Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Jabadi, Aulia Putri

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2026 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi, seperti yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan berperan penting dalam mitigasi bencana. Self efficacy atau keyakinan diri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan mahasiswa. Penguatan self efficacy di kalangan mahasiswa sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest and postest design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling dengan instrumen berupa lembar angket kuisioner. Hasil bivariat menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan perbedaan yang signifikan antara self efficacy sebelum dan sesudah pemberian edukasi video yaitu didapatkan nilai signifikansi atau sig (2-tailed) sebesar 0.000 <0.05. sehingga H0 ditolah dan Ha diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi.

Nita Apriyatin; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tindakan bullying sering kali dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, tidak terkecuali dengan peserta didik penghayat yang mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Maka dari itu, peserta didik penghayat yang mendapatkan bullying sudah pasti membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Tegal melalui pendekatan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat orang tua dan empat peserta didik penghayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Pendekatan kognitif yang diterapkan, seperti komunikasi terbuka, pembentukan pola pikir positif, dan pemberian pujian, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, orang tua menghadapi kendala seperti stigma sosial, kurangnya pemahaman tentang pendekatan kognitif, dan keterbatasan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang inklusif sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat.

Tambing, Nabila Yusril Ihza Lestari Sallu; Syaharani Altrisnisa, Anindya; Nuraini, Farah Hanifah; Atikasari, Dewi Ayu; Abidah Aristawati, Salwa +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anak dengan Down Syndrome (DS) menghadapi berbagai hambatan perkembangan, baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional, sehingga memerlukan layanan khusus. Salah satu masalah utama yang dialami adalah rendahnya keseimbangan akibat hipotonia, kelemahan otot, gangguan postural, serta keterbatasan sistem sensorimotor, yang berimplikasi pada risiko jatuh dan keterlambatan motorik. Selain itu, anak DS juga cenderung mengalami hambatan dalam sosialisasi yang berdampak pada rendahnya rasa percaya diri. Penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat di SLB D1 Surakarta ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan rasa percaya diri melalui intervensi menari di atas landasan dengan berbagai tekstur permukaan serta pemberian buku cerita interaktif. Metode yang digunakan meliputi baseline assessment, sosialisasi, latihan motorik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan guru pendamping dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya keseimbangan dan rasa percaya diri, dengan capaian pengetahuan baik meningkat dari 57,9% menjadi 89,5%. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dalam latihan yang menyenangkan, yang diyakini dapat memperbaiki kontrol postural sekaligus memupuk rasa percaya diri melalui pengalaman positif. Dengan demikian, kegiatan menari dan membaca buku cerita bergambar dapat menjadi strategi komplementer yang efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak DS secara holistik.

Azzahra Aurelia Salsabiela

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Motivasi belajar merupakan dorongan yang berasal dari internal maupun eksternal diri seseorang. Motivasi belajar menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan mahasiswa. Tetapi, rendahnya motivasi belajar masih menjadi kendala utama, yang disebabkan oleh kurangnya minat terhadap media pembelajaran yang digunakan. E-pocket book menjadi salah satu solusi alternatif karena bersifat praktis, mudah diakses, dan memuat materi pembelajaran secara ringkas namun padat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah efektivitas pemberian E-pocket book anestesi untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pra-klinik. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan desain one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi belajar. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang didapatkan ialah sebelum diberikan E-pocket book anestesi sebagian besar responden berada pada tingkat motivasi yang sedang dengan presentase 50% dan sesudah diberikan sebagian besar responden berada pada tingkt motivasi belajar yang tinggi dengan presentase 86.7% . Hasil uji Wilcoxon nilai p-value 0,001 maka nilai p-value <0,05.

Bilal Sholeh Hudin; Arifal Aris; Suhariyati Suhariyati

Inovasi Kesehatan Global 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Sexual violence among adolescents is an increasingly serious issue, exacerbated by limited knowledge and lack of education, which heightens their vulnerability. One innovative approach to addressing this problem is the use of educational applications such as BEYDI (Self-Empowerment), designed to enhance adolescents’ awareness and knowledge of sexual violence prevention. This study aimed to determine the effect of BEYDI application-based education on students’ knowledge regarding sexual violence prevention at SMPN 3 Lamongan. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of 63 eighth-grade students from classes 8A and 8B, selected through total sampling. Data were collected using pretest and posttest questionnaires and analyzed using the Wilcoxon test. The results indicated a significant increase in students’ knowledge after receiving the educational intervention via the BEYDI application (p < 0.05). It can be concluded that the BEYDI app-based education was effective in enhancing students’ knowledge of sexual violence prevention and can be considered an interactive and efficient alternative educational tool in the school setting.

Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas  didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta  tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.

Muhamad Sahli

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Terapi musik merupakan sebuah teknik relaksasi yang dirancang khusus untuk memberikan rasa tenang, mengendalikan emosi, serta membantu proses penyembuhan penyakit jiwa Terapi musik adalah salah satu metode relaksasi yang bertujuan untuk memberikan ketenangan, mengendalikan emosi, serta membantu dalam penyembuhan gangguan psikologis.Literatur review ini yaitu untuk  mengetahui pengaruh tindakan pemberian terapi musik klasik pada pasien halusinasi pendengaran.Referensi yang digunakan diambil dari database elektronik, khususnya Google Cendekia, untuk periode 2017 hingga 2021.Terapi musik klasik terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien yang mengalami halusinasi pendengaran. Dengan memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran, terapi musik ini dapat berkontribusi pada perkembangan diri serta penyembuhan gangguan psikologis yang dialami pasien.

Muhamad Sahli

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Terapi musik merupakan sebuah teknik relaksasi yang dirancang khusus untuk memberikan rasa tenang, mengendalikan emosi, serta membantu proses penyembuhan penyakit jiwa Terapi musik adalah salah satu metode relaksasi yang bertujuan untuk memberikan ketenangan, mengendalikan emosi, serta membantu dalam penyembuhan gangguan psikologis.Literatur review ini yaitu untuk  mengetahui pengaruh tindakan pemberian terapi musik klasik pada pasien halusinasi pendengaran.Referensi yang digunakan diambil dari database elektronik, khususnya Google Cendekia, untuk periode 2017 hingga 2021.Terapi musik klasik terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien yang mengalami halusinasi pendengaran. Dengan memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran, terapi musik ini dapat berkontribusi pada perkembangan diri serta penyembuhan gangguan psikologis yang dialami pasien.

Deta, Soleman Umbu; Djuniasih, Djuniasih; Bulahari, Herling Fredriek

Jurnal Silih Asah 2024 LPPM - STT Kadesi Bogor

Bimbingan konseling adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis kepada individu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan dan menjelaskan. Bagian ini penulis  menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pembahasan bimbingan konseling  adalah proses layanan bantuan kepada individu atau sekelompok individu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya sehingga individu atau sekelompok individu menemukan jati diri dan mandiri supaya dapat mengalami pemulihan secara komprehensip dan agar dapat melakukan kehendak Tuhan.

Charis Christiani; R Permadi Mulajaya

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada masa peralihan, remaja banyak dihadapkan pada permasalahan dalam penguasaan diri ataupun pengendalian diri. Permasalahan yang sering dihadapi adalah penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perilaku sex bebas, serta masalah yang berkaitan dengan sekolah. Upaya yang harus dilakukan adalah memahami kelabilan remaja dalam mencari jati diri agar dapat diambil tindakan yang tepat, Pemberian perhatian intensif secara individual, Pemahaman dan pemenuhan fasilitas kebutuhan/bakat/minat remaja dalam mencari identitas atau jati dirinya. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai lintas komunitas (keluarga, masyarakat, Perguruan Tinggi, pemerintah dan instansi lainnya). Sebagai bentuk tanggung jawab Perguruan Tinggi pada perkembangan remaja saat ini maka tim Dosen mengadakan advokasi tentang remaja, permasalahan dan penanggulangannya di SMP Muhamadiyah 8 Jatisari Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 28 November 2023 dengan materi Remaja, masalah dan penanggulangannya. Kegiatan PPM ini bertujuan agar remaja bisa terhindar dari kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang dan perilaku negatif lainnya.

Murni Dahlena Nst; Sri Ugika Wulandari; Jamilah Harahap; Yentiarsini Yentiarsini

The purpose of this study is to improve students' self-control skills by providing group counseling and individual counseling. The method used is a literature study and data is obtained by reviewing literature using references from various sources including articles, journals, and related research results. The results showed that improving students' self-control skills by providing group counseling and individual counseling is that the Guidance and Counseling (BK) teacher can provide group guidance services. Through these two services, BK teachers can make a significant contribution in shaping students into individuals who have strong self-control and are able to manage their behavior wisely. The role of parents in controlling and developing students' self-control is very important. Without parental support and involvement, efforts to improve students' self-control can experience obstacles.

mariyati; Arifianto; Menik; Nur, Dwi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja sering disebut masa terlabil, di mana seorang anak berusaha mencari jati dirinya. Posyandu remaja diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental remaja dan optimalisasi psychological first aid (PFA). Posyandu kesehatan jiwa remaja merupakan salah satu kegiatan berbasis kesehatan masyarakat khusus remaja, untuk memantau dan melibatkan mereka demi peningkatan kesehatan dan keterampilan hidup sehat secara berkesinambungan. Tujuan program kemitraan masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karangtaruna dalam melakukan pemantauan kesehatan jiwa khususnya remaja. Metode pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi tentang pelaksanaan sistem 5 meja posyandu kesehatan jiwa remaja. Kegiatan lima meja posyandu kesehatan jiwa antara lain meja satu: pendaftaran dan pemantauan kesehatan fisik, meja dua: pemantauan gejala, pemberian terapi psikofarmaka, vitamin, dan penambahan nutrisi, meja tiga: pengendalian gejala oleh perawat, meja empat: peningkatan ketrampilan perawatan diri, meja lima: peningkatan ketrampilan hidup sehari- hari dan produktivitas). Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahap: sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran sosialisasi adalah pengurus karangtaruna kelurahan tambakharjo yang diikuti oleh 7 orang, pelaksanaan posyandu melibatkan pengurus karangtaruna dan dihadiri oleh 18 remaja. Hasil pelaksanaan Posyandu deteksi kesehatan mental dengan SRQ sebelum Posyandu 9 mengalami gangguan mental emosional menjadi 4 remaja setelah posyandu. Selanjutnya dilaksanakan Pendidikan Kesehatan tentang kesehatan mental remaja dan praktik cara mengatasi stres.

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Junaedi, Achmad

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak: Bimbingan spiritual merupakan proses pemberian bantuan kepada individu secara terarah, berkelnajutan dan sistematis agar dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal, berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur’an dan hadits sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Hasil pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat khususnya kepada para lansia diperoleh bahwa sebelum dilakukan penyuluhan belum teridentifikasi pemahaman lansia tentang bimbingan spiritual setelah dilakukan penyuluhan, lansia mampu memahami tentang bimbingan spiritual dan berkomitmen untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.. Hasil secara keseluruhan diperoleh bahwa dengan dilakukannya penyuluhan khususnya tentang upaya dalam memberikan bimbingan spiritual sangatlah berguna, karena setelah diberikan penyuluhan lansia mampu mengingat kembali memori tentang sang penciptanya dengan mengingat dan membaca sholawat, dzikir, do’a, dan tata cara wudlu’ yang selama ini dirasakan dan dengan penyuluhan yang sudah dilakukan, lansia berkomitmen untuk selalu  melaksanakan sholat 5 waktu baik bermajaah ataupun sholat sendirian, memperkuat iman dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan lebih baik lagi.      

Okpatrioka Okpatrioka; Sopian Sopian

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bukan berarti mengajar masyarakat tentang sesuatu yang terbaik untuk mereka, tetapi melakukan pemberdayaan sebagai sebuah proses pencarian (research) yang dilakukan bersamasama untuk mencari jalan terbaik dalam penyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa trauma healing yang dilakukan pada anak-anak adalah untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mengembalikan kondisi emosional anak-anak pasca bencana, agar dapat membantu semangat kembali seperti sebelum adanya bencana yang terjadi dengan berbagai macam permainan yang dilakukan baik individu maupun kelompok serta pemberian materi yang bertujuan untuk meningkatkan karakteristik pada diri anak. Adapun pelaksanaan trauma healing menggunakan metode Participatory Rapit Appraisal (PRA) atau penilaian desa secara partisipatif yang dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti observasi, survei dan wawancara.    

Nur Rohmat, Muhammad; Mahrusun, Mahrusun; Hisyam, Mohammad

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

Inovasi merupakan ide, praktik, barang, kejadian, atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang untuk menciptakan terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan dikembangkan dijangkauan yang luas. Inovasi tersebut dapat dikembangkan melalui kreativitas siswa siswi untuk menanamkan jiwa dalam diri setiap anak. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bagaimana Inovasi Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020, dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Inovasi kepala madrasah dalam mengembangkan kreativitas siswa di MI Al Hudy sudah berjalan dengan cukup baik, terbukti dengan bertambahnya siswa-siswi yang tertarik dan berminat di bidang prakarya serta terbuktinya karya-karya mereka, serta faktor pendukung dalam mengembangkan kreativitas siswa di MI Al Hudy yaitu adanya pemberian support dari kepala madrasah, guru yang professional, dukungan wali murid, pelatihan rutin, lingkungan yang mendukung serta fasilitas madrasah yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu keluarga yang tidak sepenuhnya satu visi dan misi dalam mengembangkan kreativitas siswa, pengaruh negatif social media atau teknologi, terbatasnya waktu.

Muhayat, Imam

Latar belakang penelitian ini berfokus kepada manajemen ekstrakurikuler gerakan kepanduan Hizbul Wathan yang amatlah sangat berperan penting untuk ikut serta sebagai sebuah wadah dalam rangka pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar yang nantinya diharapkan peserta didik tersebut dapat tumbuh menjadi warga negara yang berkarakter kepemimpinan di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta teknik keabsahan data melalui metode triangulasi. Hasil penelitian akan dituangkan secara deskripsi.  Hasil dari penelitian menunjukkan penerapan manajemen ekstrakurikuler Hizbul Wathan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Hasil dari kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan tumbuhnya sikap disiplin, tanggungjawab, dan mandiri pada diri siswa serta anggota didik dapat mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapiya itu anggota didik dan komunikasi. Solusi yang telah dilakukan terhadap anggotadidik menanamkan sikap tanggung jawab, disiplin dan kesungguhan pada diri mereka serta pemberian punishmen tjika melanggar aturan. Terhadap komunikasi, dengan mengadakan pertemuan atau pengevaluasian secara berkala di setiap bulan.

Bunga Okta Maula Ikami; Yayat Suharyat

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini memiliki maksud untuk menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada materi pelajaran PAI  kelas XII di SMAN 1 Tambun Utara. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang diambil dari subjek 35 siswa kelas XII melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persoalan siswa yang cenderung bosan saat belajar, kurang memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam menyampaikan materi pembelajaran ternyata menjadi penghambat dalam meningkatkan keaktifan belajar di kelas. Pemberian model pembelajaran Jigsaw menjadikan siswa untuk memiliki sikap kerja sama antar teman dengan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda-bedakan dan memberikan ruang untuk siswa berdiskusi mengenai materi atau pertanyaan yang menjadi tanggungjawabnya, menampilkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengungkapkan jawaban, sehingga mampu untuk meningkatkan keaktifan siswa saat belajar di kelas. Maka dari itu model pembelaajran Jigsaw bisa menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk diterapkan bagi guru PAI saat menjelaskan dan mempelajari pelajaran PAI.   

Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Sikap positif tentang penuaan dapat menjadi sumber persepsi diri yang positif tentang  penerimaan diri dengan bertambahnya usia Kasus yang banyak ditemukan adalah ketidakberdayaan lansia dengan prevalensi kejadiannya berkisar 30-45% dari kasus kesehatan jiwa. Banyak lansia berharap saat mencapai tahap akhir perkembangan hidup, lansia hidup tenang, damai dan hidup bersama dengan anak-anak serta cucu dengan bahagia. Tapi pada kenyataan, sebagian besar harapan-harapan lansia tidak terwujud.  Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi Pengaruh Pemberian edukasi  berfikir positif pada lansia dengan masalah psikososial ketidak berdayaan Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Desain penelitian yang digunakan adalah ” Pra experimental pre-post test whit control grup”. Dimana sampel dipilih secara purposive sampling, kemudian untuk kelompok tersebut diberikan perlakuan dan di observasi ulang untuk mengetahui hasilnya. Sampel  penelitian ini adalah semua lansia  yang memiliki data mayor atau memiliki karakteristik yang sesuai dengan criteria inklusi 25 orang lansia. Instrumen penelitian ini SAP dan memodifikasi kuesioner pre dan post. Hasil penelitian selisih dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah terjadi peningkatan pemahaman dari skor baik dari 6 bertambah menjadi 14, dan yang memiliki nilai cukup dari 9 menurun menjadi 10 lansia, sedangkan skor kurang 10 orang menurun menjadi 2 orang.  Analisa hasil penelitian dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p value 0,007 < α (0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari edukasi berfikir positif  terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan masalah psikososial ketidakberdayaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Pengaturan hidup yang dilakukan oleh Lansia dalam hal meningkatkan kemandirian didalam kehidupan sehari-hari, akan membuat lansia lebih bermakna dan bahagia sehingga Dukungan sosial dari orang terdekat misal keluarga, petugas kesehatan yang merawat diharapkan selalu aktif dan konsiten

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Hidup religius sebagai “tanda kekudusan Gereja”, sebuah pernyataan yang menemukan verifikasi dalam sejarah hagiografi dimana hampir semua orang kudus de fakto, umumnya telah menjalani bentuk hidup bakti. Namun jika dilihat secara statistik, kaum religius selalu menjadi minoritas yang mutlak sangat sedikit dalam Gereja. Maka dapat dipahami pentingnya perhatian kita akan hal ini. Dalam konteks ini doktrin dan pengalaman Santa Teresa dari Avila dapat memberi kontribusi penting untuk memahami kekudusan dalam hidup religius dan bagaimana mencapainya.