Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

W, Vela Tiara; Trisiana, Anita; U, Bagus Khotibul; A, Salsa Rizka; Dwi S, Intan +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAKNasionalisme adalah suatu ajaran untuk mewujudkan dan juga mempertahankan  negara. Dengan cara menciptakan suatu gagasan nama bangsa untuk kelompok warga yang memiliki tujuan dan masa depan yang sama untuk menciptakan kepentingan negara, dan nasionalisme juga dapat di artikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri.Coronavirus atau sering di sebut Covid-19 termasuk spesies jenis virus yang mengakibatkan penyakit yang menyerang makhluk hidup yaitu manusia dan hewan. Corona virus ini menyerang manusia dan menimbulkan sakit yang menyerang pada pernapasan, dimuali dari pilek hingga penyakit yang parah, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah contoh penyakit. Dalam penelitian, Corona bisa ditemui di feses, akan tetapi tetapi sampai bulan Maret 2020 belum  diketahui jika penularannya melalui feses, dan dampaknya diperkirakan cukup rendah. Covid-19 jenis baru ini ditemukan  manusia dalam kejadian luar biasa yang berasal dari Wuhan China, pada bulan Desember 2019, dan kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- COV2), dan mngakibatkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 yang memiliki ukuran dengan diameter 60- 140 nm. Corona secara genetic ini berbeda dari virus SARS-CoV dan MERS-CoV.Ketahanan Nasional merupakan cara yang digunakan untuk mengarahkan seluruh sumber daya nasional yang berisi kegigihan dimana kegigihan terdapat kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, guna menyambut dan mengutik semua rintangan, resiko, kendala, dan provokasi baik  internal maupun dari eksternal, langsung dan tidak langsung yang dapat mengubah moralitas, jati diri, dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dan kerja keras untuk menjejaki tujuan dari perjuangan nasional di Indonesia. Kata Kunci : Nasionalisme, Covid-19, Ketahanan Nasional NegaraÂ

Maria Marlina Dewi; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  peran  Pendidikan  Agama  Katolik dalam membentuk kepribadian peserta didik di SMA Negeri 1 Parenggean. Kepribadian yang buruk tidak hanya pada orang dewasa akan tetapi telah menjalar pada generasi muda. tingkat kematangan dan pengaruh lingkungan yang dialami serta merosotnya nilai- nilai moral dalam kehidupan masyarakat seperti tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri, rendahnya rasa hormat kepada orang tua, rendahnya rasa tanggung jawab individu,  ketidakjujuran,  rasa  ketidakpedulian,   kurang  bersyukur,   dan   kebenciaan terhadap sesama juga marak terjadi di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan  mengunakan  teknik  wawancara  dan  dokumentasi  dengan  9  informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data display (penyajian data), dan Conclusion/Verification (penarikan kesimpulan). Hasil peneititan ini menunjukkan bahwa peran Pendidikan Agama Katolik dalam membentuk kepribadian peserta didik di SMA Negeri 1 Parenggean sudah cukup baik. Dengan adanya pembelajaran Pendidikikan Agama Katolik membimbing dan membantu memperbaiki kepribadian peserta didik menjadi lebih baik. Pendidikan Agama Katolik menjadi pedoman dan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian peserta didik dan mengembangkan kepribadian peserta didik dengan menanamkan nilai kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab, peduli, saling menghormati, dan saling menghargai satu sama lain.

Irwan, Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kontroversi yang dominan pada dekade terakhir abad ke-20 ialah pertanyaan: “Apa yang komunitas internasional atau negara lain harus lakukan ketika sebuah negara tidak dapat atau tidak mau menghentikan pelanggaran HAM secara masif dan sistematis dalam wilayahnya (contohnya: perang sipil di Liberia pada tahun 1990, penindasan suku Kurdi di Irak Utara sejak tahun 1990, penindasan sipil di Provinsi Kosovo pada tahun 1999)? Apakah komunitas internasional memiliki kewajiban moral untuk mengintervensi negara itu, yang memiliki kedaulatannya sendiri, melalui intervensi kemanusiaan (humanitarian intervention) untuk mengakhiri pembantaian itu?” Walaupun ada konsensus umum tentang pentingnya intervensi kemanusiaan, tetapi aksi militer ini banyak diperdebatkan dalam bidang moral, hukum, politik, filsafat di dunia internasional. Dalam bidang moral, artikel sederhana ini mencoba mencari dasar moral dari intervensi kemanusiaan menurut teori dari Hugo Grotius. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.

Nanggala, Agil

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan relevannya peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Analisis data meliputi reduksi data, display data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu: 1) sebagai Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkompeten dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, karena struktur keilmuannya serta posisinya dalam kurikulum nasional Indonesia sangat mendukung, 2) sebagai Pendidikan Keadilan, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan dalam membentuk individu yang memiliki semangat keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai moralitas untuk menjauhi perilaku koruptif, serta berpartisipasi dalam membantu negara untuk mewujudkan keadilan sosial, 3) tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, tentu akan lebih efektif dan menyenangkan apabila menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang berfokus pada analisis kasus korupsi, sehingga peserta didik mampu mengetahui dan merefleksikan bahayanya praktik korupsi bagi keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kontroversi yang dominan pada dekade terakhir abad ke-20 ialah pertanyaan: “Apa yang harus dilakukan ketika sebuah negara tidak mau atau tidak dapat menghentikan pelanggaran HAM secara masif dan sistematis (misalnya: genosida) dalam wilayahnya?” Ada konsensus umum tentang pentingnya melaksanakan intervensi kemanusiaan untuk menghentikan pembantaian ini. Bagaimana moralitas intervensi kemanusiaan? Artikel ini mencoba mencari moralitas intervensi kemanusiaan menurut teori just war dari Francisco de Vitoria. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka. Berdasarkan teorinya, intervensi kemanusiaan adalah benar secara moral.