SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

46,314 articles from 420 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi mengembang dan menyusut secara signifikan akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan, pondasi bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Upaya stabilisasi kimia merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat teknis tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran semen dan magnesium carbonate (MgCO₃) dalam meningkatkan karakteristik fisik dan mekanis tanah ekspansif. Metodologi penelitian mencakup pengambilan sampel tanah ekspansif dari lapangan, pengujian sifat fisik serta pengujian mekanis meliputi uji pemadatan dan uji CBR. Variasi campuran semen sebesar 5% dan MgCO₃ sebesar 5-15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan semen dan MgCO₃ mampu menurunkan plastisita, meningkatkan kepadatan dan nilai CBR secara signifikan dibandingkan kondisi tanah asli. Variasi paling efektif diperoleh pada 5% semen dan 15% MgCO₃ dengan nilai CBR unsoaked sebesar 16,35% dan CBR soaked sebesar 7,13%. Hasil ini menunjukkan MgCO₃ berperan sebagai aktivator mineral yang mempercepat reaksi pozzolanik dan meningkatkan pembentukan matriks pengikat pada butiran tanah. Campuran semen dan MgCO₃ dapat menjadi alternatif bahan stabilisasi yang efektif untuk perbaikan tanah ekspansif.

Faizal Mahmud; Hendra Masvika; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Fahrudin Ahmad

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Stabilisasi tanah merupakan suatu langkah untuk meningkatkan sifat-sifat dan kekuatan pada tanah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menambah atau mencampur dengan material yang memiliki nilai daya dukung yang tinggi. Penelitian akan difokuskan pada daya dukung tanah dengan menambah atau mencampur pasir kasar menggunakan pengujian Atterberg Limits dan Proctor yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung tanah terhadap kepadatannya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Univesitas Semarang dengan cara membuat sampel dari hasil pemadatan standar, kemudian sampel diberikan penambahan pasir kasar dengan persentase penambahan sebesar 0%, 10%, 30%, dan 50% untuk mendapatkan nilai Atterberg Limits dan Proctor maksimum setelah dilakukan penambahan pasir kasar. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa pada tanah tersebut mengalami peningkatan daya dukung setelah dilakukan stabilisasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir kasardapat digunakan untuk bahan stabilisasi. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa proses stabilisasi tanah optimum berada pada campuran 50%, hal ini terjadi karena sifat dari pasir kasar yang befungsi sebagai bahan pengisi tetapi tidak memiliki sifat mengikat, sehingga ketika volume pasir kasar telah memenuhi rongga-rongga tanah dan memiliki sisa, maka sisa pasir kasar tersebut akan menumpuk dan memadat bersama tanah sehingga lebih menstabilkan ikatan tanah yang telah terbentuk.

Denis Tiyas Ayu Saputri; Fiarestu Wahyu Dewanti; Raihan Bryne Firdaus Al Machrus; Syahrizal Abdullah Razak; Dika Ayu Safitri

Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The construction implementation method is a very important part of the construction project to obtain the objectives of the project, the cost, quality and time. The technology aspect is very important in a construction project. Using the method of proper, practical, fast, and safe is very helpful in a construction project. Preloading and Prefabricated Vertical Drain (PVD) methods are intended to accelerate settlement and increase the bearing capacity of soft native soils by reducing pore water through PVD in the soil with the intention of reducing water content or air content in soil grains so as to accelerate long-term settlement. Preloading with PVD can reduce the material used for pre-loading, reduce embankment material, accelerate consolidation time, and increase embankment stability.

Siswanto, Agus Bambang; Usman Wijaya; Widawati , Enny

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan  nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.