Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Santoso, Lukman; Veliyanti, Reni

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

The implementation of the 2020 Pilkada in Gunungpati District as a whole has improved in terms of the quality of its implementation. This is the result of the cooperation of all competent parties at the sub-district and village levels. This study aims to analyze the collaboration of the Supervisory Committee for the Election of Governors and Deputy Governors in 2020, Gunungpati District and to understand in depth the flow of information using Social Network Analysis (SNA). The results showed that the overall density of the supervisory committee network was 0.53 or 53%, so the characteristics of the network of members of the Panwaslu Kec.Gunungpati network were in the high category. Panwaslu members with the initials DAP, RV, WPU and M are the most dominant members of the Panwaslu with values of Centrality, Closeness and Betweness Centrality in the network.  

Christine Diah Wahyuningsih

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Covid-19 tidak menghentikan langkah langkah warga Kota Semarang dalam memilih calon pemimpin mereka dimasa yang akan datang. Meskipun banyak ahli yang menyangsikan pelaksanaan pilkada, bahkan beberapa kajian sebelumnya diprediksi akan menimbulkan kegaduhan, dianggap tidak demokratis dan mengorbankan kesehatan, namun asumsi itu patah dengan melihat angka partisipasi dalam pilkada yang menigkat dibandingkan pilkada sebelumnya. Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2020 tentang Tahapan- Tahapan Pencoblosan dan Pemungutan Suara dengan Menerapkan Protokol Kesehatan pada Pilkada 2020 telah memberikan solusi menjawab banyak kekawatiran  akan  meluasnya  penyebaran  covid-19  ini.  Pertanyaan  mendasar dalam penelitian ini adalah bagaiamana tingkat partispasi warga dalam pilkada di tengah pandemic covid-19. Tujuannya untuk mengekplorasi tingkat partisipasi masyarakat dan factor yang mendukung atau menghambatnya. Hasilnya menakjubkan. Seacra nasional tingkat partisipasi mencapai 76,13 persen, Provinsi Jawa Tengah mencapai 74,34 dan Kota Semarang 68, 62 persen. Beberapa factor yang mempengaruhi tingkat partisipasi ini adalah kesadaran masyarakat yang semakin baik, penyelenggaraan pilkada yang menjamin aman dan jauh dari peneluranan, serta partispasi pemilih pemula yang muali bergerak untuk memajukan daerahnya.