SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Deli Indah Lestari; Rizka Yunita; Nafolion Nur Rahmat

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) can attack the human immune system. HIV/AIDS patients experience symptoms both physically, psychologically, socially. This condition is related to the occurrence of self-concept of HIV/AIDS patients who have a negative view of themselves. HIV/AIDS patients have difficulty managing themselves because they lose hope so that it can affect their psychological well-being. The purpose of this study was to analyze the relationship between self-concept and psychological well-being in HIV/AIDS patients This research method uses correlational analytic with cross sectional approach. The population was 50 respondents and the research sample was 50 respondents HIV/AIDS patients at the Cahaya Prolink Institute, Probolinggo regency using total sampling. The research instrument used a Robson Self Concept Questionnaire to measure self-concept, Riff Psychological well Being to measure psychological well-being, both questionnaires have been tested for validity and reliability. Then analyzed using the Spearman Rank test. The results of this study showed that 26 respondents (52.0%) or the majority of HIV/AIDS patients had low self-concept, and 25 respondents (50.0%) of HIV/AIDS patients had low psychological well-being. Based on the results of the Spearman Rank statistical test, it can be said that there is a correlation between self-concept and psychological well-being, pvalue=0.001 with a significant level of 0.05 (p≤0.05). HIV/AIDS patients experience low self-concept problems such as feeling humiliated, worried, having no purpose in life. HIV/AIDS patients experience low psychological well-being such as feeling no future, down, frustrated, worried, disappointed. It can be concluded that there is a relationship between self-concept and psychological well-being in HIV/AIDS patients. It is hoped that HIV/AIDS patients have a good picture so that they can accept themselves, have hope to continue life.    

Lussy Putri Khadijah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stres dan kecemasan adalah masalah psikologis yang umum ditemukan di masyarakat. Terapi musik adalah metode pengobatan yang menggunakan musik sebagai alat untuk mengurangi stres dan kecemasan. Beberapa teori telah diajukan sebagai dasar penggunaan terapi musik, seperti teori Gestalt dan teori kognitif-behavioral, yang menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu meredakan kecemasan dan stres dengan memanipulasi persepsi individu terhadap lingkungan sekitarnya dan mengubah pola pikir individu melalui pengalaman mendengarkan musik yang menenangkan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan terapi musik efektif mengurangi stres dan kecemasan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Abdul Gofir pada tahun 2017-2021 menemukan bahwa terapi musik berhasil menurunkan tekanan darah pada pasien stroke. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitas terapi musik secara lebih empiris dan memperjelas mekanisme yang terlibat dalam pengurangan stres dan kecemasan yang dilakukan oleh terapi musik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya terapi musik sebagai alternatif pengobatan yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan serta perlunya lebih banyak penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang efektivitas dan mekanisme terapi musik.  

Akmalina Ziadati Sukmaningtyas; Dwi Handayani

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Di Indonesia kesehatan mental adalah hal yang baru untuk dibicarakan, sebanyak 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi, data ini ditunjukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, pemerintah, NGO dan LSM banyak membuat inovasi dan program terbaru untuk mengurangi masalh kesehatan mental, salah satunya dengan cara mmebuat program konsultasi online atau e-counselling. Ruang bercerita Hereyugo menajdi salahsatu program yang diciptakan oleh Ousean Global, program yang sudah berjalan selama enam bulan ini belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa efektifnya program ini berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dari layanan e-counselling Hereyugo pada program Ruang Bercerita. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Informan pada penelitian ini adalah klien yang pernah mengikuti program dan manajer produt development dengan teknik pengumpulan data wawancara online yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori dari Arron T. Beck. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas e-counselling sama dengan atau bahkan melebihi efektivitas konseling tatap muka dalam menangani masalah-masalah kesehatan mental. Simpulan dari penelitian ini adalah memperhatikan perubahan jangka panjang dalam kesejahteraan psikologis klien dan mengukur dampak jangka panjang dari intervensi e-counselling, dapat memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang manfaat jangka panjang dari layanan e-counselling.

Robingun Suyud El Syam; A. Adibudin Al-Halim

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

PT Djarum is a large cigarette company with a worldwide market share. It is interesting to study why one of Djarum 76's products can have a constant price under any circumstances. Through qualitative research with a phenomenological approach, the research shows: that the Djarum company is the producer of Djarum 76, it can achieve success because it is always consistent in its business so that it can lead its owner to become the richest person in Indonesia. Humans must cultivate the quality of their faith and piety consistently, then their life will be constant. God's help will come in a reciprocal relationship with the needs of a servant. Research implications, narrative experiences bring thought and faith to be consistent in life in various circumstances. Research is expected to contribute to the science of the psychology of Sufism    

Sulistiyawaty Putri a. Umar; Firmawati Firmawati; Ani Retni

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Hampir 1% penduduk didunia menderita skizofrenia selama hidup mereka. Dampak dari skizofrenia dapat mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas. Selain itu dampak yang muncul adalah Personal Hygiene yang Menurun pada pasien skizofrenia. Hal terjadi akibat ada perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk aktivitas perawatan diri menjadi menurun yang akan mempengaruhi kemandirian perawatan diri pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 57 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden dengan Komunikasi terapeutiknya baik yaitu berjumlah 36 responden (63,2%) dan komunikasi terapeutik Kurang berjumlah 21 responden (36,8%), Personal Hygiene baik berjumlah 12 responden (21,1%). cukup 21 responden (36,8%) dan Kurang 24 responden (41,1%%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,000(<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Sehingga dalam melakukan perawatan pada pasien skizofrenia dibutuhkan tingkat komunikasi terapeutik yang baik agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan pasien serta dapat memberikan pengaruh dan sugesti yang membuat keadaan pasien menjadi lebih baik dari segi psikologis  

Rendiansyah Taha; Firmawati Firmawati; Harismayanti Harismayanti

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pasien yang menjalani Hemodialisa mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalah psikologi yang timbul yakni kecemasan. Kecemasan yang timbul tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk pada kualitas hidup seseorang. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif dapat mengatasi kecemasan yakni terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Terapi Spiritual Murotal Al-Qur’an dan terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien Hemodialisa. Metode penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian Quasy Experimental dengan rancangan Pretest-Postest With  Two Group Design. Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 30 responden yaitu 15 kelompok murottal Al-Qur’an dan 15 kelompok Dzikir. Hasil penelitian didapatkan skor kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir dengan masing-masing nilai p-value = < 0,000. Terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir secara statistik sama-sama mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara terapi murottal Al-Qur’an dan Terapi Dzikir. Akan tetapi secara klinis terapi dzikir lebih efektif dibandingkan terapi murottal Al-Qur’an. Maka dapat di simpulkan terdapat efektivitas terapi spiritual murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini di harapkan dapat menjadikan sebagai salah satu referensi terapi non farmakologi kepada pasien kecemasan yang menjalani terapi Hemodialisa.    

Annisa Mauludiyah Usman; Andi Nur Aina Sudirman; Fadli Syamsuddin

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada masa lanjut usia secara bertahap seseorang mengalami kemunduran, baik kemunduran fisik, mental, dan sosial. Salah satu masalah proses penuaan adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin adalah pengeluaran urin yang tidak terkendali pada waktu yang tidak terkendali dan tanpa melihat frekuensi maupun jumlahnya yang menimbulkan gangguan kesehatan, sosial, psikologi serta dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inkontinensia urin dengan kualitas tidur lansia di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh mayoritas lansia berada pada kategori inkontinensia ringan dengan kualitas tidur baik sejumlah 26 responden atau (52%), sedangkan tidak terdapat lansia mengalami kualitas tidur buruk. Pada kategori inkontinensia sedang terdapat 22 orang lansia atau (44%) mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan tidak terdapat lansia mengalami kualitas tidur baik, kemudia pada kategori inkontinensia  berat dengan kualitas tidur buruk sejumlah 2 orang (4%). Hasil analisa statistic dengan metode chi square diperolah nilai p = (0.003) < = 0.05 yang berarti Ha diterima. Inkontinensia Urin berhubungan dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Lansia  dapat mencegah kejadian inkontinensia urin dengan berbagai aktivitas dari aktivitas ringan hingga olahraga ringan seperti senam kegel yang secara langsung berpengaruh terhadap kualitas tidurnya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan lansia menjadi lebih baik.    

Rosmalia Kamil

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Antenatal Caree (Pemeriksaan Kehamilan) merupakan caraa pentingg untuk mendukung dan memonitoring kesehatann pada ibuu hamill serta mendeteksi kehamilan normal, ibui hamil sebaiknyaa dianjurkann mengunjungii bidan serta dokterr sedinii mungkinn semenjakk iaa merasakan dirinya hamil untuk mendapatkann pelayanann Antenatall Caree. Pada masalah kasus psikologis ibu hamil yang beratt perluu doronganu dan dukungan darii orang terdekat dalami keluarga. Karenaa pengaruh faktor psikologis kepada kehamilann merupakan ketidakmampuani pengasuhan kehamilani dan mempunyaii potensi melakukan tindakani yang membahayakani terhadap kehamilan. Penelitian inii bertujuani untuk mengetahuii hubungan antara karakteristik dukungani suami dengani kunjungan Antenatal Caree padai ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022.Pada jenis penelitian inii menggunakan penelitian analitikk dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sedangkan populasi penelitiann ini adalahi  ibu hamil yang melakukani kunjungan Antental Caree di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes bulan Januari sampai Mei Tahun 2022 dengan sampel berjumlah 47 responden yang diambil secara random sampling. Pengumpulani data dilakukan dengan  menggunakani data primeri dani sekunder. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Sebagian besar mendapatkan dukungan instrumental 33 responden (70%), dukungan informasional 45 responden (96%), dukungan emosional 42 responden (89%), dukungan penilaian 43 responden (91%), sedangkan Hubungan dukungan instrumental dengan kunjungani Antenatal Care  pada ibu hamil sebagian besar responden 30 (63%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan instrumental dan sebagian kecil responden 4 (9%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan instrumental, Hubungan dukungan emosional dengan kunjungan Antenatal Caree pada ibu hamili sebagian besar responden 32 (68%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan emosional dan sebagian kecil responden 10 (21%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan emosional. Terdapat hubungan antara dukungan instrumental dan dukungan emosional dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagiani besar ibu hamili yang melakukani kunjungani Antental Care di Posyandu Desa Janegara mendapatkan dukungan dari suami baik dukungan instrumental dan dukungan emosional, dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan  referensii khususnya bagi tenaga kesehatan sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat yang berkaitan dengan kunjungan Antental Care.

Gustin U. Djaini

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara psikologi masalah yang paling sering dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisa adalah Resiliensi. Resiliensi merupakan faktor yang berperan penting bagi individu untuk dapat bertahan dalam mengatasi suatu permasalahan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan Resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional studi. Populasi dan sampel penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialsia sebanyak 32 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa Terdapat hubungan yang bermakna atau signifikan antara ada hubungan mekanisme koping dengan Resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Toto Kabila dengan nilai p value sebesar 0,017 (p value < α 0,05). Disarankan kepada perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien hemodialialisa dapat melakukan intervensi keperawatan yang dapat mekanisme koping dan resiliense

Sri Rahayu Hanafi; Harismayanti, Harismayanti; Ani Retni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Pendahuluan: Masalah seksual pada ibu hamil trimester III merupakan masalah yang sering dikeluhkan disebabkan mitos-mitos di masyarakat mengenai hubungan seksual saat hamil seperti dapat menyebabkan kontraksi setelah seks, keguguran, kelahiran prematur, bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup selama orgasme dan infeksi pada. Tujuan: Untuk mengetahui masalah seksual pada ibu hamil trimester III. Metode Penelitian: Rancangan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 13 orang. Hasil Penelitian: Dimana dari 13 responden hanya 7 yang melakukan hubungan seksual saat hamil trimester III, sedangkan 6 lainnya sudah tidak melakukan. Dari 7 responden yang melakukan hubungan seksual, bukan karena memiliki pengetahuan mengenai manfaat berhubungan seksual disaat hamil trimester III namun karena kewajiban sebagai istri. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada hubungan antara faktor psikologis dengan fungsi seksual serta pengetahuan ibu hamil trimester III sangatlah minim. Saran: untuk ibu hamil agar lebih terbuka akan masalah yang terjadi selama kehamilan, atau dapat bertanya informasi dari petugas kesehatan terkait dengan seksualitas selama masa kehamilan