SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Dissurul, Nailah Shaqiqoh; Wally, Laura Faradina; Zuleika, Rizqia Awalia; Antoni, Sarah Jessica Amelia Putri; Maulidina, Rara Ayu Jihan Farrawansa +1 more

Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

The development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.vThe development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.

Muhammad Yusan Al Anshari; Setyawan Wibisono

Jurnal Elektronika dan Komputer 2023 STEKOM PRESS

The large number of needs for shipping goods at this time results in freight forwarding service companies having to continue to grow and compete to win the market. Online shop users will also be very confused and have difficulty in choosing a goods delivery service so they consider other factors in choosing a goods delivery service. Starting from prices, ratings, delivery time to the number of branches, online shop users are confused about choosing the best delivery service according to user needs, therefore complete data and an assessment method are needed to find out which delivery service suits the user's wishes. This study aims to develop a decision support system for selecting the best delivery service using AHP-COPRAS with the criteria of price, rating, delivery time and number of branches. the branch will make the delivery service the best choice, this is because the price and rating criteria have the highest weight. On the other hand, shipping services with high prices, small ratings and few branches will be the lowest choice in the ranking list.

Yohanes Surya

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Saat ini, dengan munculnya e-commerce di Indonesia, orang hanya tinggal di rumah, membeli barang secara online dan mengirimkannya langsung ke rumah. Semua dapat dilakukan dengan beberapa klik atau ketukan. Dengan mempertimbangkan kemudahan ini, minat belanja online semakin meningkat. E-commerce di Indonesia tumbuh signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Barometer Konsumen Google bersama toko online Elevenia, Jumlah transaksi online di Indonesia meningkat, 78% responden berbelanja online melalui gadget seluler. di Indonesia mencatat 41% penjualannya berasal dari Jakarta, namun enam bulan kemudian angka ini turun menjadi 22%. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta juga memberikan kontribusinya terhadap pasar e-commerce di Indonesia, termasuk masyarakat di kota Semarang. Dengan semakin merabahnya perkembangan industri e-commerce Transmart berinovasi dengan meluncurkan Transmart Home Dilevery (THD) diharap mampu membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat terutama produk fresh food namun tetap meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Dengan semakin maraknya perkembangan perbelanjaan online Transmart hadir dengan memberikan pelayanan yang aman, praktis dan juga nyaman bagi pelanggan. Riset yang dilakukan oleh Association of E-commerce Indonesia (IDEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) menemukan bahwa produk fesyen mendominasi pasar e-commerce sebagai produk yang paling sering dibeli, diikuti oleh gadget seluler, elektronik konsumen, buku dan majalah, dan bahan makanan. Dengan berkembangnya e-commerce, persaingan antar toko online menjadi semakin ketat. Banyak perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang berubah-ubah. Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, perusahaan harus memahami pentingnya kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas akan membeli produk lagi, membicarakan produk dengan baik kepada orang lain. Terutama di pasar e-commerce jika orang menemukan produk serupa dengan harga lebih rendah dan kualitas lebih tinggi, mereka dapat dengan mudah pindah dan membeli dari pesaing yang lebih gesit. Masalah belanja online lainnya adalah layanan pengiriman yang buruk yang mengakibatkan kedatangan produk terlalu lama atau bahkan rusak. Layanan pengiriman sangat penting dalam e-commerce, karena merupakan tahap terakhir dari proses pemenuhan pesanan dan dari sudut pandang konsumen, yang paling kritis. Pengiriman tepat waktu dan andal harus menjadi prioritas nomor satu dan sangat penting untuk keberhasilan setiap toko online. Penelitian ini mengambil obyek di Transmart Setiabudi Kota Semarang, karena masa pandemi COVID-19 ini meluncurkan layanan pesan antar Transmart Home Dailivery (THD) yang dapat diakses melalui website thd.transretail.co.id ataupun dengan cara scan QR code yang terdapat pada seluruh sosial media Transmart Carrefour. Peluncuran layanan pesan antar ini diharap mampu membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat terutama produk fresh food, namun tetap meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Permasalahan yang diangkat penelitian ini adalah bagaimanakah dampak online fresh product delivery service dan pakaging produk dalam upaya meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini sesuai renstra Universitas 17 Agustus 1945 dalam topik tata kelola bisnis perusahaan.

Muhammad Rifki Nitibaskoro; M Syaviq Mughni Alghifari; Ahmad Anang Maulana; Syarif Hidayatuloh

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perkembangan bisnis saat ini yang sangat kompetitif dan berkembang pesat karena aktivitas aktivitas dalam pemenuhan kebutuhan hidup tidak terlepas pada sektor transportasi dalam pengiriman barang dan material. Semua penyedia jasa mulai beralih ke media E-commerce dan menggunakan internet untuk media pertukaran informasi dan komunikasi. Perusahaan di Indonesia yang menggunakan media E-commerce yaitu Go-Jek di mana memiliki 100 ribu cabang di 50 kota. peneliti ingin mengetahui tingkat pengaruh kualitas pelayanan pada jasa E-Commerce Go-Jek termasuk pelayanan pengirimannya terhadap keputusan pembelian masyarakat. Hasil uji regresi linier sederhana menyatakan bahwa semakin banyak penyedia layanan, yaitu Go-Food, yang memberikan kualitas layanan yang diharapkan, maka akan meningkatkan penjualan produk karena terdapat pengaruh yang cukup positif dan signifikan antara variabel  kualitas pelayanan Go-Food terhadap variabel keputusan pembelian.