Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Pangestu, Zaki Kinanti; Nur Qudus

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bendungan Cabean direncanakan untuk mendukung kebutuhan air irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir di wilayah hilir. Penelitian ini bertujuan menghitung debit banjir rencana pada Bendungan Cabean, Kabupaten Blora, sebagai dasar perencanaan infrastruktur pengendali banjir. Analisis dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum 14 tahun dari tiga stasiun hujan, yang diolah melalui analisis hujan rata-rata, penentuan distribusi frekuensi, serta uji kesesuaian menggunakan Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Distribusi Log Pearson Tipe III terpilih sebagai metode paling sesuai untuk menentukan hujan rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hujan rencana kemudian dikonversi menjadi curah hujan efektif dengan memperhitungkan koefisien limpasan DAS, dan dihitung debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu Q2 = 16.169  m³/s; Q5 =20.325 m³/s; Q10 =23.086 m³/s; Q25 =26.535 m³/s; Q50=29.106 m³/s; Q100 =31.666 m³/s.

Hartawan, I Putu; Nur Ahmadito, Ardy; Setyo Qhairaan, Laifhan; Zudan , Ahmad; Herlambang , Agil +1 more

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan strategi pengendalian banjir di kawasan Sungai Cikeruh, Sapan, Kabupaten Bandung, yang rawan banjir akibat luapan sungai dan perubahan tata guna lahan. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan maksimum tahunan (2001–2023) menunjukkan bahwa distribusi Gumbel paling sesuai untuk menentukan hujan rencana. Debit puncak banjir periode ulang 20 tahun diperoleh sebesar 150 m³/s menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (SCS) yang telah dikalibrasi. Simulasi hidraulika dengan HEC-RAS 2D membandingkan kondisi existing dengan dua alternatif: pembangunan tanggul dan normalisasi sungai. Hasil menunjukkan bahwa pembangunan tanggul efektif menghilangkan genangan, sementara normalisasi sungai meningkatkan kapasitas aliran dari 75 m³/s menjadi 136,67 m³/s, meskipun terdapat kebocoran pada drainase kecil. Evaluasi alternatif menggunakan metode Weighted Average berdasarkan tujuh kriteria, termasuk efektivitas, biaya, dan dampak sosial. Hasilnya, pembangunan tanggul dipilih sebagai solusi paling efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dalam perencanaan pengendalian banjir Sapan, dengan penekanan pada pentingnya pemeliharaan sistem secara berkelanjutan.  

Muh Rafi Alfaris; M. Nur, Dany Miftah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Flooding is a disaster that comes from nature directly, whether it is caused by the frequency of high rainfall or the capacity of rivers that are unable to stem the swift flow of water. Thus, appropriate measures (Mitigation) are needed to be able to cope with flood natural disasters. This research intends to conduct an in-depth field study related to flood disasters in Kudus Regency and its mitigation guidelines. Then the researcher evaluates whether the mitigation measures can have a significant impact on the decline of flood natural disasters in Kudus Regency. The research method in this study applies qualitative with a field study approach style. Based on the previous research, it was found that several measures have been taken to mitigate the occurrence of flood disasters. However, these steps have in fact not been able to overcome flooding in Kudus Regency. Based on the results of an in-depth analytical study by applying the theory of policy effectiveness by Joseph John Campbell, it was found that several flood disaster mitigation efforts carried out by the Kudus Regency Government were still ineffective because they had not been able to significantly reduce the incidence of flooding. Policy improvements and more assertive program implementation are needed so that the results are more optimal.

Martha A. Patoding; Irja Tobawan Simbiak; Monita Yessy Beatrick

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ketahanan kota (resilient city) adalah konsep yang erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang dibangun diatas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sebagai bentuk kapasitas individu, masyarakat, dan sistem dari sebuah kota untuk bisa bertahan, beradaptasi, serta mengurangi dampak, dan dapat tumbuh terhadap tekanan dan guncangan besar yang dihadapi. Guncangan yang dihadapi pada Kota Jayapura yaitu bencana banjir, dimana bencana banjir sendiri merupakan siklus tahunan. Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, dalam hal ini diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang dihadapi. Upaya dalam menurunkan risiko terhadap bencana banjir dengan menggunakan konsep ketahanan kota (resilient city). Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yang digunakan untuk penyimpulan pendapat mengenai aspek dan indikator yang berkaitan dalam ketahanan Kota Jayapura terhadap bencana banjir. Metode kedua yaitu analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria indeks ketahanan kota yang diperlukan untuk Kota Jayapura menjadi tangguh terhadap bencana banjir. Hasil yang di dapat adalah Aspek Kesehatan, Aspek Sosial Demografi, Aspek Infrastruktur, Aspek Budaya Masyarakat (kebiasaan) dan aspek strategi. Hasil dari analisis Delphi dan kualitatif juga mendapatkan konsep ketahanan kota berdasarkan pendapat partisipan (key informants). Ketahanan Kota sendiri yaitu bagaimana merencanakan aspek mitigasi dan adaptasi dengan strategi yang dibutuhkan ialah pengendalian pemanfaatan ruang dalam hal pembangunan, yang disesuaikan dengan fungsi penggunaan lahan menurut Perda No 1 Tahun 2014. Visi dan strategi kota dalam ketahanan menghadapi bencana banjir  adalah dengan menerapkan  mitigasi seperti tanggul, pintu air, sumur resapan, biopori dan mengembangkan ruang terbuka hijau. sebagai pengendalian banjir serta memperhitungkan kapasitas pasca bencana. Dengan belajar dari bencana-bencana terdahulu yang sudah pernah terjadi di Kota Jayapura dan mengatur strategi yang terstruktur, terencana dan terpadu untuk Kota Jayapura dalam menghadapi bencana banjir.