SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Jandu, Inosensius Harmin; Lorensius Santu; Yosef Kurniawan Ukar; Yostones Hardi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Farmers are grappling with drought challenges that jeopardize rice production. To address this, the government is promoting the use of water pumps and the construction of reservoirs. However, reservoir development comes with specific stipulations, such as the land used needing to be owned by the village or government. Climate change poses a significant challenge to Indonesia's agricultural sector. The pump irrigation program has emerged as a crucial solution for water scarcity in farmlands. This research was conducted in Belangturi Village, Ruteng District, Manggarai Regency, chosen purposively due to its status as a key rice paddy development area. The study took place from December 2023 to April 2024, employing simple random sampling. Data indicates there are 40 active rice paddy farmers in Belang Turi Village. An economic analysis forecasts substantial benefits from this program, including a 20-30% increase in rice production, an improved cropping index, crop diversification, and a 40-60% rise in farmer income. The financial analysis yields highly positive results: an NPV of IDR 450,000,000, an IRR of 18%, a Payback Period of 4.5 years, and a BCR of 1.75, all strongly indicating a highly feasible investment. From a social standpoint, pump irrigation is desperately needed and enthusiastically supported by the community. It's perceived as vital for overcoming critical water shortages, enhancing welfare, and improving access to education and healthcare. Therefore, implementing this pump irrigation system is highly recommended as a comprehensive solution for sustainable agricultural development in Belang Turi Village.

Son Haji; Faizal Mahmud; kukuh wisnuaji widiatmoko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Begitu pentingnya air bersih bagi kehidupan manusia, sehingga memungkinkan penyediaan menjadi terbatas apabila pemanfaatannya tidak diatur dengan baik, sehingga harus dibuat suatu jaringan perpipaan yang tertata baik untuk mendistribusikan air bersih secara merata agar dapat optimal pemanfaatannya. Pengembangan dan pengelolan sistem irigasi, yang merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan pengembangan sistem pengairan yang mempunyai peran sangat penting dan strategis. Berkaitan dengan pengembangan kebun alam regeneratif sekolah alam Ar ridho sebagai media belajar tentang pertanian, perkebunan dan peternakan yang sangat membutuhkan air bersih untuk pengairan, penyiraman tanaman dan penyediaan air minum ternak.Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat yaitu tingginya kadar kekeruahan, kegiatan peningkatan kualitas air bersih meliputi pengamanan dan penetapan kualitas fisik air  (bebas dari warna, bau, kekeruhan dan rasa), bebas dari bahan kimia berbahaya, bebas dari sinar radioaktif maupun bakteriologis (mikroorganisme patogen). Sistem transmisi merupakan sistem pengangkutan air dari bangunan pengambilan air baku ke area yang dituju sehingga menjadi penghubungan antara sistem pengumpulan dengan sistem distribusi EPANET yang secara luas melakukan periode simulasi dari hidrolika dan kualitas air dalam jaringan pipa bertekanan. EPANET juga dapat mensimulasikan konsentrasi zat kimia yang ditambahkan pada suatu jaringan, umur air dan pola outflow dari sumber air.

Nova Ria Sar; Romoldus W. Samiu; Randi Tangdialla

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This service aims to develop and monitor hydroponic plants in an effort to increase agricultural efficiency in Lembang Randan Batu. The hydroponic farming method was chosen as a solution to increase agricultural efficiency by utilizing water optimally and reducing land use. Apart from that, cleaning of rice field irrigation channels is carried out to reduce environmental pollution due to plastic waste. This research uses the method of selecting plants, creating a hydroponic system, planting and maintaining plants, collecting plastic waste, sorting and processing plastic waste. The research results show that hydroponic plants can grow well and provide satisfactory results, while cleaning rice field irrigation channels can reduce environmental pollution due to plastic waste. This service contributes to the development of sustainable agriculture and plastic waste management in Lembang Randan Batu.

Thomasonan Lutfie Prananto

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan terbagi menjadi dua Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Toba dan DAS Asahan. Luas DAS Toba mencapai 3.789,07 km2 atau 52,44% dari luas total WS Toba Asahan dan mempunyai 153 anak sungai dimana semuanya bermuara di Danau Toba. Sedangkan DAS Asahan terbagi menjadi tiga sub DAS, yaitu Sub DAS Asahan dengan Sungai Asahan sebagai sungai utarnanya dan rnempunyai 34 anak sungai, Sub DAS Silau dengan sungai utamanya adalah Sungai Silau dan mempunyai 38 anak sungai, serta Sub DAS Piasa dengan sungai Piasa sebagai sungai utama yang hanya mempunyai 1 anak sungai. Dengan potensi air permukaan yang melimpah, dapat dilakukan pengembangan pemanfaatan air untuk pembangkit tenaga listrik. Sebagai pelaksanaan master agreement antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang, tahun 1976 didirikanlah PT. INALUM (Indonesia Asahan Aluminium) yang merupakan badan usaha untuk membangun dan mengoperasikan Proyek Asahan. Bangunan sarana dan prasarana pengairan di DAS Asahan yang merupakan bagian dari pengembangan dan pengelolaan DAS Asahan adalah Bendungan Siruar, Bendungan Sigura-gura, dan Bendungan Tangga yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir. Ketiga bendungan tersebut dibangun melintang pada Sungai Asahan, dan dibangun antara tahun 1978-1983. Bendungan Siruar (regulating dam) terletak di Siruar, sekitar 14,5 km dari Danau Toba. Bendungan ini berfungsi mengatur kestabilan air yang keluar dari Danau Toba ke Sungai Asahan. Bendungan kedua terletak 9 km dari Bendungan Siruar, yaitu Bendungan Sigura-gura yang berfungsi untuk PLTA dengan kapasitas total 286 MW. Selanjutnya 4 km di sebelah hilir dari Bendungan Sigura-gura terdapat Bendungan Tangga. Bendungan tipe busur pertama di Indonesia ini berfungsi untuk PLTA dengan kapasitas total 223 MW. Pada tahun 2016, telah dilakukan Studi Morfologi Sungai Asahan Hulu oleh Perum Jasa Tirta I. Pada studi tersebut diperoleh kajian mendalam tentang laju erosi/sedimentasi, deposit dan material sedimen pada Sungai Asahan Hulu beserta anak-anak sungainya yang dapat mempengaruhi kapasitas tampung Sungai Asahan di Waduk Siruar. Dari hasil kajian tersebut, telah diperoleh program pengelolaan sumber daya air dalam jangka waktu lima tahun. Program tersebut telah direalisasikan dalam berbagai macam pekerjaan OP, mulai dari pembuatan dam penahan sedimen, pengerukan hingga konservasi penghijauan. Beberapa upaya tersebut telah merubah laju sedimentasi yang masuk ke Sungai Asahan meskipun perlu juga dikaji penambahan laju sedimentasi akibat pengaruh perubahan tata guna lahan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk hal tersebut di atas untuk program pengelolaan sumber daya air serta tolak ukur penanggulangan jangka pendek dan jangka panjang selanjutnya.

Revo Juhannda; Tri Lestari Hadiati; Suparno Suparno

Jurnal Media Administrasi 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Peran pemerintah dalam melaksanakan pelayanan seperti menyediakan pelayanan pendidikan, kesehatan, penerbitan surat izin, penerbitan E-KTP dan akta kelahiran pembangunan gedung, pembangunan jembatan, pengairan, dan sebagainya. Akibatnya, peran pemerintah memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat sehingga ia berkewajiban menyelenggarakan pelayanan publik semaksimal mungkin. Peningkatan pelayanan publik berkaitan erat dengan konsep desentralisasi. Desentralisiasi melalui pembentukan otonomi daerah di Indonesia menjadi isu yang sangat menarik untuk dibahas, terutama mengenai peningkatan pelayanan publik mengingat desentralisasi memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui perbaikan pelayanan publik. Terkait desentralisasi, Pemerintah Kota Semarang bersama perangkat daerahnya pun memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri secara luas dan bertanggung jawab dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya melalui pelayanan publik. Penyelenggaraan pelayanan bidang administrasi di Kota Semarang salah satunya dimana Wali Kota Semarang melimpahkan kewenangan ini kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang dan salah satu pelayanan yang diselenggarakan adalah akta kelahiran. Akta kelahiran adalah bentuk identitas seseorang.