Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 860

Analytics

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Bernadeta Cintya Dewi Lestari; Masna Alfiyatu Saadah; Annisa Lintang Sabawa Asri; Enjelika Ajeng Supadi

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kualitas pelayanan organisasi. Pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadipiro 4 Kota Surakarta, tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kompensasi, dan potensi stres kerja menjadi isu yang diduga memengaruhi kepuasan kerja pegawai. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction pegawai SPPG Kadipiro 4 Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan workload, kompensasi, dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (F = 42,971; sig. = 0,000). Secara parsial, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (sig. = 0,000), sedangkan workload (sig. = 0,783) dan stres kerja (sig. = 0,310) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,806 menunjukkan bahwa 80,6% variasi job satisfaction dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Riska Aulia; Caesya Nur Amarha; Syifa Aurelia

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Human rights are fundamental rights inherent to every individual from birth and are guaranteed under statutory laws and regulations. These rights are universal in nature, inherent to every person, and must be respected, protected, and fulfilled by the state as well as all elements of society. However, in practice, various conditions continue to trigger human rights violations committed by both individuals and state officials. This phenomenon indicates that the protection of human rights still faces numerous challenges in its implementation. This study aims to examine the relationship between law enforcement officers and civilians, determine the extent to which the actions of law enforcement officers can be categorized as human rights violations, and analyze the mechanisms of oversight and accountability in handling cases of human rights violations. This study employed a qualitative approach using a case study method to obtain an in-depth understanding of the phenomenon under investigation. The data were analyzed descriptively to illustrate the relationship between law enforcement officers and civilians within the context of human rights protection. The findings reveal that power asymmetry is one of the main factors contributing to the abuse of authority by law enforcement officers. This condition subsequently increases the potential for human rights violations and underscores the importance of effective oversight and accountability in ensuring that law enforcement officers perform their duties and exercise their authority in accordance with applicable legal provisions.

Haryanto; Auliya Alja, Dzakiyyah Azizah; Adzzariaat Zalza, Sysca; Munsir, Ana; Selviana, Murni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.

Haryanto; Buna, Nafila; Hafifah, Nurul; Arrahmah, Muftiha; Febrianti, Febi +1 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.

Prihartanto, Henry Dwi; Armin, Edmund Ucok; Apriliani, Trisna Ayu

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Wastewater Treatment Plant (WWTP) pada kawasan industri konvensional umumnya masih mengandalkan strategi pemeliharaan berbasis interval waktu yang tetap. Pendekatan tersebut berisiko menyebabkan penurunan performa pompa yang tidak teridentifikasi secara dini serta meningkatkan potensi pemborosan energi operasional. Penelitian ini mengembangkan Green Maintenance Framework berbasis machine learning untuk meningkatkan reliabilitas pompa sirkulasi pada sistem Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Analisis dilakukan menggunakan dataset telemetri multi-sensor yang mencakup parameter getaran, temperatur, tekanan, debit aliran, dan rotasi per menit (RPM). Proses rekayasa fitur diterapkan melalui pembentukan System Efficiency Index untuk meningkatkan sensitivitas model terhadap indikator degradasi kinerja pompa. Model prediktif dibangun menggunakan algoritma Random Forest Classifier dengan skema pembagian data 80:20 secara stratified. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model menghasilkan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 100%, dengan variabel Vibration dan Temperature menjadi parameter yang paling dominan dalam proses prediksi. Analisis operasional memperlihatkan bahwa degradasi pompa menyebabkan penurunan flow rate meskipun nilai rotasi per menit (RPM) mengalami peningkatan, sehingga memicu kenaikan konsumsi energi dan meningkatkan risiko gangguan pada proses biologis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Dari aspek ekonomi, kondisi tersebut menyebabkan pemborosan energi sebesar 5.623 kWh atau setara Rp6.271.236, - per bulan untuk setiap unit pompa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi energi serta implementasi green manufacturing di kawasan industri.

Maria Selviana Joni; Vincentia Ade Rizky; Umi Latifah

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Dengue fever remains a major global health challenge, particularly in tropical regions, due to the high transmission of Dengue virus by Aedes aegypti and the limited sustainability of current control strategies. Artocarpus odoratissimus, an endemic Bornean plant, contains diverse secondary metabolites with potential pharmacological activities; however, a systematic synthesis of its biomedical relevance to Dengue is still lacking. This study aimed to systematically evaluate the biomedical potential of A. odoratissimus in Dengue prevention and control through a systematic literature review. This study employed a systematic literature review method following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, Google Scholar, Garuda, SINTA, and other relevant scientific databases for publications from January 2016 to February 2026. A total of 303 records were identified, and after duplicate removal, title and abstract screening, and full-text eligibility assessment, 23 studies were included for narrative synthesis. The findings revealed that A. odoratissimus contains major bioactive compounds, including flavonoids, phenolics, arylbenzofurans, stilbenoids, and prenylated chalcones, which demonstrate antioxidant, anti-inflammatory, immunomodulatory, and potential antiviral activities based on in vitro and molecular docking studies. Fruit peel, seeds, and stem bark exhibited the strongest biological evidence, particularly in reducing oxidative stress, inhibiting inflammatory mediators, and potentially interacting with Dengue viral target proteins. Furthermore, several species within the Artocarpus genus showed larvicidal and ovicidal activities against Aedes aegypti, highlighting the potential development of A. odoratissimus as a plant-based biolarvicide candidate.

Maria Selviana Joni; Vincentia Ade Rizky; Umi Latifah

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Dengue fever remains a major global health challenge, particularly in tropical regions, due to the high transmission of Dengue virus by Aedes aegypti and the limited sustainability of current control strategies. Artocarpus odoratissimus, an endemic Bornean plant, contains diverse secondary metabolites with potential pharmacological activities; however, a systematic synthesis of its biomedical relevance to Dengue is still lacking. This study aimed to systematically evaluate the biomedical potential of A. odoratissimus in Dengue prevention and control through a systematic literature review. This study employed a systematic literature review method following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, Google Scholar, Garuda, SINTA, and other relevant scientific databases for publications from January 2016 to February 2026. A total of 303 records were identified, and after duplicate removal, title and abstract screening, and full-text eligibility assessment, 23 studies were included for narrative synthesis. The findings revealed that A. odoratissimus contains major bioactive compounds, including flavonoids, phenolics, arylbenzofurans, stilbenoids, and prenylated chalcones, which demonstrate antioxidant, anti-inflammatory, immunomodulatory, and potential antiviral activities based on in vitro and molecular docking studies. Fruit peel, seeds, and stem bark exhibited the strongest biological evidence, particularly in reducing oxidative stress, inhibiting inflammatory mediators, and potentially interacting with Dengue viral target proteins. Furthermore, several species within the Artocarpus genus showed larvicidal and ovicidal activities against Aedes aegypti, highlighting the potential development of A. odoratissimus as a plant-based biolarvicide candidate.

Novia Mungawanah; Febryan Alam Susatyo; Elen Anedya Frahma; Monica Belinda Oksavina; Sri Murni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hukum waris sering kali menjadi pemicu konflik dalam keluarga, terutama terkait pembagian harta peninggalan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai hak dan kewajiban para ahli waris guna mencegah terjadinya sengketa keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, dengan menggunakan metode penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam memahami permasalahan hukum waris yang sering muncul di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip dasar hukum waris, prosedur pembagian warisan, serta pentingnya penyelesaian masalah waris secara musyawarah dan sesuai ketentuan hukum. Penyuluhan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik keluarga terkait warisan.

Rafi Prasetya Senjaya; Ulul Hidayah

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

According to the Regulation of the Minister of ATR/BPN of the Republic of Indonesia No. 14 of 2022 concerning the Provision and Utilization of Green Open Space, an area must have at least 30% Green Open Space of its total area with details of 20% as Public Green Open Space and 10% as Private Green Open Space. The availability of Public Green Open Space in Pangkalpinang City is ± 1,486 ha or ± 14% of the total area, less than 6% of the applicable provisions. The purpose of writing this scientific article is to determine the potential distribution of Public Green Open Space in Pangkalpinang City as an effort to fulfill the availability of Green Open Space in the area. The variables or data used are open land by considering residential / non-residential areas, building density, distance from roads and distance from rivers, as well as land ownership or control status, content in the Spatial Plan, and Green Open Space typology. This study uses overlay analysis techniques to determine the distribution of potential Public Green Open Space in the Pangkalpinang Region. The results of the study indicate that there is still a distribution of potential land that can be developed into public green open space including green open space areas/zones in the form of road borders and other areas/zones in the form of areas that provide protection to the area below, spring borders, underpasses, beaches, and rivers. The distribution of potential public green open space can be used as a consideration in fulfilling the availability of public green open space in the Pangkalpinang area of ​​20% of its area. The fulfillment of Public Green Open Space can provide ecological and social functions for the surrounding environment.

Nasir Nasir; Sirajuddin Saleh; Nasaruddin H; Haerul Haerul; Henri Henri

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Local wisdom is an important part of a nation's cultural identity, but its existence is beginning to be marginalized in the midst of modernization. The Kajang Indigenous People in Bulukumba Regency, South Sulawesi, are one of the communities that still maintain their traditional values through a customary legal system called Pasang ri Kajang. This community service activity aims to introduce the potential of Kajang cultural tourism to students as an educational effort in instilling the values of local wisdom. The partners in this activity are the Kajang indigenous people and local traditional leaders, including Ammatoa as the traditional leader. The activity is carried out with a participatory and educational method based on direct experience, which involves students in observation, discussion, and reflection on local culture. The results of the activity showed an increase in student knowledge by 31% and a significant change in attitudes towards the preservation of local culture, where more than 80% of participants showed an appreciative attitude towards the values inherited by the Kajang community. This activity also received a positive response from the local community because of its approach that respects traditional values. In addition, this activity produces several outputs, such as cultural introduction modules, activity documentation, and draft service articles. This activity shows that student involvement in the introduction of local culture can be an effective strategy in building multicultural awareness and preserving the nation's cultural heritage.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Citra Azra Amalia; Rafif Gadi Maulana; Shelomita Azalia Widiyaningrum; Arie Sukanti Siagian; Baidhowi Baidhowi

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The legal profession plays a vital role in the judicial system to ensure the principle of equality before the law as well as fair and accountable legal proceedings. In accordance with Law No. 18 of 2003 on Advocates, an advocate is an autonomous, independent, and accountable legal professional who is granted immunity as stipulated in Articles 14, 15, and 16, which provide protection from civil and criminal claims when acting in good faith while performing their duties. However, in practice, the scope of this immunity often leads to differing interpretations, particularly regarding the parameters of “good faith” and the scope of “professional duties,” which can result in the criminalization of lawyers. This is evident in the case of Hendra Sianipar, where a lawyer’s actions in exercising legal authority were instead subject to criminal prosecution. This study aims to examine the limits of attorney immunity and explore the potential for criminalization of this profession using a normative legal approach combined with a legal utility analysis. The findings of this study indicate that attorney immunity is not absolute but is limited by good faith, compliance with the law, and professional ethics, thus requiring clearer and more balanced clarification of these limits.

Putri Festiyanti, Wilda; Pipit Miranti, Indira; Puji Lestari, Fina; Nur'aeni, Jihan

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani serta pelaku usaha di sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian, masih terdapat siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja untuk membantu keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang penting dalam mendukung sektor pariwisata dan komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan empon-empon sebagai komoditas lokal unggulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris peserta didik PKBM Desa Kotayasa melalui pelatihan simple present tense, simple past tense, dan pengenalan kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan terstruktur, diskusi, dan permainan edukatif berbasis gamifikasi. Kegiatan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana menggunakan simple present tense dan simple past tense, serta meningkatnya pemahaman kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi PKBM lainnya, khususnya pada wilayah berbasis pertanian dan pariwisata.

Mutiara Lestari; Aprillia Zara; Allisa Kirana; Syifa Miranda Amir

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

The transition from paper-based to Computer-Based Test (CBT) in the Academic Potential Test (TPA) for state university entrance selections has significantly transformed the educational assessment landscape. This conceptual study aims to evaluate the instruments of CBT-based TPA, focusing on validity, reliability, fairness, and technological infrastructure constraints. Employing a systematic literature review approach, this research synthesizes various foundational theories of educational measurement, specifically Item Response Theory (IRT) and Computerized Adaptive Testing (CAT), alongside contemporary empirical findings from the last five years. The findings indicate that while CBT offers enhanced administrative efficiency and rapid grading, the validity of the instruments is frequently challenged by item exposure and the diverse digital literacy levels of test-takers. Furthermore, infrastructural disparities among regions pose a significant threat to testing fairness. The implication of this study suggests the urgent need for a dynamic item bank generation system and the implementation of adaptive testing to mitigate cheating and ensure equitable assessment. Future educational policies must bridge the digital divide before uniformly mandating CBT. Ultimately, this review provides a comprehensive framework for test developers to refine CBT TPA instruments, ensuring they genuinely measure academic potential rather than technological proficiency.

Herni Purwantari

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Pumpkin seeds (Cucurbita spp.) are a byproduct of pumpkin that has great potential to be developed as a functional food ingredient due to their high nutritional content and bioactive compounds. This article aims to examine the valorization (utilization) of pumpkin seeds in various food products and their potential as a functional food. The method used was a narrative literature review through a search of the Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, and MDPI databases for the period 2016–2026. The results of the study indicate that pumpkin seeds have been applied in various food products such as cookies, crackers, bread, biscuits, cakes, muffins, and snack bars. The addition of pumpkin seeds generally increases the content of protein, fiber, unsaturated fatty acids, minerals, and bioactive compounds that contribute to antioxidant activity. However, increasing the proportion of pumpkin seeds also affects the physical and sensory characteristics of the product, such as darker color, decreased volume, and changes in texture due to reduced gluten content in the dough. Therefore, formulation optimization is needed to achieve a balance between increasing nutritional value and consumer acceptance. Overall, pumpkin seeds have the potential to be used as an ingredient in the development of functional foods.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Vincentia Ade Rizky; Maria Selviana Joni; Umi Latifah; Tri Astuti Sugiyatmi

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Dengue remains a major vector-borne disease worldwide, and the increasing resistance of Aedes aegypti to synthetic insecticides has encouraged the exploration of environmentally friendly botanical larvicides. This study aimed to systematically evaluate scientific evidence regarding the larvicidal potential of endemic Kalimantan plants against Aedes aegypti and to identify priority candidates for future research. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were performed across Scopus, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Web of Science, MDPI, Wiley Online Library, Garuda, SINTA, and Google Scholar for studies published between January 2016 and January 2026. A total of 925 records were identified, and after duplicate removal, screening, and eligibility assessment, 88 studies were included in the final synthesis. The results showed that botanical larvicides rich in alkaloids, flavonoids, terpenoids, phenolics, limonoids, and sulfur compounds demonstrated significant larvicidal activity against Aedes aegypti. However, no direct larvicidal studies were identified for endemic Kalimantan species, including Fibraurea tinctoria, Arcangelisia flava, Dacrydium beccarii, Agathis borneensis, and Scorodocarpus borneensis. These findings highlight substantial evidence gaps and indicate that Kalimantan biodiversity represents a promising source of novel larvicidal agents for sustainable dengue vector control.

Hilizza Awalina Zulfa; Ekawati Rini Wulansari; Luluk Hermawati; Nur Bebi Ulfah Irawati

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Abstract. Nutritional problems and low levels of healthy food literacy remain significant challenges in rural communities. The utilization of functional foods derived from locally available ingredients represents a strategic approach to improving community health quality. This community engagement program aimed to enhance the knowledge and skills of residents—particularly housewives and adolescents—through education and hands-on training in the production of banana–sappan wood yogurt as a nutrient-dense functional food alternative. The program was conducted on January 10, 2026, in Pabuaran Village, Serang Regency, using an educational and participatory approach. Activities included the delivery of educational materials on functional foods and the health benefits of probiotics, as well as a practical demonstration of yogurt preparation. Program evaluation was carried out through observation of participant engagement and interactive discussions. The results indicated that participants were able to successfully follow all stages of yogurt production and demonstrated high enthusiasm for the use of local ingredients as healthy food alternatives. The resulting product exhibited acceptable sensory characteristics and an appealing appearance. This activity contributed to improved nutritional literacy and food processing skills and demonstrated potential to support household-level food self-reliance.