SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

46,045 articles from 413 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Netty Herawaty Br Sembiring; Febriana Sari; Rosmani Sinaga

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Based on data from Indonesia's Health Profile in 2016, Indonesia has a population of 258,704,986 people. Indonesia still ranks fourth with the largest population in the world after America, India and China. The total population of Indonesia in 2019 is estimated at 268,074,565 people, consisting of 117,674,363 urban residents and 150,400,202 rural residents. One of the programs to reduce population growth in realizing a family planning program (KB). The results of the prevalence of family planning in Indonesia based on the 2015 Fertile Age Couples Monitoring Survey reached 65.4% with the IUD method, which is still very low (4.7%). This study aims to determine the relationship between parity and husband's support with the use of IUDs at the Hanna Kasih Primary Clinic in 2020. The population in this study were acceptors who currently use IUD KB and have used IUD KB but now choose other types of family planning. The number of samples in this study were taken by total sampling, amounting to 30 people. The results obtained in this study from 30 respondents the majority were Scundipara, namely 11 (36.7%) respondents. Based on husband's support, the majority received positive husband support, namely 22 (73.3%). Based on the bivariate analysis, there is a significant relationship between parity and husband's support with the use of IUD contraceptives at the Pratama Hana Kasih clinic in 2020, with p value for parity <0.05 (p = 0.015) and for husband support with p value <0.05. (p = 0.000). It is hoped that the head of the Pratama Clinique Hanna Kasih will continue to provide support in the selection of the IUD contraceptive and the husband will continue to provide positive support for the wife to continue to use the IUD contraceptive device.

Nur Fatimah Sam Pohan; Lasria Simamora; Edy Marjuang Purba

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Hal ini terkait dengan fase kehamilan, persalinan dan nifas pada ibu dan fase tumbuh kembang pada anak. Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Deli Serdang tahun 2019 Cakupan K1 di Kabupaten Deli Serdang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2018 menjadi 98,58% pada tahun 2019. Demikian juga dengan cakupan K4 yang menurun menjadi 93,04%. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Dengan Kunjungan Ante Natal Care Di wilayah kerja Puskesmas Galang Tahun 2021. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM II yang berkunjung sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan uji bivariat didapatkan pengetahuan mempunyai nilai p-value sebesar 0,005<0,05 demikian juga tentang karakteristik umur nilai p-value 0,036 dan paritas mempunyai nilai p-value 0,907 sedangkan karakteristik pendidikan mempunyai nilai p-value 0,036<0,05. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan antenatal care, karakteristik pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kunjungan antenatal care di wilayah kerja puskesmas Galang tahun 2021. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan konseling/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan dan meningkatkan mutu pelayanan terutama dalam pelayanan antenatal sehingga ibu dapat termotivasi dalam melakukan pemeriksaan kehamilan khususnya dimasa pandemi Covid-19.

Asih Dwi Astuti; Siti Rochmaedah; Rahma Tunny

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi maka anak harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan makanan pendamping ASI diberikan setelah 6 bulan, pemberian ASI berlanjut sampai dengan anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI dapat menurunkan angka kematian anak secara global sebesar 10% setiap tahun. Promosi ASI eksklusif adalah upaya intervensi yang efektif untuk mengurangi kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmsa Waplaau Kabupaten Buru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel adalah ibu menyusui yang usia bayinya 7-12 bulan. Besar sampel 71 ibu menyusui dianalisa dengn menggunkan analisa univariat. Hasil: Umur Ibu menyusui dengan kategori tidak berisiko (20-35 tahun), Pendidikan kategori Sekolah Dasar, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Paritas kategori primipara, ekonomi keluarga kategori < Upah Minimum Kabupaten dan Tidak memberikan ASI eksklusif pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau