Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Sari Pulungan, Dina Delda; Jumari, Jumari; Muhayat, Imam

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya informasi yang lengkap, baik dari buku-buku maupun naskah-naskah kajian keagamaan tentang permasalahan dan perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam khususnya di Bali. Juga, keunikan-keunikan di Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar yang ditemukan dari studi pendahuluan. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020?; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Dari deskripsi lokasi penelitian membuktikan adanya kesigapan, kepatuhan, dan kecermatan yayasan terhadap kondisi internal dan eksternal yayasan. Selain mengalami evolusi yang demikian pesat, Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar juga mengalami stagnasi dan involusi pada beberapa aktivitasnya, dan 2) Kendala terbesar yang dihadapi yayasan, yakni; penyediaan lahan dan bangunan, persetujuan ijin dari lingkungan, serta kesiapan SDM yang profesional, qualified, dan kompeten. Solusi yang dilakukan yayasan, yakni; dengan sewa kontrak lahan, topangan dana dari usaha yayasan, pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar maupun pejabat terkait, dan meminta bantuan tenaga ahli termasuk guru dan staf dari Jawa.

Alfi Muklis Kurniawan; Fitrian Prila Warndani; Widji Dias Astuti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

M. Anam Rahardyan; Loekman Mohamadi; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Telaga Mangunan merupakan telaga yang terletak kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar negara, selama bertahun-tahun telaga ini belum di optimalkan padahal memiliki panorama yang eksotis. Perancagan Kawasan Wisata Telaga Mangunan juga dapat mendorong terciptanya lingkungan hidup yang serasi dan harmonis karena wisatawan yang tujuan utamanya berekreasi menginginkan sesuatu, lingkungan yang menimbulkan suasana baru dari kejenuhan kehidupan sehari. Kawasan wisata telaga mangunan di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menjadi Tempat rekreasi dan wisata untuk umum yang di dalamnya terdapat telaga wisata air dan bangunan penunjang seperti Penginapan, Restoran, Gedung serbaguna, cafe, souvenir dan oleh-oleh serta fasilitas penunjang lainnya. Memiliki fungsi dimana Kawasan yang akan di rencang merupakan Kawasan Wisata yang berada di alam dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, maka dapat ditentukan jenis ragam arsitektur yang akan di gunakan pada perencanaan perencangan Kawasan Wisata Telaga Mangunan adaalah jenis ragam Neo Vernakular dengan di kombinasikan sedikit sentuhan arsitektur metafora untuk membentuk suatu bangunan yang sesuai dengan keberadaanya yakni Batik dan memiliki lahan berkontur yang membuat desain Kawasan ini semakin lebih menarik dan menantang. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Pahrudin, Rhegiyana

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju terutama dibidang teknologi elektro atau teknologi elektronika, banyak keuntungan yang didapatkan akan berkembangnya suatu teknologi namun semakin berkembangnya teknologi makin banyak pula tindak kriminal dan semakin pintar pula pelaku kriminal terutama pada pencurian kendaran. Kita membutuhkan lahan parkir yang aman untuk menyimpan kendaraan kita, peningkatan kemaanan merupakan salah satu yang harus diperhatikan dalam membuat perancangan sistem keamanan parkir. Sistem tersebut diharapkan menurangi tingkat kriminal yang ada disekitar kita. Perancangan sistem parkir ini menggunakan teknologi fingerprint sensor dan Barcode scanner. Bukan hanya sistem keamanan yang di perkuat alat ini pun dapat memberikan informasi data diri dan informasi kendaraan yang di tampilkan pada LCD dengan menggabungkan data sidik jari pengendara. Dengan menggunakan sistem fingerprint yang berkesinambungan dengan barcode scanner diharapkan menekan resiko pencurian kendaraan yang berada pada lingkungan parkir. Metode menyatukan Fingerprint sensor dan barcode scanner yaitu menggunakan mikrokontroler Arduino Wemos D1 R1 yang terkoneksi dengan internet.      Kata Kunci: Parkir, Fingerprint Sensor, Barcode Scanner, Arduino Wemos D1 R1

M. Daeni; Husnul Rizqi

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sampah merupakan persoalan yang kompleks. Pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak besar bagi produksi sampah. Produksi sampah tidak sebanding dengan pengelolaan sampah, dan  luas  lahan  yang  terbatas.  Kota  Semarang  mengelola  sampah  dengan  sistem  sanitary landfill yang  mampu menghasilkan   gas  metana  dari sisa sampah menghasilkan listrik  dan biogas.  Meskipun  sudah  menggunakan  sanitary  landfill  namun  masih  belum  mencukupi. Jumlah dan kualitas SDM, sarana prasarana pengelolaan sampah masih belum mencukupi. Pemerinath Kota Semarang telah pula melakukan pengaturan dengan menerbitkan Perda 6 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi kebijakan khususnya pasal 17 Perda Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah. Penelitian   ini  dilakukan   dengan   metote   deskriptif   kualitatif,   yang   pengumpulan   datanya dilakukan dengan observasi, dan wawancara mendalam didukung data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa   Pemerintah Kota Semarang sudah melaksanakan amanat sebagaimana pasal 17, namun belum optimal, karena produksi sampah yang terus bertambah, belum  sepenuhnya  didudkung  oleh  sarana  prasarana  yang  makin  baik,  kualitas  SDM  yang belum memenuhi dan partisipasi masyarakat yang rendah.