Publication Search

73,099 articles from 691 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Kore Mega, Cindy; Adi Saingo, Yakobus

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Artikel ini bertujuan membahas tentang pentingnya model pengajaran dalam mencapai tujuan pendidikan melalui analisis terhadap model pengajaran yang digunakan oleh Yesus Kristus dengan pola perumpamaan. Model pengajaran merupakan konsep yang digunakan dalam merancang proses pembelajaran, dan memainkan peran kunci dalam membangun dan meningkatkan kemanusiaan. Penting bagi seorang guru untuk memilih metode pengajaran yang tepat guna mencapai tujuan pembelajaran yang rancangkan, termasuk menggunakan pola perumpamaan dalam mengajar seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus Kristus dalam pengajaran-Nya untuk menyampaikan kebenaran Firman bagi banyak orang. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang ketika dianalisis secara reduktif mengungkapkan hasil bahwa perumpamaan sebagai cerita pendek yang mengandung makna dalam dan digunakan oleh Yesus untuk menjelaskan prinsip-prinsip spiritual secara tidak langsung bagi pengikut-Nya. Pola perumpamaan juga dapat digunakan oleh guru Kristen ketika menjelaskan materi di dalam kelas. Pembahasan juga menganalisis tentang jenis-jenis perumpamaan yang digunakan oleh Yesus, dan relevansinya dalam pengajaran modern, selain itu model pengajaran dengan pola perumpamaan telah menjadi inspirasi bagi guru-guru Kristen dalam mengembangkan strategi pengajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.

Reggina, Frisca; Sitorus, Herowati; Prasetiawati; Lukas

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This paper is concerned with the exploration of women identified with Jesus as an intrinsic part of humanity and as co-workers with God. The life and existence of women in God are women working, loving and at the same time able to struggle within themselves and have the same compassion as men according to Luke 15:8-10. The research method is qualitative research. This qualitative research uses secondary sources, i.e. sources from recent journals, to look at the initiative of God and women in the book of Luke. The results show that women in God are heirs of God's nature, able to forgive, to persevere in all matters of life, to be loved and to love, and also as a metaphor for the salvation of humanity through the parable of the lost Dirham (coin).

Soleh Soleh

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research examines the use of *amtsal* (parables/analogies) in the Quran from an Arabic sociolinguistic perspective. The main focus of the research is to analyze the forms of amtsal, their sociolinguistic functions, and the influence of socio-cultural context in the selection of Quranic amtsal. The research method uses a qualitative approach with descriptive analysis through literature study of primary and secondary sources. The research results show that amtsal in the Quran has three main forms: *musharrahah* (explicit), *kaminah* (implicit), and *mursalah* (free). The sociolinguistic functions of amtsal include educational functions in facilitating understanding of abstract concepts, persuasive functions in influencing attitudes and behavior, and communicative functions in bridging divine messages with socio-cultural contexts. The selection of amtsal is heavily influenced by the socio-cultural context of Arab society, including traditions, social conditions, and psychological aspects. This research contributes to a deeper understanding of the Quran's communication methods and can serve as a reference in developing contemporary learning and da'wah methods.  

Soleh Soleh

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research examines the use of *amtsal* (parables/analogies) in the Quran from an Arabic sociolinguistic perspective. The main focus of the research is to analyze the forms of amtsal, their sociolinguistic functions, and the influence of socio-cultural context in the selection of Quranic amtsal. The research method uses a qualitative approach with descriptive analysis through literature study of primary and secondary sources. The research results show that amtsal in the Quran has three main forms: *musharrahah* (explicit), *kaminah* (implicit), and *mursalah* (free). The sociolinguistic functions of amtsal include educational functions in facilitating understanding of abstract concepts, persuasive functions in influencing attitudes and behavior, and communicative functions in bridging divine messages with socio-cultural contexts. The selection of amtsal is heavily influenced by the socio-cultural context of Arab society, including traditions, social conditions, and psychological aspects. This research contributes to a deeper understanding of the Quran's communication methods and can serve as a reference in developing contemporary learning and da'wah methods.  

Sofy Alawiyah; Muhammad Alfiansyah; Dedi Masri; Siti Asmaul Husna

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Amtsal Qur'an atau Perumpamaan dalam ayat-ayat Al-Qur'an merupakan metode yang dianugerahkan Allah kepada umat manusia dan juga sebagai bentuk keajaiban Al-Qur'an. Pemikiran amtsal al-Qur'an menurut Manna al-Qatthan dan Jalaluddin as-Suyuthi dalam pembagian jenis al-Qur'an yaitu. Manna al-Qatthan membagi Amtsal menjadi tiga bagian. yaitu Amtsal Musharrah, Kaminah dan Mursalah. sedangkan as-Suyuthi membagi amtsal menjadi dua bagian yaitu. Amtsal Musharrah dan Amtsal Kaminah

Nikmatus Sakdiah; Dedi Masri Email; Muhammad Alfiansyah; Shalsa Zahratul Husna Nst; Habib Abdul Wasik

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Pada penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana penerapan Amtsal Qur’an dalam Pendidikan  yang dimana dapat membangun karakter siswa dengan nilai-nilai islam. Penelitian pada tulisan ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode kajian Pustaka. Data-data pada penelitian ini bersumber dari buku, artiker, jurnal, dan kemudian akan di analisis dan di sajikan oleh penulis dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian pada jurnal ini menunjukkan bahwasannya  Amtsal Qur’an ini dapat menjadi penjelas dan menjadi perumpamaan untuk sesuatu hal yang belum ada penjelasannya atau menjelaskan sesuatu yang masih abstarak. Amtsal Qur’an ini sangat berpengaruh besar terhadap Pendidikan terutama Pendidikan islam yang dimana Amtsal Qur’an ini mempunyai banyak sekali nilai-nilai islam yang terkandung di dalamnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu di antaranya yaitu dalam membangun karakter siswa dengan nilai-nilai islam.  

Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi.  Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang  dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang  jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).