SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Limanan, David; Felicia Tanuhariono, Ardhita; Shafira Putri, Nawaika; Halomoan Darma, Timothy

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

: Hiperkolesterolemia adalah keadaan kadar kolesterol didalam darah melebihi 200mg/dL. Data RISKESDAS 2013 menunjukkan bahwa 35.9% penduduk Indonesia berusia ≥15 tahun mengalami hiperkolesterolemia. Tujuan kegiatan ini adalah memeriksa kadar kolesterol dan memberikan informasi mengenai hiperkolesterolemia. Kegiatan PKM diawali dengan koordinasi dengan mitra, dan saat pelaksanaan PKM dilakukan pengukuran kadar kolesterol dari darah kapiler serta konsultasi dengan tim kesehatan. Kegiatan PKM diikuti oleh 143 orang, yang terdiri dari 43 laki-laki (30%) dan 100 perempuan (70%). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63 peserta memiliki kadar kolesterol melebihi 200 mg/dL (44%), dengan laki-laki sebanyak 21 peserta (48.84%) dan perempuan 42 peserta (42%). Tingginya kadar kolsterol menunjukan bahwa asupan makanan pada remaja masih tinggi karbohidrat dan kolesterol. Sedentary lifestyle juga memicu penumpukan kolesterol dalam tubuh, dan dapat memicu penurunan kualitas hidup para remaja. Kadar kolesterol tinggi dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan obesitas. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Danny Putri Sulistyaningrum; Juliana Dwi Puspita Widiati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak terjadi pada lansia karena mengalami penurunan fungsi fisiologis akibat proses degeneratif. Faktor risiko hipertensi yang dapat diubah salah satunya yaitu obesitas. Penyebab kejadian hipertensi pada lansia dengan obesitas yaitu asupan natriumnya yang tinggi. Pengobatan non farmakologis merupakan hal penting, seperti memaksimalkan kepatuhan dalam memodifikasi gaya hidup  dengan diit rendah garam. Kepatuhan dalam menjalankan diit rendah garam dipengaruhi oleh self efficacy dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dilakukan di Puskesmas Manyaran Semarang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 107 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,537) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,579). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat dapat meningkatkan self efficacy dengan memberikan penguat positif dan motivasi serta kalimat-kalimat positif pada lansia hipertensi agar yakin dapat mematuhi diit rendah garam dan perawat juga dapat membentuk  kelompok pendukung (Support Group) yang terdiri dari keluarga yang memiliki lansia hipertensi, sehingga diharapkan antar anggota kelompok dapat berbagi informasi terkait bagaimana memberikan dukungan keluarga yang baik seperti menyediakan menu makanan khusus diit rendah garam kepada  lansia hipertensi di rumah untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

Tuti Rahmawati; Dewi Marfuah; Silvia Ika Rahmawati

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Status Gizi merupakan unsur yang sangat penting bagi kesehatan lansia. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 50 tahun ke atas dan rentan terhadap gizi. Asupan energi yang cukup dan seimbang memegang peranan yang sangat penting dalam status gizi dan kesehatan lansia dalam jangka panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi lansia dan mengukur status gizi lansia. Kegiatan sosialisasi masalah gizi lansia telah dilakukan di Desa Jetis Kadipiro, Surakarta yang diikuti oleh 17 lansia dengan rentang usia 50-65 tahun. Ada dua kegiatan utama yaitu edukasi gizi pada lansia menggunakan media leaflet dan power point, dan mengukur status gizi berdasarkan berat badan menggunakan timbangan digital stamping dan tinggi badan menggunakan mikrotoa kemudian menghitung indeks massa tubuh atau IMT untuk mengetahui status gizi lansia, dari pretest dan posttest yang dilakukan pada saat pemberian pendidikan gizi terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia. Ditemukan juga bahwa rata-rata kategori status gizi lansia adalah obesitas. Hal ini tidak berbanding lurus dengan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan tingkat pengetahuan lansia rata-rata berada pada kategori baik. Upaya yang perlu dilakukan adalah pengaturan jenis dan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh lansia. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dan penilaian status gizi sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia. Adanya pendidikan gizi dan pengkajian status gizi dapat memberikan pemahaman tentang jenis dan pola asupan gizi yang tepat pada lansia.