Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Kristina Natalia Sidauruk; Bernieke Anggita Ristia Damanik

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Lirik lagu merupakan bentuk khusus wacana puitis yang menjadikan bahasa figuratif sebagai sarana utama dalam mengkonstruksi dan menyampaikan realitas emosional. Penelitian ini mengkaji makna figuratif dalam lirik lagu pop "Someone Like You" karya Adele (2011) melalui kerangka semantik kognitif. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan menggunakan teori metafora konseptual (Lakoff & Johnson, 1980), teori metafora emosi (Kövecses, 2002), dan teori metonimi (Radden & Kövecses, 1999). Metaphor Identification Procedure (Pragglejaz Group, 2007) digunakan sebagai instrumen analisis utama. Analisis terhadap teks lirik secara keseluruhan mengidentifikasi 25 ekspresi figuratif dalam lima kategori: metafora konseptual (48%), hiperbola (20%), personifikasi (16%), metonimi (12%), dan simile (4%). Empat skema konseptual dominan melandasi lanskap emosional lirik tersebut: CINTA ADALAH PERJALANAN, KESEDIHAN ADALAH BEBAN FISIK, KENANGAN ADALAH RUANG FISIK, dan WAKTU ADALAH ENTITAS YANG BERGERAK. Skema-skema ini mencerminkan struktur kognitif yang berakar pada pengalaman tubuh dan telah terdokumentasi lintas bahasa dan budaya, sehingga menegaskan universalitas mekanisme metafora emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa lirik lagu pop mengandung kompleksitas figuratif yang sistematis dan sebanding dengan genre sastra yang sudah mapan, serta mendukung produktivitas analisis semantik kognitif sebagai metodologi kajian wacana musikal.

Fadia Rachma Putri; Agustina Kusuma Dewi

Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain 2026 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

The phenomenon of emotional healing has become increasingly prominent in popular culture as the younger generation experiences increasing loss, emotional exhaustion, and numbness. Popular music serves as a medium of expression, representing these emotional dynamics through poetic language and symbolic structures. This study aims to analyze the emotional representation of healing in Umay Shahab's song "Perayaan Mati Rasa" using Roland Barthes's semiotic approach. The research method used is descriptive qualitative, analyzing three layers of meaning: denotation, connotation, and myth, through breaking down the lyrics into several lexicons and reading signs. The results show that (1) denotatively, the lyrics construct an emotional arc from inner tension to self-contemplation; (2) connotatively, the use of diction and imagery represents vulnerability, resilience, and emotional reflection; and (3) at the mythical level, the song constructs release as a form of emotional maturity and loss as a process of identity formation. Thus, this song functions as a cultural representation in interpreting the process of emotional healing in popular culture.

Lilipory, Anna Novinta; Soplanit, Felani; Anakotta, Elka

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study seeks to interpret the meaning of the lyrics in the song “Ada Titik‑Titik di Ujung Doa” by Sal Priadi through Schleiermacher’s hermeneutic approach. The song reveals a subtle spiritual dimension by means of metaphor and poetic language, portraying prayer as a personal, reflective, and hope‑laden form of inner conversation amid the uncertainty of life in the post‑pandemic era. By adopting a qualitative interpretive method, the research examines the song lyrics through Schleiermacher’s two principal dimensions: grammatical interpretation and psychological interpretation. The analysis shows that prayer in this song is not merely a conventional religious ritual, but an existential expression of human beings facing loss, isolation, and unfulfilled hopes. The phrase “titik‑titik di ujung doa” functions as a symbolic space of incomplete psycho‑spiritual longing, in which prayer is understood as an open, fragmented, and repetitive process, as well as a medium for reconciling with the past and seeking forgiveness for both oneself and others. Within Schleiermacher’s hermeneutic framework, the interpretation of these lyrics suggests that prayer in contemporary Indonesian pop music serves as a representation of human resilience, personal, reflective, and subtly critical of the notion that divine response must always be complete and perfectly resolved.

Chelsea Putri Maulana; Imanuel Roberto; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas fungsi dan representasi bahasa Indonesia dalam lirik lagu “Takut” karya Idgitaf sebagai media pengungkapan pengalaman emosional. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa lirik lagu “Takut” karya Idgitaf merepresentasikan fungsi dan peran bahasa Indonesia secara kuat dan efektif, khususnya sebagai media ekspresi emosional dan refleksi pengalaman hidup. Fungsi dan representasi bahasa Indonesia lagu “Takut” karya Idgitaf memiliki penggunaan kosakata sehari-hari dan menyiratkan kejujuran pesan mencapai 83,3%. Akan tetapi, aspek kedalaman makna bahasa Indonesia dalam karya musik pop hanya 50%, sedangkan representasi emosi takut sesuai judul lagunya mencapai 100%. Bahasa Indonesia dalam lirik “Takut” merepresentasikan identitas generasi muda yang reflektif, rentan, dan berani mengungkapkan perasaan secara terbuka. Bahasa tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun makna tentang ketakutan sebagai bagian dari proses mengenali diri dan hubungan sosial. Bahasa Indonesia dalam lagu ini secara dominan menjalankan fungsi ekspresif dan emotif, yang terlihat dari kemampuannya mengungkapkan perasaan takut, cemas, dan keraguan secara jujur serta dekat dengan realitas pendengar.

Siti Erika Nurazizah; Silvi Nafrila; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai budaya Indonesia dalam lirik lagu pop sebagai bentuk ekspresi budaya dalam musik populer kontemporer yang dianalisisi berdasar nilai-nilai budaya yang dominan dalam lirik lagu pop Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap 25 lirik lagu pop Indonesia berdasarkan tingkat popularitas, relevansi tema, dan keterkaitannya dengan nilai budaya Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai budaya yang dominan ditemukan dalam lagu pop Indonesia meliputi nilai religiusitas, kekeluargaan, gotong royong dan solidaritas sosial, kesantunan, serta nasionalisme. Nilai-nilai tersebut disampaikan baik secara eksplisit maupun implisit melalui bahasa kias, metafora, dan narasi emosional yang mudah dipahami oleh pendengar. Lirik lagu pop dapat dipandang sebagai teks budaya yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga merefleksikan norma, pandangan hidup, dan dinamika sosial masyarakat Indonesia di tengah perkembangan industri musik populer. Lirik lagu pop Indonesia mengandung berbagai nilai budaya yang mencerminkan identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui bahasa yang komunikatif dan mudah diterima, lagu pop berperan penting dalam melestarikan serta menanamkan nilai budaya di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, lagu pop Indonesia tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dan kultural dalam kehidupan masyarakat.