SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 32

Analytics

ariyanti, lilik; Priscilla Rosita Putri Nurmasari; Almas Awanis

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2026 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gaya hidup remaja masa kini sangat erat kaitannya dengan penggunaan smartphone, di mana hampir seluruh remaja telah memiliki smartphone pribadi. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja. Kondisi ini berdampak pada status gizi yang tidak normal pada remaja, diantaranya kekurangan berat badan (underweight) maupun kelebihan berat badan (overweight). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel 242 remaja usia 15-18 tahun dan menggunaan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Smartphone Addiction Scale-Short Version yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai cut off point kuesioner untuk laki-laki >31 dinyatakan kecanduan smartphone sedangkan untuk perempuan >33 dinyatakan kecanduan smartphone, selain itu dilakukan pengukuran IMT berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data yang dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan uji alternatif Fisher Extract melalui SPSS versi 25. Hasil yang diperoleh yaitu p-value (0,014 < 0,05) yang menunjukan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT).

Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Rizka Yuliza Sabrina, Rizka Yuliza Sabrina

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Dysmenorrhea atau dismenore didefinisikan sebagai menstruasi yang menyakitkan serta keluhan ginekologi paling umum terjadi pada wanita usia muda yaitu usia remaja. Keluhan yang dirasakan yaitu nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Dismenore berpengaruh terhadap gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan dan somatisati yang dapat menghambat perkembangan pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan remaja putri. Jenis penelitian ini survei analitik observasional melalui pendekatan cross seictional stuidy. Populasi adalah seluruh siswi sebanyak 42 orang serta teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan sosial remaja putri dengan nilai p = 0,032, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan emosional remaja putri dengan nilai p = 0,014, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan kognitif remaja putri dengan nilai p = 0,047, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan moral remaja putri dengan nilai p = 0,029. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan remaja putri.

Dara Anissa Putri; Ida Nur Imamah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mortalitas dan morbiditas pada wanita merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius, terutama di negara berkembang dan memiliki iklim tropis layaknya Negara Indonesia. Personal hygiene dan sanitasi berada pada nomor 3 dan kesehatan reproduksi berada pada nomor 8 dalam 10 faktor resiko utama penyebab kesakitan kematian pada usia remaja. Remaja pada masa pubertas mengalami perubahan fisik yang ditandai dengan terjadinya menstruasi. Saat menstruasi jika personal hygiene buruk bisa mengakibatkan infeksi saluran reproduksi (ISR), infeksi saluran kemih (ISK), penyakit radang panggul (PRP), dan kemungkinan terburuknya bisa menyebabkan kanker serviks. Salah satu cara untuk menghindari masalah tersebut yaitu dengan melakukan praktik perilaku personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku personal hygiene pada remaja putri di SMP Negeri 4 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara non propability sampling dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 responden (63,3%) berperilaku baik, sedangkan responden yang berperilaku buruk berjumlah 28 responden (36,8). Temuan ini menunjukkan gambaran perilaku yang baik.

Yusuf, Nurlathifah N.; Siswari, Baiq Disnalia; Supiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari norma budaya hingga keterbatasan pengetahuan orang tua. Ketidakterbukaan dalam komunikasi keluarga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan empiris terbaru terkait pengaruh komunikasi orang tua–remaja terhadap keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap seksualitas, pengambilan keputusan, dan akses informasi remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif terhadap 14 artikel jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai dalam keluarga berkontribusi positif terhadap kemampuan reflektif remaja serta sikap dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang normatif dan satu arah cenderung memperkuat stigma dan membatasi kapasitas remaja dalam mengambil keputusan yang tepat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya intervensi berbasis keluarga yang memperkuat kapasitas komunikasi orang tua, dengan dukungan pendekatan digital yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja.

Nurrohmah, Faiza Intan; Wartoyo, Wartoyo; Sari, Ama Farida

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk kegiatan yang dilakukan ekstrakurikuler KIR SMK Negeri 1 Mojosongo yang dapat menguatkan kreativitas dan berpikir kritis pada anggota KIR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian ini menggunakan pendekatan studi analisis. Subjek penelitian ini adalah waka kesiswaan, pembina, dan anggota ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk kegiatan yang dilakukan di ekstrakurikuler KIR meliputi kegiatan penelitian dan perlombaan. Dalam tahapan kegiatan penelitian telah memuat kelima indikator penguatan berpikir kritis yaitu ketrampilan menganalisis pada kegiatan pengujian, ketrampilan mensintesis/menggabungkan pada kegiatan perolehan informasi dari jurnal, ketrampilan memecahkan masalah, ketrampilan menyimpulkan serta ketrampilan mengevalusi pada setiap tahapan penelitian. Selain itu kreativitas para anggota selalu diasah dengan kegiatan penemuan ide/tema penelitian yang akan dilakukan. Kata Kunci : Kreativitas, Berpikir Kritis, Kelompok Ilmiah Remaja ABSTRACT The purpose of this study was to determine the form of extracurricular activities carried out by SMK N 1 Mojosongo KIR which can strengthen creativity and critical thinking in KIR members. This research method was a qualitative descriptive method. The research strategy used was an analysis study. The subjects of this study were the vice principal of student affairs, the supervisor, and members of the extracurricular youth scientific group. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The validity test of the data used was by using source triangulation and method triangulation. The research data was analyzed using qualitative descriptive techniques with an interactive analysis model. The results of this study could be concluded that the forms of activities carried out in the KIR extracurricular were research and competition activities. In the research activity stage, there are 5 indicators of strengthening critical thinking such as analytical skills in testing activities, synthesis skills/combining information acquisition activities from journals, problem-solving skills, conclusion skills and evaluation skills for each stage of the research. In addition, the creativity of the members is always honed through activities to find ideas/themes for research to be carried out. Keywords : Creativity, Critical Thinking, Youth Scientific Group

Lesmina; Ginting, Amnita A.Y.; Friska Sri Handayani Ginting

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku merokok remaja adalah, pengetahuan, kepercayaan, paparan iklan rokok, ketersediaan rokok, peran orang tua, teman sebaya, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku merokok remaja berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok remaja di SMA Negeri 15 Medan Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan rancangan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling sebanyak 81 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan faktor pengetahuan dengan kategori baik (98,8%) dan kurang baik (1,2%), faktor kepercayaan kategori baik (97,5%) dan kurang baik (2,5%), faktor paparan iklan rokok kategori tidak terpapar (4,9%) dan terpapar (95,1%), faktor ketersediaan rokok kategori sulit (76,5%) dan kategori mudah (23,5%), faktor perang orang tua kategori berperan positif (96,3%) dan berperan negatif (3,7%), faktor teman sebaya kategori berperan positif (76,5%) dan berperan negatif (23,5%) faktor peran guru kategori berperan positif (88,9%) dan berperan negatif (11,1%). Hasil ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, kepercayaan, paparan iklan rokok, ketersediaan, peran orang tua, peran guru, dan peran teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku merokok pada remaja. Saran bagi responden agar menumbuhkan kemauan yang tinggi untuk berhenti merokok, mengurangi berkumpul dengan teman-teman yang perokok.  

Dita Putri Rahayu; Eska Dwi Prajayanti

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Remaja putri merupakan salah satu kelompok rentan terkena berbagai masalah kesehatan gizi salah satunya yaitu anemia. Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar sel darah merah atau Hemoglobin (Hb) dalah tubuh dibawah dari nilai standar rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia di SMP Negeri 2 Kartasura, mengingat anemia merupakan masalah kesehatan yang umum di kalangan remaja putri. Pengetahuan yang memadai tentang pencegahan anemia penting untuk mencegah kondisi ini, yang ditandai dengan rendahnya kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah. jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara non probability sampling dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. hasil penelitian didapatkan hasil 44 responden atau 72,1% memiliki pengetahuan baik, 10 responden atau 16,4% memiliki pengetahuan cukup dan 7 responden atau 11,5% memiliki pengetahuan kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 2 Kartasura memiliki pengetahuan yang baik mengenai cara mencegah anemia, meskipun masih ada sebagian kecil yang memerlukan peningkatan pemahaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya pencegahan anemia di kalangan remaja.

Limanan, David; Felicia Tanuhariono, Ardhita; Shafira Putri, Nawaika; Halomoan Darma, Timothy

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

: Hiperkolesterolemia adalah keadaan kadar kolesterol didalam darah melebihi 200mg/dL. Data RISKESDAS 2013 menunjukkan bahwa 35.9% penduduk Indonesia berusia ≥15 tahun mengalami hiperkolesterolemia. Tujuan kegiatan ini adalah memeriksa kadar kolesterol dan memberikan informasi mengenai hiperkolesterolemia. Kegiatan PKM diawali dengan koordinasi dengan mitra, dan saat pelaksanaan PKM dilakukan pengukuran kadar kolesterol dari darah kapiler serta konsultasi dengan tim kesehatan. Kegiatan PKM diikuti oleh 143 orang, yang terdiri dari 43 laki-laki (30%) dan 100 perempuan (70%). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63 peserta memiliki kadar kolesterol melebihi 200 mg/dL (44%), dengan laki-laki sebanyak 21 peserta (48.84%) dan perempuan 42 peserta (42%). Tingginya kadar kolsterol menunjukan bahwa asupan makanan pada remaja masih tinggi karbohidrat dan kolesterol. Sedentary lifestyle juga memicu penumpukan kolesterol dalam tubuh, dan dapat memicu penurunan kualitas hidup para remaja. Kadar kolesterol tinggi dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan obesitas. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

-, ro'isah; Laili, Nurul

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa remaja merupakan masa periode transisi yang rentan terhadap munculnya masalah kenakalan pada remaja. Memerlukan pemahaman keluarga yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja, mengingat masa transisi remaja adalah masa yang paling menentukan. Kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, dan guru untuk mengurangi kenakalan remaja dan remaja dapat mengembangkan dirinya secara optimal Tujuan Pengabdian masyarakat ini  adalah meningkatkan  pemahaman keluarga dalam penanganan kenakalan remaja sebagai upaya keikutsertaan keluarga untuk mengurangi kenakalan remaja.Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan keluarga, Sasaran aadalah keluarga (orang tua remaja ) .Metode menggunakan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dilanjutkan evaluasi, materi terdiri dari : Peran keluarga dan upaya penanganan kenakalan remaja melalui metode Transcultural Nursing Model .Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan orang tua sangat antusias ketika diberikan informasi tentang kenakalan remaja,jumlah yang hadir adalah 25 keluarga remaja , setelah dilakukan tanya jawab (post test )25 (83.3 %) orang tua mampu menjawab pengertian kenakalan remaja, faktor dan dampaknya bagi remaja dengan baik dan  benar. Para orang tua akan menjaga putra putrinya dengan mengingatkan dan memantau langsung pergaulan remaja di masyarakat karea faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi kenakalan remaja. Perlu ditingkatkan edukasi dampak kenakalan remaka serta pentingnya keterlibatan langsung orang tua mendampingi remaja dalam pergaulan sehari-hari.

Yudiana Sari; Sulastri; Homsatun Nafiah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Ibu rumah tangga di desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung memproduksi tapis dengan skala home industry untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga. Namun selama ini produksi tapis dengan skala tersebut memiliki kelemahan terutama dalam hal inovasi produk. Produk tapis yang dihasilkan hanya seputar selendang dan kain sarung saja. Hal ini berdampak pada jumlah penjualan karena tapis hanya digunakan dalam kegiatan formal saja seperti acara adat ataupun pernikahan. Hasil dari turunan produk tapis pun masih di dominasi kalangan dewasa; belum menjangkau kalangan remaja. Hal ini dikarenakan desain serta bentuk turunan tapis yang ada saat ini dinilai belum sesuai dengan perkembangan masyarakat sekarang. Maka dari itu perlu adanya inovasi untuk memperbarui produk yang sudah ada agar dapat lebih menarik perhatian konsumen dan memiliki perbedaan dengan produsen lainnya. Sehingga nantinya akan berdampak pada kenaikan jumlah pemakaian yang secara tidak langsung juga akan berpengaruh pada kenaikan jumlah penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsulatif terhadap mitra. Metode ini dilakukan dengan cara meminta pendapat mitra terkait pelatihan atau kegiatan yang berlangsung serta memberitahu atau meluruskan hal hal yang bersifat prinsip yang kiranya keliru atau menyimpang. Sedangkan untuk kegiatan yang bersifat praktek, peneltian ini menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu diskusi terkait permasalahan yang ada, pencarian alternative solusi dan pembuatan keputusan atas dasar kerjasama atau kesepakatan bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan potensi masyarakat desa dengan sasaran (mitra) masyarakat yang produktif secara ekonomi

Margareth, Ticha

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2023 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Penggunaan media sosial terlalu lama mengakibatkan penurunan sensitifitas seperti menurunnya tingkat simpati dan empati terhadap dunia nyata dan juga berdampak pada kualitas tidur. Ketidakmampuan remaja dalam manejemen waktu penggunaan media sosial dengan baik ketika berada di sekolah maupun di rumah, akan berdampak pada ketidakaturan pola istirahat dan tidur pada remaja. Kualitas tidur buruk berdampak pada daya ingat menurun, sulit berkonsenterasi, menyebabkan masalah kesehatan serius. Kualitas tidur baik dilihat dari kedalaman tidur seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk tertidur, frekuensi terbangun. Kualitas tidur yang baik dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, kesehatan, dan mengurangi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 2 Binjai tahun 2022. Penelitian ini menggunakan observational analitik dengan  pendekatan cross sectional  terhadap 79 remaja di SMK Negeri 2 Binjai. Adapun populasi 225 orang dimana sampel sebanyak 79 remaja diambil menggunakan teknik random sampling . Hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan media sosial pada katergori aktif sebanyak (77,2%)  dan kualitas tidur pada kategori buruk sebanyak (60,8%). Hasil uji chi square secara statistik  ditemukan nilai p = 0,001 (p < 0,05) artinya ada hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 2 Binjai.

mariyati; Arifianto; Menik; Nur, Dwi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja sering disebut masa terlabil, di mana seorang anak berusaha mencari jati dirinya. Posyandu remaja diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental remaja dan optimalisasi psychological first aid (PFA). Posyandu kesehatan jiwa remaja merupakan salah satu kegiatan berbasis kesehatan masyarakat khusus remaja, untuk memantau dan melibatkan mereka demi peningkatan kesehatan dan keterampilan hidup sehat secara berkesinambungan. Tujuan program kemitraan masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karangtaruna dalam melakukan pemantauan kesehatan jiwa khususnya remaja. Metode pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi tentang pelaksanaan sistem 5 meja posyandu kesehatan jiwa remaja. Kegiatan lima meja posyandu kesehatan jiwa antara lain meja satu: pendaftaran dan pemantauan kesehatan fisik, meja dua: pemantauan gejala, pemberian terapi psikofarmaka, vitamin, dan penambahan nutrisi, meja tiga: pengendalian gejala oleh perawat, meja empat: peningkatan ketrampilan perawatan diri, meja lima: peningkatan ketrampilan hidup sehari- hari dan produktivitas). Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahap: sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran sosialisasi adalah pengurus karangtaruna kelurahan tambakharjo yang diikuti oleh 7 orang, pelaksanaan posyandu melibatkan pengurus karangtaruna dan dihadiri oleh 18 remaja. Hasil pelaksanaan Posyandu deteksi kesehatan mental dengan SRQ sebelum Posyandu 9 mengalami gangguan mental emosional menjadi 4 remaja setelah posyandu. Selanjutnya dilaksanakan Pendidikan Kesehatan tentang kesehatan mental remaja dan praktik cara mengatasi stres.

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Firmawati Firmawati; Andi Akifa Sudirman; Maria Rinny Lilir

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Gadget merupakan sebuah alat elektronik yang memilki fungsi khusus dengan berbagai teknologi sehingga membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Penggunaan gadget dapat menimbulkan dampak negatif pada anak antara lain menjadi pribadi yang tertutup, kesehatan terganggu, gangguan tidur, suka menyendiri, dan ancaman ciberbullying. Kualitas tidur adalah ukuran dimana seseorang itu dapat kemudahan dalam memulai tidur dan mempertahankan tidur. Anak remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tujuan dari peneIitian ini untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Pada Anak Remaja di SMA Negeri 1 Tilamuta. Desain peneIitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratisfied  random sampling dengan jumlah sampel 91 orang. Tekanik analisis yaitu dengan uji Chi Square. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner. HasiI peneIitian dengan analisa data menggunakan uji chi square didapatkan nilai significancy 0.001. Berdasarkan nilai tersebut karena nilai p < 0.05 dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan gadget memiliki hubungan terhadap kualitas tidur pada anak usia remaja. di SMA Negeri 1 Tilamuta.    

Alysha Chamila Mile; Firmawati Firmawati; Rona Febriyona

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan media sosial (Tiktok) yang tidak terkontrol pada siswa dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan kecanduan media sosial (Tiktok) pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan 56 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran kontrol diri sedang 44,6% kontrol diri tinggi 30,4% kontrol diri rendah 25,0% dan gambaran kecanduan media sosial Tiktok sedang 28 responden 50,0% kecanduan media sosial Tiktok tinggi 30,4% kecanduan media sosial Tiktok rendah 19,6% dan hasil uji statistik didapatkan dengan nilai p value=0,000. Dapat disimpulkan bahwa kontrol diri pada remaja di SMPN 4 Tilamuta rata-rata mendapatkan kontrol diri sedang dilihat dari karakteristik usia 14-15 dengan kecanduan media sosial (Tiktok) sedang. Sehingga diharapkan remaja dapat mengikuti kegiatan sosial lain seperti kegiatan sekolah dan bakti sosial lainnya untuk meningkatkan kontrol diri remaja.    

Khalyza Qaedaniesa Wibowo; Moulia Putri Utami

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya keberadaan Korea Selatan wave yang lama sudah singgah di Indonesia. Korea Selatann Wave membawa budayanya juga dengan band-bandnya sala satunya adalah BTS. Tokopedia melihat adanya peluang dari boyband tersebut karena memang jumlah penggemamya yang banyak sekali dan di cap sebagai boyband nomor 1 di dunia. Ketenaran tersebut membuat banyak brand-brand besar tertarik untuk menaik kerjasama untuk menyukseskan penjualan dalam brandnya salah satunya ialah Tokopedia. Pengaruh brand ambassador BTS untuk minat beli remaja menjadi tujuan dari dibuatnya penelitian ini. Dengan menggunakan teori minat beli dari Kotler dan Keller, dengan konse pemasaran berupa brand ambassador dan juga kepercayaan maka penelitian in menghipotesiskan brand ambassador dengan minat beli remaja. Penelitian ini bersifata eksplanatif dengan metode survei. Data dirai melalui kuisioner Google Form kepada 60 respondens menggunakan teknik pengambilan sistematik random sampling. Hipotesis diuji dengan uji regresi linier. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa variabel brand ambassador berengaruh signifikan kepada minat beli remaja di Tokopedia sebesar 3,20%. Hasil persamaan regresi menunjukkan Y = 0.967 + 0,590X. Peningkatan minat beli, terdapat faktor seperti kepercayan terhadap brand ambassador, penawaran yang menarik, harga yang bersaing kekreatifan dalam promosi, dan power (pengaruh).

Suci Cahya Riyani; Sri Mintarsih; Sulastri Sulastri

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa terpenting yang terjadi pada masa remaja. Pengetahuan yang diperoleh remaja tentang menstruasi akan mempengaruhi persepsi remaja tentang menarche. Pada studi pendahuluan di dapatkan siswa yang belum menghadapi menarche sebanyak 20 orang. mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. penelitian menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian remaja putri Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kemasan Polokarto Sukoharjo dengan teknik sampel acak sederhana sejumlah 15 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan berupa korelasi pearson. tingkat pengetahuan tertinggi pada kategori baik sebanyak 10 (66,7%) dan kesiapan tertinggi pada kategori siap sebanyak 9 (60,0%). Ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche dengan nilai ? : 0,006 dan nilai r : 0,739 dengan maksud bahwa variabel pengetahuan siswa dengan variabel kesiapan siswa memiliki hubungan yang “kuat”. terdapat hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche.

Refi Lindawati

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Konsumsi tablet fe merupakan salah satu upaya untuk menurunkan kejadian anemia pada remaja. Indikator keberhasilan untuk program pencegahan dan penanggulangan kasus anemia yang terjadi  pada remaja putri adalah dengan mengkonsumsi atau meminum tablet Fe sehingga dapat menurunkan prevalensi angka anemia pada remaja putri. Menurut Riskesdas tahun 2019 prevalensi angka kejadian anemia mengalami peningkatan sebesar 27,1%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet fe di SMAN 3 Kota Serang. Metode : Jenis penelitian yaitu kuantitatif yang dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 902 siswi dan sampel 99 responden dengan n tekhnik Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu  analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian univariat didapatkan 76,8% responden tidak patuh, 80,8% memiliki pengetahuan sedang, 50,5% memiliki sikap positif, 52,5% menyatakan adanya dukungan sekolah. Hasil penelitian bivariat tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan sekolah dengan kepatuhan konsumsi tablet fe namun ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan konsumsi tablet fe. Simpulan : Sehingga dapat diambil kesimpulan adanya hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan konsumsi table fe dan tidak adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan sekolah denan kepatuhan konsumsi tablet fe.