin Angelina Febriani

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Personal hygiene practices during menstruation is important to maintaining the reproductive health of adolescent girls and preventing reproductive organ infections. Poor hygiene causes post-menstrual problems in 5.2 million adolescents in Indonesia, such as reproductive tract infections, urinary tract infections, pathological vaginal discharge, fungal infections, genital area irritation, and unpleasant odor. Factors influencing personal hygiene practices during menstruation include knowledge, perceptions, attitudes, and infrastructure. This study was aimed determine the relationship between knowledge, perceptions, attitudes, and infrastructure and personal hygiene practices during menstruation among female students at the Daarussa'adah Qur'an Tahfidzil Islamic Boarding School in Pesawaran in 2026. This study was quantitative with a cross-sectional approach. The population was all female students at the Daarussa'adah Qur'an Tahfidzil Islamic Boarding School in Pesawaran, and a sample of 74 respondents was selected using total sampling. Data analysis used the chi-square test with a significance level of 95%. The results of the study showed a relationship between knowledge (p-value = <0.001; OR = 279.000), perception (p-value = <0.001; OR = 620.000), attitude (p-value = <0.001; OR = 165.333), and infrastructure (p-value = <0.001; OR = 0.002) and personal hygiene behavior during menstruation. Suggested for the Islamic boarding schools include routinely improving reproductive health education regarding personal hygiene during menstruation and providing adequate infrastructure to support the development of good knowledge, perceptions, and attitudes, so that female students can optimally implement personal hygiene behaviors during menstruation.

Masrur; Dahlia Yusuf; Lilis Nurhotimah; Maulida Romadhon; Ruhaya mustafar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran tafsir Al-Qur'an menggunakan bahasa Bali sebagai media instruksional di Desa Pegayaman, Buleleng. Di tengah arus globalisasi yang mengancam eksistensi bahasa daerah, masyarakat Pegayaman menunjukkan resiliensi budaya melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Bali. Melalui studi kasus pada kegiatan pengabdian masyarakat di Masjid Safinatussalam pada 04 April 2026, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Ustadz Zihni Hasan mentransformasikan pemahaman Surah Al-Baqarah kepada jamaah remaja putri dan ibu-ibu melalui medium bahasa Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnopedagogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan strategi "pribumisasi" Islam yang memperkuat identitas "Nyama Selam"( penduduk islam yang telah lama menetap dan mengadopsi budaya bali dalam kehidupan sehari-hari). Penggunaan bahasa ibu terbukti efektif menurunkan hambatan kognitif dan emosional dalam memahami teks suci, sekaligus berfungsi sebagai sarana konservasi bahasa daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan agama Islam berbasis budaya sebagai model moderasi beragama di Indonesia.

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

Maria Nurwulan Yulliandari; sellina diah rifani; dwi fitri ukgraini

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya teologi kasih dan pengampunan dalam pendidikan Kristen, dengan fokus pada penerapannya dalam pembelajaran holistik. Teologi kasih dan pengampunan, yang merupakan inti ajaran Kristus, menawarkan dasar yang kuat untuk membentuk karakter dan nilai-nilai dalam pendidikan. Melalui pendekatan pastoral, artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai kasih dan pengampunan dapat membimbing proses pembelajaran yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga moral, spiritual, dan emosional siswa. Penulis juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, penuh empati, dan mendukung perkembangan holistik individu. Artikel ini berargumen bahwa penerapan teologi kasih dan pengampunan dapat memperkuat pendidikan Kristen sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang utuh dan berkarakter Kristus.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Maritza Khansa Fauzan; Haris Nursyah Arifin; Syarof Nursyah Ismail

Perundungan di sekolah menengah pertama sering kali tidak muncul sebagai agresi verbal yang terang-terangan, melainkan tersembunyi dalam candaan yang telah menjadi norma di kalangan remaja. Bentuk dominan yang ditemukan adalah ejekan yang melibatkan nama orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti alasan di balik penggunaan ejekan nama orang tua sebagai candaan dalam interaksi remaja, serta memaknainya sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bimbingan dan Konseling serta peserta didik, observasi langsung terhadap interaksi siswa di sekolah, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaku memandang ejekan nama orang tua sebagai humor dan sarana membangun kedekatan sosial, namun korban mengalami dampak psikologis yang serius, seperti rasa malu, sedih, takut, dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. Fenomena ini diperkuat oleh dinamika kelompok sebaya, agresi relasional, serta normalisasi bahasa yang dilegitimasi melalui respons lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa ejekan nama orang tua adalah manifestasi kekerasan simbolik yang dinormalisasi dalam budaya pergaulan remaja, namun kerap luput dari perhatian institusional, sehingga memerlukan perhatian mendalam dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Irkhamilatul Faizah; Naily El Muna; Ashlihah Ashlihah

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to understand the role of E-Commerce in building customer loyalty, explain the process of loyalty formation, and assess how customers perceive service quality in relation to loyalty, using the GoFood service in Jombang as a case study. The rapid growth of online food delivery services has intensified competition, making customer loyalty a critical factor for sustainability. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with 30 GoFood customers and several drivers in the Jombang area. The findings reveal that E-Commerce platforms significantly enhance loyalty through user-friendly application interfaces, supporting features (such as live tracking, history, and digital payments), and beneficial promotions. The loyalty formation process occurs gradually through consistent positive experiences, moving from customer satisfaction to trust, and ultimately to habitual use. Crucially, the quality of driver services—including politeness, effective communication, punctuality, and order accuracy—emerged as a key determinant of customer comfort and repeat orders. This study implies that for E-Commerce platforms to maintain a competitive edge, strategies must integrate digital convenience with consistently reliable human interactions. The research contributes empirical insights from a semi-urban Indonesian context, highlighting that customer loyalty is not merely transactional but is built on a combination of technological ease, economic value, and positive interpersonal service experiences.

Mau, Alfonsa Firmina; Rangga , Yoseph Darius Purnama; Lewar , Maria Viviana N.

Jurnal Projemen UNIPA 2026 Universitas Nusa Nipa Maumere

This  study  aims  to  determine  and  analyze  the  effect  of  service  quality  and  infrastructure  on  tourist  satisfaction  in  Mangrove  Watubaing..  The  background  of  this  study  is  based  on  fluctuations  in  the  number  of  visitors  to  Mangrove  Watubaing  tourism  and  the  gap  between  expectations  and  reality  felt  by  tourists  regarding  service  quality  and  tourism  facilities.  Service  quality  and  infrastructure  are  important  factors  in  creating  comfort  and  tourist  satisfaction  during  their  visit..  This  study  uses  a  quantitative  approach  with  causal  associative  research  type.  The  population  in  this  study  were  all  tourists  visiting  Mangrove  Watubaing.  The  sampling  technique  used  was  accidental  sampling  with  100  respondents.  Data  collection  techniques  were  carried  out  through  questionnaires,  interviews,  and  observations .  Data  analysis  techniques  used  are  descriptive  statistical  analysis,  validity  test,  reliability  test,  classic  assumption  test,  multiple  linear  regression  analysis,  t-test,  and  F-test  using  SPSS  program.  The  results  showed  that  service  quality  had  a  positive  and  significant  effect  on  tourist  satisfaction  with  a  significance  value  of  <  0.05  .  Infrastructure  also  has  a  positive  and  significant  effect  on  tourist  satisfaction  with  a  significance  value  of  <  0.05.  Simultaneously,  service  quality  and  infrastructure  have  a  significant  effect  on  tourist  satisfaction  with  an  F-count  value  >  F-table  and  a  significance  level  of  <  0.05  [cite:  uploaded:SKRIPSI  revisi  1.docx].  This  shows  that  the  better  the  quality  of  service  and  the  more  adequate  the  available  infrastructure, the level of tourist satisfaction will increase.

Elisabeth Yecilda Woga; Monica Innanda Chiaralazzo; Intansakti Pius X

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Advances in digital technology have transformed the paradigm of faith proclamation, requiring the Church to optimize social media as a relevant catechetical instrument. This study aims to examine how the use of the TikTok platform can be optimized as an effective means of creative catechesis in connecting complex faith teachings for people in the digital era. The research method used is descriptive qualitative with a literature study technique, where data is collected from various scientific literature, Church documents, and relevant library sources. The research findings indicate that TikTok is an effective digital space for catechesis because it is supported by attractive audio-visual features, interactive features such as stitches and comments that enable two-way dialogue, and an algorithmic system that expands the reach of proclamation. The strategy of catechesis through short videos has proven to be able to change the perception of faith teaching that has become rigid to a more personal spiritual experience that is easily understood by all levels of society, especially the younger generation. The implications of this study emphasize the need for the Church to consistently adapt to digital culture and increase content creativity to ensure the continuity of inclusive evangelization amidst the dynamics of modern developments.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Kartolo, Seraphine; Adriel, Nicholas; Paskah, Timotius Rievaldo; Armando, Luis; Sagiyono, Andhika Permana +2 more

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.

Asridianti Asridianti; Dewi Permata Sari; Septa Diana Nabella

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study examines the influence of technology utilization, records management, infrastructure, and training on employee performance at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Batam City. A quantitative approach with an associative design was employed to identify relationships between variables and measure their effects. The study involved 89 employees as respondents using a saturated sampling method to ensure all members of the population were included. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression along with F-test and t-test to assess both simultaneous and partial effects. The findings reveal that all independent variables simultaneously have a significant impact on employee performance, while individually technology, records management, infrastructure, and training also demonstrate significant positive effects. These results indicate that the effective use of digital systems, well-organized archival practices, adequate and supportive facilities, and continuous training programs play a crucial role in enhancing employee performance and productivity, as well as improving efficiency, accuracy, and overall organizational effectiveness. The study suggests that organizations should strengthen technological implementation, improve document management systems, provide sufficient work facilities, and conduct sustainable training programs to achieve optimal and long-term organizational outcomes.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Rizky Dwi Utami; Ahmad Nafhani; Agung Pratama

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The development of financial technology has led to the emergence of cryptocurrency as a decentralized digital instrument that enables fast and cross-border financial transactions. While this technology offers efficiency and flexibility in digital financial activities, it also creates opportunities for misuse in various forms of crime, including terrorist financing. This study aims to analyze the use of cryptocurrency as a means of financing terrorist activities in Indonesia, examine the existing legal framework governing terrorist financing, and identify the challenges faced in law enforcement. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case study approaches. The findings indicate that the use of cryptocurrency as a medium for terrorist financing still fulfills the elements of a criminal offense as regulated under Law Number 9 of 2013 concerning the Prevention and Eradication of Terrorism Financing. However, the characteristics of cryptocurrency, such as anonymity, decentralization, and cross-border transactions, create significant challenges in the processes of evidence gathering, transaction tracing, and identification of perpetrators. In addition, there is a regulatory gap between the recognition of crypto assets as economic commodities and the supervision of their potential misuse for terrorist financing. Therefore, stronger regulations are needed to explicitly integrate crypto assets into the terrorist financing prevention regime, along with improving the capacity of law enforcement agencies in blockchain transaction analysis and strengthening international cooperation to enhance the effectiveness of law enforcement in the digital economy era.