Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Dara Anissa Putri; Ida Nur Imamah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mortalitas dan morbiditas pada wanita merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius, terutama di negara berkembang dan memiliki iklim tropis layaknya Negara Indonesia. Personal hygiene dan sanitasi berada pada nomor 3 dan kesehatan reproduksi berada pada nomor 8 dalam 10 faktor resiko utama penyebab kesakitan kematian pada usia remaja. Remaja pada masa pubertas mengalami perubahan fisik yang ditandai dengan terjadinya menstruasi. Saat menstruasi jika personal hygiene buruk bisa mengakibatkan infeksi saluran reproduksi (ISR), infeksi saluran kemih (ISK), penyakit radang panggul (PRP), dan kemungkinan terburuknya bisa menyebabkan kanker serviks. Salah satu cara untuk menghindari masalah tersebut yaitu dengan melakukan praktik perilaku personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku personal hygiene pada remaja putri di SMP Negeri 4 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara non propability sampling dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 responden (63,3%) berperilaku baik, sedangkan responden yang berperilaku buruk berjumlah 28 responden (36,8). Temuan ini menunjukkan gambaran perilaku yang baik.

Fifi Nur Faltehal; Hapsah Hapsah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Coronavirus is an infectious human disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). D-dimer affects the mortality rate of COVID-19 patients due to an impaired immune system and an excessive inflammatory process that leads to tissue damage, leading to death conditions. The increase in COVID-19 severity correlates with an elevation in D-dimer levels. Elevated D-dimer levels have become an important marker in monitoring the condition of severe COVID-19 patients, as they are associated with worse outcomes and increased mortality in severe COVID-19 cases. To determine the relationship between D-dimer levels and mortality in severe COVID-19 patients.This research used a descriptive and analytical study with a cross-sectional design to determine the correlation between D-dimer levels and mortality in severe/critical COVID-19 patients. Data were obtained from secondary sources of medical records of confirmed severe/critical COVID-19 patients at Dr. Pirngadi Regional General Hospital. There is a correlation between D-Dimer levels and mortality in confirmed severe COVID-19 patients with moderate severity. A significant association exists between elevated D-Dimer levels and mortality in confirmed COVID-19 patients with moderate severity. This study also indicated that there are more male COVID-19 patients compared to females. Older individuals (elderly) in this study, aged over 45 years, are more likely to be infected with COVID-19 compared to those under 45 years of age.

Simbala Mutaqqin; Misbahul Syamsudin; Stevanie Palonto; Tyas R. Airlene

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pada lansia terdapat masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kesakitan (mortalitas) dan hingga saat ini hipertensi masi menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi pada seseorang yang sudah lanjut usia.

Stefanus Gardino Setyo D; Yohanes Firmansyah; Putri Bennya Aisyah; Murni L Naibaho

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 . Data epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, menyatakan terdapat 4265 orang dewasa dan anak dengan COVID-19 yang dirawat di 55 rumah sakit rujukan COVID-19 selama lima bulan pertama epidemi.Vaksin dianggap sebagai alat untuk pencegahan dari penyakit menular. Vaksinasi anak berkontribusi untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Efikasi vaksin dalam mencegah mortalitas pada anak membuat peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai gambaran cakupan vaksinasi COVID-19 pada pasien anak penderita COVID-19 terkonfirmasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian cross-sectional ini bertujuan untuk melihat proporsi penerima vaksin COVID-19 pada anak yang terkonfirmasi COVID-19. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dengan mengambil data kasus anak COVID-19 dengan rentang usia 6-12 tahun. Berdasarkan hasil data yang didapatkan dari wilayah Kecamatan Cempaka Putih didapatkan bahwa Penelitian terdiri dari 366 responden dengan laki-laki 193 (52,7%) dan perempuan 173 (47,3%) serta rerata usia 9,52 (1,90) tahun. Tanda dan gejala COVID-19 umumnya adalah pilek (54,1%), batuk (57,4%),dan demam (44,2%), namun adapula yang datang tanpa gejala (38,5%). Jumlah anak terkonfirmasi COVID-19 yang belum menerima vaksinasi COVID-19 sebanyak 287 (78,4%) responden.  

Fauziyyah, Idda; Eppy Setiyowati; Erna Ni’matus Sa’diyyah; Novianti Fatimatus Zahro; Mutmainnah Mutmainnah +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus adalah kesehatan global, insiden, morbiditas, serta mortalitasnya lebih besar diantara lansia daripada yang lebih muda. Karena diabetes ialah penyakit kronis yang membutuhkan pergantian gaya hidup serta kepatuhan diet yang signifikan, dukungan sosial ialah faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan penderita dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis dukungan sosial dan kualitas hidup lansia penderita DM di daerah kerja Karangrejo Sawah Kelurahan Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan crosss-ectional. Pengambilan sampel sebanyak 32 lansia, menggunakan kuesioner Multidimensional Scale Of Perceived Social Supportdan Diabetes Quality of Life . Data yang terkumpul disebarluaskan oleh SPSS dan dianalisis pearson chi-square untuk membangun adanya hubungan dukungan sosial dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat dukungan sosial tinggi sebesar 59,4%, sedangkan tingkat kualitas  hidup sedang sebesar 59,4%, terkait correlation ditemukan adanya hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup dengan p value 0,06 (<0,05). Hasil penelitian yaitu terlihat bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada lanjut usia diabetes mellitus.