Publication Search

72,183 articles from 649 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk menegaskan kembali ajaran Gereja menyangkut kewajiban bapa pengakuan untuk menjaga rahasia pengakuan. Pertama-tama diuraikan secara singkat bagaimana hal ini berkembang dalam sejarah, khususnya kanon 21 dari Konsili Lateran IV (1215) dan Kodeks 1917. Pengetahuan tentang sejarah penting karena membantu kita memahami bagaimana tema ini berkembang dan menjadi dasar hukum Kodeks 1983. Kemudian dibahas tentang ketentuan normatif kan. 889, § 1 yang berbicara tentang rahasia pengakuan dan kewajiban bapa pengakuan menjaga rahasia tersebut. Rahasia pengakuan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan unsur esensial dari sakramen  tobat dan merupakan bagian dari hukum ilahi. Bapa pengakuan yang terbukti melanggar kewajiban ini akan dikenai sanksi ekskomunikasi otomatis atau hukuman lain yang diputuskan oleh otoritas gereja yang berwenang. Tantangan memang tidak ringan dewasa ini, khususnya di tempat di mana imam dipaksa untuk membuka rahasia pengakuan dalam kasus-kasus tertentu. Pemaksaan seperti ini harus dilawan karena merupakan pelanggaran terhadap kebebasan gereja dan kebebasan beragama. Perlawanan seperti ini merupakan sebuah keharusan, bila perlu sampai menumpahkan darah sekalipun.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Yesus ditampilkan Injil Markus sebagai karakter yang misterius. Studi tentang kemisteriusan pribadi Yesus semakin menanjak belakangan ini sejak Wrede mengungkapkan teori tentang “Rahasia Mesianis”-nya. Analisis karakter Yesus secara naratif  dalam  artikel  ini  merupakan  salah  satu  upaya  terfokus  untuk  membantu mengungkit beberapa aspek dari “Rahasia” ini. Saya menggunakan metode analisis karakter yang dirancang oleh Malbon, yang berfokus pada performa karakter, dalam hal ini Yesus. Analisis ini menaruh perhatian pada apa yang karakter-karakter lain katakan kepada dan tentang Yesus; apa tanggapan Yesus; apa yang Yesus lakukan, serta apa karakter-karakter lain lakukan sebagai tanggapan atas kata dan tindakan Yesus. Pembahasan hanya dibatasi atas Mrk 4:35-8:30 karena dalam bagian inilah terjadi proses identifikasi  karakter  Yesus  yang  berpuncak  pada  pengakuan  Petrus  atas  Kemesiasan Yesus. Proses ini tampak terkait secara hakiki dengan tonggak peristiwa misi pertama Yesus ke seberang, yang notabene merupakan daerah orang non-Yahudi. Hasil dari studi ini menunjukkan karakter Yesus yang familiar, meneguhkan beberapa fakta yang sudah ada sebelumnya, sekaligus menyajikan aspek-aspek yang mungkin mengejutkan.