Publication Search

70,604 articles from 612 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Fransiska Astri Anggraeni; Dini Anggraheni

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This community service program aims to empower housewives in Pendrikan Lor Subdistrict through training in processing fabric scraps into creative products, such as keychains, headbands, and brooches. This activity is expected to provide practical skills and knowledge that can be applied to establish and develop Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) based on local resources. The training is conducted in a participatory manner with a focus on hands-on practice, enabling participants to produce marketable products and enhance their economic independence. The program's outcomes demonstrate improved technical skills and motivation to start businesses, as well as positive contributions to reducing textile waste in the surrounding environment. Thus, this community service initiative supports women's economic empowerment and the development of sustainable, creative MSMEs in the region.

Helena Simangunsong; Juni Atia Intan Sari Sinaga; Maria Margaretha Manik; Melly Andriani Br Ginting; Amin Harahap

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This program aims to empower children at the Tunas Bangsa Orphanage, Labuhanbatu Regency, by teaching creative skills in utilizing scrap fabric into products with sales value. In this activity, scrap fabric which is usually considered as textile waste will be processed into products such as scrunchies, hair bands, and bandanas that can provide economic opportunities for children in the orphanage. In addition, this program also aims to increase environmental awareness by teaching the importance of sustainable textile waste management and environmental ethics. This training is complemented by the values ​​of Citizenship Education (PKN), such as social responsibility and mutual cooperation, which aim to shape the character of children who care about the environment and society. It is hoped that through this program, children can develop creative skills, foster a spirit of social entrepreneurship, and play an active role in preserving the environment. This program also opens up opportunities for them to achieve economic independence and contribute to a broader environmental conservation movement.

Gabriella Krisnugtya Putri; Arina Haq

Garina 2024 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The slashing technique is a technique for manipulating fabric which is done by stacking several fabrics which are treated by cutting so that later they will form a certain motif depending on the size of the cutting technique. The purpose of making this report is to find out the process of utilizing patchwork to produce fabric manipulation with slashing techniques on pants. The methodology used is qualitative method, observation method, literature study method and documentation method. The manufacture of slashing on these pants goes through several stages. In the process of making slashing, it is necessary to pay attention to when choosing a slashing pattern in order to produce the desired slashing. When making slashing, it is better to use 10 piles of material to produce a good color refraction from a pile of fabric. The arrangement of the patchwork for slashing should be a light dark color so that it gives a bold impression on the color mixing, the result of a pile of patchwork should not be too big, just around 1-1.5cm is enough. Synthetic leather as the basic material for making pants, this synthetic leather is easily damaged. When sewing synthetic leather, it is necessary to use several techniques that are quite complicated, namely large stitches, long needles and non-metallic machine shoes or you can use paper as a surface to make it easier when sewing. Also the other thing to be considered, because this is a synthethic leather fabric it will be damaged if it is exposed to a blunt needle.

Fitrian Prila Wardani; Amalia Nurul Azizah; Fina Oktaviani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui apa itu kain perca, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan di tangan - tangan kreatif, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja.Pelaksanaan pelatihan pembuatan bross dengan kain perca sebagai bahan dasat menggunakan metode sebagai berikut : 1. Sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran konsep-konsep ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan dan pengelolaan kain perca menjadi kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi grup yaitu memberikan waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. 2. Pendampingan pelatihan melalui beberapa metode. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi secara menyeluruh terkait kegiatan. Selain metode ceramah juga menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Metode ini dilakukan dengan mempraktekkan dan memberikan pelatihan dalam pembuatan bross dari kain perca kepada masyarakat. Pelatihan dibimbing pemateri dan setiap kelompok juga berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, ide dan mengadakan latihan bersama untuk berkreasi dalam menghasilkan bross dengan berbagai variasi. 3. Pendampingan pelatihan dan manajemen pengembangan usaha yang baik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan latihan. Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan kain perca. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat bross dari kain perca. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat bross dari kain perca bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat bross dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan kain perca untuk dijual, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Pelatihan Pembuatan Bross dengan Bahan Dasar Kain Perca" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.