Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 29

Analytics

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu pemberdayaan katekis bagi komunitas basis gerejawi. Kehidupan umat Katolik di kota metropolitan memiliki corak yang khas. Kemajuan dan fasilitas yang baik menjadi keuntungan tetapi dapat menjadi hambatan dalam hidup rohani. Salah satu ungkapan hidup rohani ialah keaktifan dalam kehidupan menggereja. Selain relatif kurang keaktifan umat Katolik dalam kepengurusan dan kegiatan gereja, perihal katekese kepada umat yang aktif perlu mendapat perhatian. Namun pemberdayaan tenaga katekis di kota metropolitan kurang mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian memahami pemberdayaan para katekis yang digariskan oleh ajaran gereja bagi kehidupan di kota metropolitan. Dengan cara penelusuran ajaran-ajaran Gereja secara kualitatif digunakan untuk melihat kesinambungan gagasan pastoral yang berulang ditekankan Gereja. Penelitian menawarkan pemberdayaan katekis dalam bentuk kaderisasi mulai dari teritori paroki terkecil.

Damayanti Nababan; Friskila Sitanggang; Ezra limbong; Seventina novita; Zainal Sihombing

One of the problems in pastoral care is not understanding the spiritual needs and character of each congregation. A pastor acts as a parent and teacher for his congregation. In the process, a pastor of the congregation often does not reach the ultimate goal of his pastoral care, namely the maturity of the faith of his congregation with a sign of changing earthly characteristics into heavenly ones. This is because there is no brotherly love and the pastor does not fully understand the spirit of heresy that develops in the congregation and how to avoid this error that starts in the church. In line with this problem, this article seeks to provide ideas and explanations about the role of the pastor as a parent for his congregation in facing the end-time character crisis. The research method used in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach.

Damayanti Nababan; Friskila Sitanggang; Ezra limbong; Seventina novita; Zainal Sihombing

One of the problems in pastoral care is not understanding the spiritual needs and character of each congregation. A pastor acts as a parent and teacher for his congregation. In the process, a pastor of the congregation often does not reach the ultimate goal of his pastoral care, namely the maturity of the faith of his congregation with a sign of changing earthly characteristics into heavenly ones. This is because there is no brotherly love and the pastor does not fully understand the spirit of heresy that develops in the congregation and how to avoid this error that starts in the church. In line with this problem, this article seeks to provide ideas and explanations about the role of the pastor as a parent for his congregation in facing the end-time character crisis. The research method used in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach.

Wiwik Handayani; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan iman anak yang diberikan orang tua dalam keluarga Katolik di Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Melalui studi ini diharapkan agar para orang tua dapat menyadari hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat mendampingi anak agar mencintai dan memperdalam pengetahuan tentang imannya. Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif    kualitatif.  Data  yang  diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni di stasi Santo Paulus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 Pastor Paroki, orang tua dan anak. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan iman anak dalam keluarga Katolik menunjukkan bahwa banyak orang tua memberikan pendidikan iman kepada  anak  itu  tentang  cara  berdoa,  memberikan  nasehat  dan  mengajarkan kepada anak supaya hidup baik. Peran orang tua dalam pendidikan iman anak yaitu dengan memberikan kasih sayang, mengingatkan anak untuk berbuat baik seperti mengajarkan anak untuk menghormati orang yang lebih tua dan sesama manusia, dan mengajarkan cara berdoa. Kegiatan pendidikan iman yang diberikan orang tua kepada anak dalam keluarga Katolik, seperti doa bersama, saat makan, doa pribadi sebelum tidur dan mengajarkan doa-doa pokok dalam Gereja Katolik Seperti Bapa Kami, Salam Maria, Aku Percaya dan Tanda Salib. Jadi pada intinya pola hidup, dan cara hidup orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak- anaknya, begitupula dengan kehidupan imannya, orang tua harus terlebih dahulu mengerti dan tau imannya.

Teguh Prayogo; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini dalam keluarga Katolik, di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalui studi ini para orang tua diharapkan dapat menyadari serta menghayati peran mereka sebagai pendidik bagi anak di dalam keluarga, serta menjadi contoh dan teladan keluarga Katolik bagi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data di peroleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan yang di dapatkan sebanyak 10 informan yang dibagi menjadi dua bagian yaitu tiga orang pekerja pastoral yang berprofesi sebagi katekis di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu, serta tujuh orang yang terdiri dari para orang tua Katolik di Paroki Santo Clemens Puruk Cahu. Langkah-langkah dalam penelitian meliputi proses teknik analisis data metode interaktif, wawancara dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menyatakan   bahwa peran orang tua sebagai pendidik iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu sudah dijalankan dengan baik. Akan  tetapi tidak  dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian orang tua yang kurang menghayati serta menjalankan perannya dengan maksimal. Hal tersebut dikarenakan faktor pekerjaan serta kekompakan dalam mendidik anak di keluarga. Akan tetapi faktor yang menjadi kendala dapat diselesaikan dengan pemahaman serta komunikasi yang baik antara kedua orang tua, sehingga keluarga Katolik diharapkan mampu menjadi contoh serta teladan bagi masyarakat, seperti yang ditunjukkan oleh Keluarga Kudus dari Nazaret.

Sandi Sandi; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   sampai   sejauh   mana pemahaman katekis dalam memanfaatkan media digital untuk berkatekese kepada kaum muda   guna menumbuhkan iman para kaum muda di Paroki Santo Yosef Kudangan. Studi ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh katekis dalam memanfaatkan media yang ada dan mengetahui apa sarana alternatif dalam menyampaikan katekese kepada kaum muda sehingga lebih menarik dan mudah mereka ketahui. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dialog dengan para informan  yang telah ditentukan, profil infoman, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis prospek yang akan terjadi.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar katekis sudah mengetahui  tentang  media  digital,  tetapi  mereka  belum  menggunakan  media digital  sebagai  sarana  alternatif  dalam  menyampaikan  katekese  kepada  kaum muda.  Mereka  masih  menggunakan  cara  yang  lama  dalam  karya  pelayanan mereka, khususnya dalam bidang karya pastoral dan katekese. Simpulan dalam  penelitian    ini  adalah diperlukan  adanya  kerjasama antara pastor   paroki,   dewan   paroki,   petugas   pastoral,   dan   kaum   muda   dalam menggunakan media digital yang ada demi pengetahuan tentang iman Katolik. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya kerjasama dari para katekis dan juga pihak paroki bagaimana dalam memanfaatkan media digital yang ada supaya mempermudah dalam karya pewartaan khususnya dalam bidang pastoral dan katekese kepada kaum muda.

Deni Santesa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  partisipasi  orang muda Katolik dalam kehidupan menggereja di Paroki Santo Yosef Kudangan. Permasalahannya adalah orang mudaKatolik kurang menghayati kehidupan menggereja dan kehidupan rohani, sehingga sebagian dari orang muda Katolik lebih mengikuti gaya hidup yang sifatnya duniawi dibandingkan gaya hidup sifatnyarohani.Dengan realita yang nampak maka penulis tertarik untuk mengkaji tema skripsi partisipasi orang muda Katolik dalam keidupan menggereja di Paroki Santo Yosef Kudangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tempat pelaksanaan penelitian di Paroki Santo Yosef Kudangan. Dengan informan yang telah diteliti berjumlah 14 orang yang di kelompokan menjadi 2 yaitu orang muda Katolik dan petugas pastoral. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, profil informan, percakapan dengan informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek.   Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang muda Katolik di Paroki Santo Yosef  Kudangan sudah berpartisipasi dalam kehidupan menggereja, meskipun tidak semua orang muda Katolik menyadari apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab mereka di dalam Gereja. Melalui studi ini diharapkan para orang muda Katolik lebih menghayati iman mereka akan Kristus dan diwujudnyatakan dengan ikut terlibat aktif  dalam tugas pelayanan Gereja.

Resiana Resiana; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran bapak  sebagai  benteng  keluarga  Katolik  di  Stasi  Santo  Yakobus  Penda Asam. Alasan penulis  mengambil judul ini karena berangat dari sebuah keprihatinan   yang   mendalam   melihat   bahwa   sebagian   bapak   kurang memiliki sebuah tanggung jawab terhadap keluarga. Melalui studi ini diharapkan agar kaum bapak—bapak dapat menyadari peran mereka sebagai benteng keluarga katolik dan dapat menjalankan peran mereka dalam keluarga, serta dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anggota keluarga.   Jenis   penelitian   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan yang didapat 11 informan. Langkah-langkah dalam penelitian meliputi penentuan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran seorang bapak secara umum dalam keluarga Katolik di Stasi Santo Yakobus Penda Asam menunjukan sikap tanggung jawab yang ideal terhadap anggota keluarga mereka masing—masing dengan tetap setiap menjalankan peran mereka sebagai  benteng keluarga katolik  meskipun  tidak semua bapak—bapak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan yang diharapkan. Suka dan duka dalam menjalankan bahtera rumah tangga Katolik  tentu  banyak  namun  tetap  dijalani  dengan  penuh  setia  dan tanggung jawab. Adapun upaya yang dilakukan sebagai benteng keluarga dengan tetap setia terhadap panggilan hidup berkeluarga. Implikasi bagi karya pastoral dan katekese yaitu dapat menambah pengetahuan keluarga Katolik terutama bagi bapak—bapak dalam kehidupan berumah tangga, dengan demikian keluarga Katolik dapat mengikuti suri teladan keluarga Kudus Nazaret Yesus, Maria, dan Santo Yosef.

Mareta Karunia; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemberian nama baptis kepada anak, mengetahui peran petugas pastoral dalam memberikan pemahaman kepada Orang tua tentang pemberian nama baptis, Menguraikan implikasi bagi karya pastoral katekese tentang pemberian nama baptis kepada anak di Paroki Santo Mikael Tamiang Layang. Penelitian   ini   merupakan   penelitian   kualitatif,   dengan   langkah-langkah sebagai berikut: penentuan tema, wawancara dengan informan, profil informan, refleksi, implikasi, sintesis, prospek. Pada penelitian ini penulis menggunakan kedua jenis sumber data yakni sumber data sekunder dan sumber data primer. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah orang tua Katolik dan Petugas Pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa, orang tua Katolik memiliki pengetahuan tentang apa saja nama baptis yang bisa diberikan. Orang tua Katolik menerapkannya dengan memberikan nama baptis kepada anaknya tetapi, orang tua tidak memahami apa kisah dari nama baptis yang diberikan, serta apa yang dapat diteladani dari nama tersebut, sehingga peran dari nama baptis tersebut sama saja tanpa ada perbedaan dengan nama yang lain. Untuk mengatasi hal tersebut, Gereja Katolik perlu berusaha untuk mengadakan program pembinaan, perlu adanya usaha dari gereja paroki untuk membuat program pembinaan bagi orang tua Katolik yang ingin membaptis anaknya oleh petugas pastoral. Setidaknya dengan adanya program tersebut maka pengetahuan dan pemahaman orang tua Katolik semakin bertambah dan dapat diterapkan ketika hendak membaptis sang anak.

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Hendrikus Indra; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisaPeran Katekis dalam Mengupayakan Paroki Mandiri di Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik.Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 10 orang katekis dan 1 orang pastor paroki. Model analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif.Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti adalah para katekis di Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik sangat berperan dalam mengupayakan Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik sebagai sebuah paroki yang mandiri. Keterlibatan para katekis dapat dilihat dari sejuah usaha dan kegiatan yang mereka selenggarakan di tempat tugasnya, seperti kaderisasi memimpin ibadat, melatih umat bernyanyi, membina Sekami, dan OMK.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa para katekis di Paroki Raja Semesta Alam sangat terlibat dalam pembinaan umat sehingga usaha dan upaya itu  dapat  membantu  pastor  paroki  dalam  usaha  menuju  paroki  yang  mandiri.

Cici Ramita; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya Paroki St. Petrus dan Paulus Ampah dalam menghidupi persekutuan. Studi ilmiah ini diharapkan dapat menjelaskan cara membangun komunikasi iman Gereja, baik tenaga pastoral, pengurus Gereja, maupun seluruh umat agar terwujud persekutuan yang kokoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang berdasarkan jabatan dalam persekutuan, yaitu pastor paroki, pengurus Gereja, umat, dan orang muda. Proses penelitian melalui tiga tahap, yaitu pra- lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa persekutuan umat Katolik di Stasi Runggu Raya belum kokoh karena kurangnya kesadaran untuk membangun komunikasi iman. Indikator yang ditunjukkan adalah pengurus Gereja dan umat bersikap acuh tak acuh terhadap kepentingan Gereja, sedikit umat yang mau hadir dan terlibat dalam kegiatan persekutuan, lemahnya koordinasi antara petugas pastoral, sesama pengurus Gereja dan seluruh umat. Cara membentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya agar terwujud persekutuan yang kokoh adalah melalui rapat koordinasi antara pengurus Gereja yang dibimbing oleh tenaga pastoral, membangun kerja sama antara pengurus dan seluruh umat, memiliki sikap terbuka dan kesadaran akan tanggung jawab setiap pribadi sebagai anggota persekutuan, saling melayani dan berpartisipasi dalam kegiatan menggereja.

Crisfiani Crisfiani; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  sejauh  mana  para  keluarga muda menghayati perkawinan Katolik dan apa yang menjadi kebutuhan mereka untuk semakin menghayati perkawinan Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Perkawinan merupakan bagian terpenting dalam membangun keluarga, namun  banyak  kendala  yang harus dihadapi  oleh  pasangan  suami istri  dalam menghayati perkawinan Katolik mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik  untuk mengkaji  tema  skripsi  tentang penghayatan  perkawinan Katolik bagi keluarga muda Kristiani.   Jenis penelitian ini adalah  penelitian  kualitatif.  Data  diperoleh  melalui wawancara dan dokumentasi. Tempat pelaksanaan penelitian di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Informan yang telah diteliti berjumlah 15 orang yang dikelompokan menjadi dua yaitu keluarga muda berjumlah 11 KK dan petugas pastoral  ada  4  yaitu  Pastor  paroki  dan  3  orang katekis.  Analisa  data  dengan menyajikan data, melaksanakan Verifikasi, dan menarik kesimpulan. Langkah- langkah penelitian meliputi penentuan tema, profil informan, percakapan dengan informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek.   Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat dan tujuan perkawinan Katolik sudah cukup dipahami oleh keluarga muda. Penghayatan perkawinan keluarga muda memang sangat perlu suatu keintiman antara suami istri melalui relasi yang baik, akan tetapi masih ada permasalahan yang mucul dalam rumah tangga yaitu komunikasi yang kurang dan ekonomi rumah tangga. Keluarga muda menyadari bahwa betapa pentingnya pendampingan bentuk katekese dan pengajaran mengingat bahwa pendampingan bagi keluarga muda di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah ini masih belum terlaksana pendampingan keluarga muda secara khusus.  Gereja memang sangat  perlu mengupayakan  pembinaan  lanjutan  bagi keluarga muda dalam bentuk rekoleksi, sharing antara keluarga, dan pertemuan yang berkaitan dengan meningkatkan penghayatan perkawinan katolik bagi keluarga muda.

Stepanus Akian; Marthen Mau

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Reaching souls in GPKdI Nek Kompong, Andeng Village in conjunction with reaching out to souls in GKSI Moria Empaong-Nala Congregation is very much needed by pastors who are serious and sincere in their ministry. The ministry of a pastor to reach the soul is a very important act today. The purpose of reaching out to souls is to save lost souls to live like Christ. In order for the pastor to be more enthusiastic in reaching lost souls, prayers and fasting are required to be carried out by the pastor, the church assembly, and all members of the Nek Kompong GPKdI, Andeng village and in the GKSI Moria Empaong-Nala Congregation. This study uses a qualitative methodology with a data processing approach of observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that some members of the GPKdI Nek Kompong and GKSI Moria Empaong-Nala congregations already had an awareness of fellowship with God in places of worship and other spiritual fellowship carried out in the congregation. The conclusion is that pastors must be loyal in reaching out to souls in GPKdI Nek Kompong and GKSI Moria Empaong-Nala Congregation continuously and even ministry to reach souls must also be carried out by pastors/congregations in all interdenominational churches, both in Indonesia and elsewhere world.

Kres Ari Kawalo; Adriana Madya Marampa

Proceeding of The International Conference on Economics and Business 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Competence is an essential thing in the development and growth of an organization. The church is an organizational unit that requires pastoral competence. Pastoral competence needs to be developed in improving church performance. A pastor must be able to have the social capital to improve church performance. The population of this study was pastors throughout Indonesia. The sample in this study were pastors of the Pentecostal Church in Indonesia (GPdI) spread across several regions in Indonesia as many as 42 pastors. The method in this study uses quantitative methods with SEM-PLS. The results showed that the competence of the pastor affects social capital. It can be seen from the analysis test showing that the variable considered to be significant if the P-value is smaller than the predetermined significant value (0.000 < 0.05), thus hypothesis H1 is accepted. The results of the study show that there is a relationship between social capital and church performance. It can be shown by the results of the SEM-PLS analysis showing that the P-value is smaller than the predetermined significant value (0.000 < 0.05); thus, hypothesis H2 is accepted. The results showed that there was a relationship between social capital and church performance. The results showed that there was a relationship between social capital and performance. It shows that the P-value is smaller than the predetermined significant value (0.000 < 0.05). Thus the hypothesis H3 is accepted. The originality of this study is that the competence of a pastor affects social capital, using several new dimensions that previous researchers have not studied

Lauransius Lande; Thomas Ehe Tukan; Agnes Angi Dian Winey; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis untuk meningkatkan pastisipasi umat dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalu studi ini para katekis  diharapkan  dapat  menyadari  dan  menghayati  peran  mereka  sebagai seorang katekis dan menjadi contoh kehidupan menggereja. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya peran katekis dalam pelayanan pastoral di stasi yang jauh dan jarang mendapat pelayanan pastoral. partisipasi atau keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja adalah hal yang penting dalam sebuah Gereja stasi, namun kenyataannya semua kegiatan peribadatan dan kegiatan-kegiatan gerejani lainnya tidak dilaksanakan karena minimnya pengetahuan umat terhadap hal-hal demikian. Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi topik, profil informan, wawancara dengan informan, pemetaan masalah, analisis pastoral, refkleksi teologis, dan perencanaan pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran katekis untuk meningkatkan partisipasi  umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu,   masih sangat kurang, kunjungan rutin dilakukan  ketika ada mahasiswa  yang  berpraktek  pastoral.  Penyebabnya  ialah faktor pekerjaan sehingga tidak cukup waktu, kesibukan dalam keluarga, sarana prasarana transportasi, jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah dan melewati jalan perusahaan. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah merupakan salah satu stasi yang mesti mendapat perhatian khusus karena pengetahuan yang soal keagamaan yang masih rendah dan kurang mendapat pelayanan pastoral. Umat sangat membutuhkan pelayanan berupa pengajaran, pembinaan dan pelayanan berbagai peribadatan.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama “Misi Meratus”. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah, Stasi Bernadus Ka’ar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari  1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat Ka’ar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya, Gereja Ka’ar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat Ka’ar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat Ka’ar seluruhnya. Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat Ka’ar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia.

Simon Sabtaria Putram Juliet; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tulisan ini mengulas hasil penelitian kami tentang bagaimana peran orang tua dalam bina lanjut iman anak pasca komuni pertama di Stasi Santa Clara Bana-Narui, Paroki Santo Santa Theresia Lisieux Saripoi Keuskupan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santa Clara Bana-Narui, pada Mei 2022. Total Informan 18 orang, yang terdiri atas 8 orang tua, 8 anak, ketua umat dan Pastor Paroki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua tetap memperhatikan pembinaan iman anak setelah komuni pertama walaupun tidak maksimal. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman orang tua tentang makna Ekaristi untuk pertumbuhan iman anak. Menyikapi kenyataan ini, maka perlu dilaksanakan katekese keluarga tentang ekarsiti terutama bagi keluarga yang anaknya menerima komuni pertama. 

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.