SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Rahmah Arfiyah Ula; Fita Fitriatul Wahidah; Lilik Erviani; Merinda Nur Indahsari; Sitti Nur Ilmiah +1 more

Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The utilization of biopore infiltration holes has become one of the simple and effective innovations in environmental management and soil resource conservation, with great potential to support a healthy environment. This community service activity aims to enhance farmers' understanding of the use of biopore infiltration holes as an effort for soil and water conservation as well as sustainable organic waste management. The outreach was conducted on September 7, 2024, at the Kesambi Village Hall, Pucuk District, Lamongan Regency, targeting 12 members of the farmer group. The implementation method of the activity included preparation stages, conducting a pretest, delivering material along with interactive discussions, and concluding with a posttest as an evaluation of the participants' understanding improvement. The results of the activity indicate an increase in the average knowledge score of participants from 81.25 in the pretest to 97.92 in the posttest. This demonstrates that the socialization method applied was effective in enhancing farmers' understanding of the functions, production techniques, and benefits of biopores. This activity is expected to encourage the independent implementation of biopores by farmer groups, both at the household and agricultural levels, as part of environmentally friendly and sustainable land management practices.

Mela Ardeline; Revi Lasmita; Winda Yuliana Sari

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Car washes have become increasingly popular in some areas, but this growth has also had a negative impact on environmental quality, as untreated wash water is often discharged directly into car wash drainage systems without any prior treatment. This discharge of unfiltered wastewater can lead to high levels of COD (chemical oxygen demand) and surfactants in nearby water sources if carried out intensively. Much of the wastewater is often classified as waste. It is discharged by car wash operators into the drainage system and eventually into smaller waterways. In 2014, the Minister of the Environment highlighted the importance of managing cleaning waste due to its harmful effects on the environment and health. Based on the Pekanbaru Municipality's Regional Regulation No. 8 of 2003 on the payment of liquid waste treatment control permit, which stipulates that every industry must carry out waste treatment before discharging into the environment and each industry must also  pay a fee, this study will allow the design of absorption wells, which will be used to treat liquid waste from car washes, so that the wastewater absorbed into the ground is no longer a contaminated liquid waste. By treating the waste by the method of infiltration pits, it is hoped that the environment and the health of the residents around the laundry will be well preserved.

Weni Wilia; Dedy Antony

Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

The community that will be the target of the outreach activities are community members who are active in Islamic Education Institutions. The main activity is to educate students who aim to master the knowledge of the Quran and also teach Islamic morals in everyday life located in Penyengat Rendah Village, Telanai Pura District, Jambi City, Jambi Province. The activities that have been carried out are carrying out activities with the outreach method and followed by field practice and questions and answers regarding the material that has been given. The outreach material provided was about environmental and health aspects related to organic waste management activities and methods for making good and correct biopore infiltration holes that are environmentally friendly. The response from participants in this community service activity was seen to be positive and had a high enthusiasm to apply the knowledge that had been gained and were aware of the importance of environmental aspects that must be considered in waste management, especially organic waste. After this activity was carried out, it is hoped that the community can disseminate the information and knowledge that has been received to be applied to other communities.

Putri, Sherly Andita; Rozi, Ahmad Fatkhur; Setyabudi, Yanuar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Perkembangan permukiman di Kabupaten Buleleng, Bali, mempengaruhi kualitas air dan proses infiltrasi tanah. Dengan luas wilayah 1365,88 km² dan populasi 664 ribu jiwa, perubahan penggunaan lahan, khususnya pertumbuhan permukiman baru, menurunkan tingkat infiltrasi tanah sehingga dapat menimbulkan berkurangnya daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daerah resapan air di Kabupaten Buleleng dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan dengan menggunakan aplikasi ArcGis versi 10.2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menentukan lokasi persebaran resapan air di Kabupaten Buleleng dari proses skoring dan tumpang susun peta-peta tematik (overlay) dengan menggunakan lima parameter yang mempengaruhi resapan air suatu wilayah, yaitu jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, geology, dan penggunaan lahan. Dari Hasil pembobotan (skoring) tersebut diperoleh lima kelas kriteria kondisi resapan air yaitu kondisi mulai sangat kritis sebesar 43,241 kondisi buruk sebesar 37,241, kondisi agak buruk sebesar 31,241, kondisi baik sebesar 24,241, dan kondisi agak baik sebesar 15,24.  

Nurlaila Nurlaila; Mas’ud Mas’ud

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Tujuan penelitian ini untuk melihat collaborative governance terutama pada tahap pra bencana, dan sejauh mana kerjasama serta upaya-upaya yang telah dilakukan berbagai aktor untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bima. Penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif.  Subyek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data  terdiri  atas  observasi observation,  wawancara  dan  dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan manajemen prabencana di Kabupaten Bima di lakukan dengan pendekatan collaboraive governance melaui prinsip koordinasi, keterpaduan, kemitraan, dan pemberdayaan. Dengan keterlibatan seluruh element sebagai perwujudan yang demokratis partisipatif dalam upaya penanggulangan bencana. Dalam pendekatan ini Badan Penanggulangan Bencana bertindak sebagai leading sector berupaya untuk mengimplementasikan program-program yang ada dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah dengan kerjasama lintas sektoral. Dalam implementasinya BPBD bertindak sebagai koordinator, fasilitator, motivator, sekaligus pelaksana program-program. Melalui kolaborasi tersebut menghasilkan strategi penanggulangan bencana melaui perkuatan aturan dan kapasitas kelembagaan yang difokuskan untuk mencapai penguatan kerangka Hukum penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan peningkatan kapasitas serta akuntabilitas tata kelola penanggulangan bencana. Proses kerjasama ini juga telah mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) kedalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan seluruh SKPD. Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan hasil-hasil riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh Pemerintah, individu dan keluarga seperti pembangunan rumah aman Gempa, sumur resapan dan lainnya. Diharapkan dengan adanya beberapa riset terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Bima dapat menurunkan kerentanan daerah terhadap risiko multi bahaya.

Meyvia Puspita Dewi; Kartika Rinakit Adhe; Eka Cahya Maulidiyah; Nurhenti Dorlina Simatupang

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Banjir merupakan suatu peristiwa alam yang sering terjadi ketika musim penghujan. Di Mojokerto tepatnya di desa Tempuran terjadinya banjir diakibatkan oleh air sungai yang meluap dan kurangnya daerah resapan air di daerah Tempuran. Anak-anak merupakan korban yang paling rentan terkena dampak banjir ini akibat dari kurangnya edukasi tentang penyelamatan diri ketika bencana banjir tersebut terjadi. Maka edukasi sejak dini tentang mitigasi bencana banjir pada anak usia dini harus dikenalkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran siaga bencana sebagai upaya mengurangi resiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mendeskripsikan kemampuan berfikir logis mengenai mitigasi bencana banjir  pada media pop up book untuk anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Desain uji produk pada peneitian ini menggunakan one group pretest dan posttest. Subjek penelitian ini menggunakan 30 anak di TK Negeri Pembina II Sooko Mojokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner dan observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan N-Gain. Hasil penilaian dari para ahli memperoleh 88,24% dari ahli media sedangkan  dari ahli materi memperoleh skor sebesar 86,76%. Hasil efektifitas produk dari 30 anak sebesar 0,74  yaitu g ≥ 0,7 yang berarti nilai N-Gain yang diperoleh lebih besar sehingga media dinyatakan layak dan berpengaruh dalam memberikan pengetahuan mitgasi bencana banjir pada anak usia 5-6 tahun.

suseno, Dhony Priyo Suseno; Nicko Fadhil Muhammad; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Curug mendapatkan bantuan dana untuk melaksanakan program ODF. Program ODF (Open Defecation Free) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Membangun kesehatan keluarga mandiri bukan hanya melalui program fisik, tetapi kegiatan setelah program tersebut berakhir yang lebih diutamakan supaya berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya sanitasi sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam rumah tapak sederhana dan memberikan informasi tentang tata cara membuat sanitasi yang sesuai standar kesehatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah metode penyuluhan. Sanitasi yang sesuai standar kesehatan adalah jamban keluarga lengkap dengan konstruksi septictank dan resapannya yang berjarak 10-11 m dari air bersih. Penyuluhan sanitasi berstandar kesehatan membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak akan terhindar dari stunting, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia unggul sesuai dengan visi misi presiden terpilih periode 2019-2024. Untuk keberlanjutan jamban keluarga mandiri sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi pada saat pembuatan dan pemeliharaan.