Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 313

Analytics

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

Novitasari, Dwi; Endah Tri Wahyuningtyas; Dina Anggraeni Susesti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel pengabdian ini menyajikan program partisipatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dan kebun hidroponik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Betro. Program dirancang berdasarkan kondisi awal berupa kebiasaan membuang sampah campur, belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, serta masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui analisis situasi, sosialisasi 3R, pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana, pembuatan demplot hidroponik, serta pendampingan kader. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action dan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan unsur PKK, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang pengelolaan sampah, munculnya kebiasaan memilah sampah dari rumah, terbentuknya titik kumpul sampah anorganik yang bernilai jual, serta pemanfaatan kebun hidroponik sebagai media belajar lingkungan dan sumber sayur rumah tangga. Integrasi kedua program mendorong perubahan perilaku yang lebih nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Adfan Majdi, Muhammad; Puspıta Bhakti, Nabila Hani; Azzahra Zakiya, Lyontin Azka; Muliono Redjosar, Slamet

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini membahas program UKPI Pengajaran yang dilaksanakan oleh UKPI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, dampak, dan luaran dari program UKPI Pengajaran terhadap mahasiswa maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program UKPI Pengajaran memberikan dampak positif terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar, kedisiplinan, serta keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa dalam bidang komunikasi, pengajaran, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran siswa dalam kegiatan pengajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program UKPI Pengajaran merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya membantu proses pendidikan di sekolah, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter siswa maupun siswa secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat lingkungan.

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Subrata, Tedy; Salmah, Salmah; Markuat, Markuat; Yanti Kirana; Pitrotussaadah , Pitrotussaadah

Jurnal Pengabdian Sosial 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Criminal law socialization is a crucial form of community empowerment in building awareness, compliance, and legal order in the social environment. This activity is motivated by the limited understanding among some members of the public regarding what constitutes a crime, the potential legal consequences, and the appropriate steps to take when facing legal issues. This lack of legal literacy can leave people vulnerable to committing violations, becoming victims of crime, or resolving conflicts in ways that are inconsistent with legal provisions. Therefore, this socialization activity aims to provide a basic understanding of criminal law, raise public awareness of the importance of obeying the law, and encourage active community participation in creating a safe, orderly, and just environment. The activity is implemented through counseling, interactive discussions, questions and answers, and the presentation of simple case studies relevant to everyday life. The material presented includes the definition of criminal law, types of crimes frequently occurring in society, legal sanctions, the rights and obligations of citizens, and the role of the community in preventing legal violations. Through a communicative and participatory approach, it is hoped that the community will more easily understand the material and be able to connect it to real-world problems in their environment. The expected outcomes of this activity are increased public understanding of criminal law, increased awareness to avoid unlawful acts, and increased public courage to report criminal acts to the authorities. Thus, criminal law socialization serves not only as an educational activity but also as a community empowerment strategy in building a legal culture. This activity is expected to encourage the formation of a legally aware, responsible community that plays an active role in creating a law-abiding environment.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Mhd. Ansor Lubis; Azwir Agus; Muslim Harahap; Gerald Elisa Munthe; Sugih Ayu Pratitis +2 more

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER) plays a strategic role in supporting sustainable development through improving community welfare and environmental protection. However, the implementation of CSER in regional areas still faces several challenges, including the lack of optimal local regulations, weak coordination among stakeholders, and limited understanding among the public and business actors regarding CSER implementation. This community service activity aims to provide socialization regarding the preparation of the Academic Draft for the Regional Regulation Initiative of the Regional House of Representatives (DPRD) of North Sumatra Province in 2025 concerning CSER. The activity was carried out through lectures, interactive discussions, and academic assistance involving local government representatives, academics, business sectors, and the community. The results of the activity indicated an increased understanding among participants regarding the importance of establishing the CSER Regional Regulation Draft, the mechanism for preparing academic manuscripts, and the need for collaboration between the government, companies, and the community in supporting participatory and sustainable regional regulations.

Abella Puspita Agustin; A. Zuliansyah; Ersi Sisdianto

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Isu keberlanjutan penting bagi Bank Umum Syariah (BUS) yang mengedepankan keadilan dan kemaslahatan. Namun, implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) masih terkendala variasi kualitas pengungkapan, rendahnya transparansi, serta pembiayaan hijau yang belum optimal. Penelitian ini menganalisis pengaruh ESG terhadap keuangan berkelanjutan pada BUS di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda, sampel terdiri dari 10 BUS dari populasi 14 bank, dipilih secara purposive sampling berdasarkan laporan keberlanjutan 2020–2024. Data dianalisis dengan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi melalui IBM SPSS 25. Hasil menunjukkan Environmental dan Governance berpengaruh negatif signifikan terhadap Keuangan Berkelanjutan, sedangkan Social tidak berpengaruh signifikan meski berarah positif. Secara simultan, ESG berpengaruh signifikan dengan adjusted R2 0,172, artinya ESG hanya menjelaskan 17,2% variasi Keuangan Berkelanjutan. Temuan ini menegaskan implementasi ESG pada BUS perlu diperkuat, terutama aspek sosial dan tata kelola, agar selaras prinsip syariah

Galuh Nabila Audry Rahmania; Risma Anita Puriani

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Adolescent mental health is a crucial factor in supporting students’ academic success, social interactions, and personal development within the school environment. The various pressures faced by adolescents such as academic demands, developmental changes, and the influence of social and digital environments can increase the risk of mental health issues. Therefore, effective protective factors are needed, one of which is social support. This study aims to examine the relationship between social support and adolescent mental health in the school environment using a qualitative method with a literature review approach. Data were obtained from relevant, openly accessible national journals published between 2020 and 2025. Analysis was conducted using content analysis on 14 articles that met the inclusion criteria. The results of the study indicate that social support has a positive and significant relationship with adolescents’ mental health. Support from family, peers, and teachers has been shown to reduce stress and anxiety levels, as well as improve students’ psychological well-being, resilience, and coping abilities. Conversely, low levels of social support contribute to an increased risk of mental disorders among adolescents. Thus, social support serves as an important protective factor in maintaining and improving students’ mental health. The implications of this study underscore the importance of the involvement of families, schools, and the social environment in building a sustainable support system for adolescents.

Devina Aulia Wardani; Siti Aisyah; Titek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran akuntansi keberlanjutan dalam mengoptimalkan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memperkuat transparansi korporasi. Mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur dari jurnal ilmiah, buku, serta laporan keberlanjutan PT Unilever Indonesia Tbk, hasil penelitian mengungkap bahwa akuntansi keberlanjutan secara signifikan meningkatkan performa ESG pada dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola, sekaligus mempertajam transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan stakeholders. Meskipun demikian, tantangan utama meliputi kurangnya standar pelaporan yang seragam dan kesulitan pengukuran data non-keuangan. Secara keseluruhan, akuntansi keberlanjutan menjadi instrumen strategis untuk mendukung peningkatan kinerja ESG dan keberlanjutan bisnis berkelanjutan.

Dudiyanto Pakaya

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Population mobility is a dynamic phenomenon that plays an important role in regional development processes. Population movement is influenced by various interconnected factors, particularly social, economic, and environmental aspects. This study aims to analyze the factors influencing population mobility using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from relevant national and international scientific literature published within the last ten years. The results indicate that economic factors are the primary determinants driving population mobility, particularly in relation to employment opportunities and income improvement. Meanwhile, social factors such as education and social networks act as supporting elements in the mobility process. Environmental factors also show significant influence, especially in the context of climate change, natural disasters, and environmental degradation. The interaction among these factors demonstrates that population mobility is a multidimensional phenomenon that requires a comprehensive analytical approach. This study is expected to contribute to the development of population studies and serve as a reference for sustainable development policy formulation.

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

Aditya Saputra Firman Nurhaya; Intan Kusumaningayu; Mufidah Mufidah

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The relocation of the Social Welfare Shelter Environment (Lingkungan Pondok Sosial/Liponsos) in Sidoarjo represents a strategic effort to address social and spatial issues characterized by overcapacity, limited facilities, and an inadequate living environment that does not fully support the physical and psychological needs of people with social welfare problems (PMKS). These conditions indicate that the challenges faced by Liponsos are not merely social in nature but are also closely related to the quality of the built environment, which significantly influences the rehabilitation and recovery process of its residents. Therefore, a human-centered design approach is required in planning social service facilities. This study aims to analyze the application of humanistic architecture principles in the planned relocation of the Sidoarjo Liponsos as a foundation for creating a more livable, dignified, and user-oriented environment. The research employs a literature review method by collecting data from relevant books, journals, regulations, and previous studies. The analysis is conducted using descriptive and content analysis to examine the relationship between humanistic architectural principles and the needs of residents within social welfare facilities. The results indicate that the humanistic architectural approach is highly relevant to the relocation of Liponsos, particularly through spatial zoning based on levels of privacy and security, the provision of green open spaces and communal areas as media for social interaction and therapeutic activities, and the design of self-development spaces that support rehabilitation and empowerment. The implementation of these principles is expected to create a built environment that not only fulfills basic functional requirements but also supports psychological recovery, social stability, and sustainable improvement in the quality of life of PMKS residents.  

Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.

Abas, Mamat; Frans Mitran Ajami; Risti Ristianingsih Badu; Ukhti Nurfajriah Sasmita Ijonu

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Suka Makmur di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan wilayah beriklim panas dengan kondisi permukiman yang cenderung gersang akibat minimnya pemanfaatan pekarangan rumah. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi budidaya sederhana menyebabkan pekarangan dibiarkan kosong dan tidak memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui penerapan teknologi hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) sebagai upaya penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan perakitan instalasi hidroponik, serta praktik budidaya langsung. Pelaksanaan program menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan, ditandai dengan kemampuan warga merakit sistem NFT, mengelola nutrisi, serta memelihara tanaman hingga masa panen. Selain itu, pekarangan warga mulai mengalami perubahan menjadi ruang hijau produktif yang mampu menurunkan kesan gersang pada lingkungan permukiman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi hidroponik dan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.