Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Cici Farhana Ambarwanty Mohtar; Epsi Marwati; Delita Septining Tyas

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Tuberculosis is a lung infection caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Early detection is one of the ways to detect tuberculosis. The first detection of tuberculosis is with the Molecular Rapid Test, which is one of the technologies being developed using GeneXpert. Patients with positive Molecular Rapid Test results will be treated with rifampicin for 6 months, then further screening of Acid-Fast Bacilli microscopically will be carried out to determine whether the patient is still positive for pulmonary tuberculosis or not. The purpose of this study was to determine the relationship between acid-fast bacillus examination in tuberculosis patients with positive molecular rapid test results. This study will be conducted experimentally. The results of calculations using the Wilcoxon Test showed that there was a relationship between TCM examination results and BTA follow-up screening in TB patients after and before rifampicin treatment for 6 months.    

Tuti Anggarawati; Nanang K.A; Khairun Nisa; Alfatihah H.A.F; Andi Widianto +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Prevalensi   diabetes   tipe 2   terkait   usia   lansia   sampai   tahun   2030 mengalami peningkatan tajam karena diprediksi lebih dari 82 juta populasi lansia di negara berkembang menderita diebetes. Tipe 2 merupakan bentuk penyakit yang sering di lansia dan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan karena terjadi komplikasi kronis. Tanda dan gejala diabetes pada lansia sering kali tidak jelas  dan  diagnosa  biasanya  terlambat.  Gejala  diabetes  dapat  muncul  tidak spesifik  dan  tidak  pasti,  seperti  keletihan,  inkontinensia  urin,  atau  perubahan status mental seperti depresi, konfusi, dan apatis. Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. Peningkatan kadar gula darah pada lansia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu fungsi pankreas dan sekresi insulin yang berkurang, perubahan karena lansia sendiri  yang berkaitan dengan resistensi insulin akibatnya kurangnya massa otot dan perubahan vaskuler, aktifitas fisik yang  berkurang,  banyak  makan  dan  kegemukan,  stress,  sering  menggunakan obat-obatan, dan adanya faktor keturunan. Stres memicu  reaksi  biokimia  tubuh melalui  2  jalur,  yaitu  neural  dan neuroendokrin. Reaksi pertama respon stres  yaitu  sekresi  sistem  saraf  simpatis untuk  mengeluarkan  norepinefrin  yang menyebabkan    peningkatan    frekuensi jantung. Kondisi ini menyebabkan glukosa darah meningkat guna sumber energi untuk perfusi.  Peningkatan hormon  stres yang diproduksi dapat  menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Kondisi yang rileks dapat mengembalikan kotra-regulasi  hormon  stres  dan  memungkinkan  tubuh  untuk  menggunakan insulin lebih efektif. Seseorang  yang  terkena  diabetes  akan  memerlukan  pengobatan  yang terus-menerus untuk  mengontrol  kadar gula  darah  dan  mencegah  komplikasi. Tapi ada pengobatan lain yang bisa dilakukan sendiri untuk membantu mencegah penyakit ini bertambah buruk. Stres yang tinggi yang dialami penderita dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian, sehingga dibutuhkan kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri   dengan memanajemen stress yang dialami.    

Wiwi Rumaolat

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar. Penggunaan sarang semut untuk pengobatan masyarakat di papua sudah sejak lama dilakukan. Tujuan penilitian ini untuk uji kandungan bioaktif sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai antioksidan, dan mengetahui senyawa antioksidan yang berperan dalam  menghambat radikal bebas. Metode yang digunakan yaitu metode Spektrofotometer UV-vis. Hasil penelitian ini menunjukan komponen senyawa aktif yang yang terdapat dalam sarang semut yaitu saponin, tannin, dan flavanoid,dan pengujian nilai IC50  yaitu nilai IC50 vit C yang diperoleh sebesar 8,406 μg/mL, ini menunjukan bahwa antioksidan vit C merupakan antioksidan dengan aktivitas yang sangat kuat (< 10 μg/mL). Sedangkan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens) yang di ambil dari Desa Titawaai kab. maluku tengah memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 31,94 μg/mL, (< 50 μg/mL). Berdasarkan pengujian skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak sarang semut (Myrmecodia pendens) yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa komponen senyawa aktif yang terdapat pada sarang semut adalah saponin, flavonoid, dan tannin dan yang memiliki afektifitas sebagai antioksidan yaitu flavanoid.