Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.

Andini Fitri Zaraswati; Pamungkas Handy Mulyawan; Alicia Putri Dhea; Fauzia Variansiana; Syifa Shafira

Jurnal Ilmu Kesehatan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

In the planning of removable partial dentures (RPD), design is a crucial factor that must be tailored to each patient’s clinical condition, while one of the main challenges in RPD design is anatomical variation in the oral cavity such as torus palatinus, which may affect retention, stability, and patient comfort. This report aims to discuss the design considerations of acrylic resin RPD in patients with torus palatinus, particularly in determining optimal design modifications. A 42-year-old female patient presented with complaints of difficulty chewing due to the loss of several teeth in both the maxilla and mandible. Intraoral examination revealed missing teeth 15, 11, and 25, with healthy mucosal and periodontal conditions, and a nodular torus palatinus measuring approximately 2.5 × 2 cm was identified along the midline of the palate. RPD design planning in this case requires an individualized approach, particularly in the selection of the major connector and base adaptation to avoid pressure on the torus area, and design modifications were implemented to improve load distribution and patient comfort. The use of a U-shaped major connector with relief over the torus area effectively avoids direct contact, thereby enhancing comfort, preventing mucosal irritation, and supporting masticatory function.

An Nisaa Rahmaniah; Pamungkas Handy Mulyawan

Jurnal Ilmu Kesehatan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pendahuluan: Kehilangan gigi dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu kehilangan gigi sebagian ataupun seluruhnya. Kehilangan gigi sebagian atau partial edentulous digambarkan sebagai suatu kondisi hilangnya satu atau beberapa gigi, namun tidak hilang secara keseluruhan. Dalam dunia kedokteran gigi salah satu cara untuk mengatasi masalah partial edentulous yaitu dengan melakukan perawatan pengantian gigi menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL). GTSL merupakan solusi prostetik yang paling umum dipilih karena terbuat dari berbagai jenis bahan, seperti resin akrilik, kerangka logam dan termoplastik. GTSL resin akrilik menjadi pilihan yang paling disukai, karena sifatnya yang ekonomis, mudah dibentuk dan ringan. Laporan kasus ini menjelaskan tatalaksana kasus edentulous partial dengan pembuatan GTSL resin akrilik. Laporan Kasus: Pasien laki-laki berusia 56 tahun datang dengan keluhan adanya beberapa gigi atas dan bawah yang. Pasien menyatakan bahwa kondisi ini membuat pasien menjadi tidak nyaman saat menguyah makanan. Dari seluruh hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa diagnosis kasus pasien yaitu Kennedy kelas I modifikasi I dan Applegate Kennedy kelas I modifikasi 1P dengan rencana perawatan yaitu pembuatan GTSL akrilik. Tatalaksana: Tatalaksana kasus partial edentulous dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) akrilik ini dilakukan atas persetujuan pasien dengan rencana perawatan yang telah dijelaskan sebelumnya saat kunjungan pertama. Kesimpulan: Tatalaksana partial edentulous dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) berbahan resin akrilik dalam kasus ini mampu mengembalikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan estetika pasien. Hasil pemeriksaan saat kontrol pasca penggunaan GTSL 1 minggu, diketahui bahwa gigi tiruan sangat nyaman selama digunakan dan tidak ditemukan adanya traumatik pada mukosa rongga mulut.

Dyah Ayu Cahyaningrum; Retnosari Retnosari

Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Partial Denture (GTSL) is an ideal option for patients with missing teeth, with various materials such as thermoplastic nylon (flexible denture), acrylic resin, and metal. Heat-cured acrylic resin and thermoplastic nylon are the two most commonly used materials for denture bases. Denture bases must have sufficient mechanical strength to withstand chewing forces. Acrylic resin, made from polymethyl methacrylate, has become the gold standard in prosthodontics due to its affordability, ease of fabrication, and satisfactory functional results. However, acrylic resin tends to be rigid, brittle, and may cause soft tissue irritation. As an alternative, thermoplastic nylon offers high physical strength, resistance to heat and chemicals, as well as plastic and flexible properties. However, thermoplastic nylon tends to absorb water, change color, and is difficult to repair. Thermoplastic nylon-based dentures provide comfort, aesthetics, and good marginal adaptation, with less soft tissue irritation compared to acrylic resin dentures. Although both materials have comparable characteristics in terms of retention, stability, and durability, flexible dentures are more attractive to patients who prioritize comfort and aesthetics.