SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

24,832 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 82

Analytics

Reyhan Jaya; Fitra Dharma; Agrianti Komalasari; Doni Sagitarian Warganegara

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The banking sector plays a strategic role in supporting financial system stability and capital market development. Market performance, reflected through stock returns, represents investor confidence in a firm’s prospects and sustainability. In recent years, investors have increasingly considered non-financial factors such as intellectual capital and corporate social responsibility in evaluating firm value. However, empirical findings regarding the effect of these factors on market performance remain inconsistent, particularly in the Indonesian banking sector. This study aims to examine the effect of intellectual capital and corporate social responsibility on market performance of conventional commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from annual reports and sustainability reports. Intellectual capital is measured using the Value Added Intellectual Coefficient method, while corporate social responsibility is measured using a disclosure index based on the Global Reporting Initiative. Market performance is proxied by stock returns. Data analysis is conducted using multiple linear regression with the Ordinary Least Squares approach. The results indicate that intellectual capital and corporate social responsibility have a positive and significant effect on market performance. These findings suggest that effective management of intangible assets and social responsibility disclosure can enhance investor perception and firm value. The results provide important implications for bank management in formulating value-enhancing strategies and for investors in making investment decisions.  

Dissurul, Nailah Shaqiqoh; Wally, Laura Faradina; Zuleika, Rizqia Awalia; Antoni, Sarah Jessica Amelia Putri; Maulidina, Rara Ayu Jihan Farrawansa +1 more

Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

The development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.vThe development of the digital era has triggered a significant transformation in consumer shopping patterns, which have now shifted from conventional retail to Quick Commerce (Q-Commerce). This article analyzes the phenomenon of changing consumer behavior driven by preferences for speed, practicality, and time efficiency, with the COVID-19 pandemic as the main catalyst. The study highlights that the success of Q-Commerce is highly dependent on Logistics Service Quality (LSQ), particularly in terms of timeliness, courier interaction quality, and order condition. Despite offering convenience that disrupts physical retail, this business model faces serious sustainability challenges, including high last-mile operational costs, difficulty achieving profitability leading to the closure of several market players, and intense competition from hybrid retail models. In addition, traffic safety issues and increased carbon emissions are highlighted as social and environmental impacts. This study concludes that while Q-Commerce holds great potential, its sustainability requires strategic innovations that balance service speed with cost efficiency and ecological responsibility.

Lailatus Sa’adah; Lilik Puji Lestari; Friska Devita Sari; Ahmad Ardi Hamzah; Brian Dickson Argatumewa

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to provide a comprehensive overview of the implementation of green finance and its relationship with the financial performance and profitability of banking institutions in Indonesia. Although sustainable finance policies have been continuously strengthened by regulators and stakeholders, the contribution of green financing to overall banking performance is still developing gradually, making it important to conduct a more focused and systematic analysis of its effectiveness. This research specifically aims to describe the application of green financing practices, assess financial performance conditions, and analyze bank profitability during the 2020–2024 period. The study employs a descriptive quantitative approach using secondary data on green financing distribution, financial performance indicators such as the Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loans (NPL), and Loan to Deposit Ratio (LDR), as well as profitability measured through Return on Assets (ROA). The findings indicate that the implementation of green finance has the potential to enhance long-term financial stability and improve profitability in the banking sector. This study implies that expanding green financing can serve as a relevant and sustainable business strategy for the banking industry while simultaneously supporting national sustainability and environmental development objectives.

Devisius Odo; Devisius Odo; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem telemetri guna memantau kinerja panel surya pada beberapa lokasi dengan menggunakan komunikasi jarak jauh dan platform Internet of Things (IoT). Metode pemantauan konvensional memiliki keterbatasan dalam menyediakan data secara real-time pada area yang luas, sehingga evaluasi kinerja jarak jauh menjadi kurang efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sebuah sistem pemantauan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor INA219 untuk mengukur tegangan dan arus, modul GPS Neo-M8 untuk identifikasi lokasi, modul Real-Time Clock (RTC) DS3231 untuk pencatatan waktu, serta modul LoRa RA-02 sebagai media komunikasi nirkabel. Setiap node pengirim dilengkapi dengan modul MicroSD untuk menyimpan data pengukuran secara lokal. Data hasil pengukuran dikirimkan melalui LoRa ke unit penerima dan ditampilkan secara real-time pada platform Thinger.io. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa sensor INA219 memiliki rata-rata galat pengukuran arus sebesar 0,71% dan galat pengukuran tegangan sebesar 0,1%. Pengujian GPS menunjukkan koordinat lokasi yang stabil dengan tingkat akurasi sekitar ±3 hingga ±8 meter. Seluruh data pengukuran berhasil dikirim, disimpan, dan ditampilkan tanpa kehilangan data yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menyediakan pemantauan parameter panel surya secara jarak jauh yang andal dan efisien dalam kondisi lapangan.

Muhammad Fikri Setiawan; Bambang Irawan; Bambang Irawan

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Polusi udara partikulat halus (PM2,5) merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Faktor penyumbang utamanya adalah emisi kendaraan di jalur Pantura, aktivitas industri perikanan, serta konsentrasi tinggi selama musim kemarau (Juni–November). Tidak adanya model peramalan sub-jam yang akurat menghambat pengembangan sistem peringatan dini yang efektif. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi model deep learning berbasis Transformer untuk memprediksi konsentrasi PM2,5 dengan resolusi waktu 15 menit. Data yang digunakan berasal dari NASA GEOS-CF (band PM25_RH35_GCC) yang diakses melalui Google Earth Engine menggunakan API Python. Dataset mencakup periode 1 Januari hingga 22 November 2025, menghasilkan 7.813 observasi per jam, yang kemudian diinterpolasi linear menjadi 31.249 titik data dengan resolusi 15 menit. Arsitektur Transformer terdiri dari 3 lapis enkoder, 4 kepala perhatian multi-head, dimensi embedding 128, dimensi feed-forward 256, panjang sekuen 60 timestep, dan augmentasi fitur menggunakan rerata bergulir (*rolling mean*, jendela = 3) dan beda pertama (*first difference*). Pelatihan dilakukan dengan TensorFlow-Keras, pengoptimal Adam, penjadwal peluruhan kosinus (*cosine decay scheduler*), dan fungsi kerugian Huber. Pembagian data dilakukan secara kronologis: 70% pelatihan, 30% validasi. Evaluasi pada set uji independen (16 Agustus–21 November 2025, 9.357 observasi atau 97 hari 11 jam 15 menit) menghasilkan MAE 0,7691 µg/m³, RMSE 1,2052 µg/m³, R² 0,9945, dan *Explained Variance Score* 0,9948. Model ini mampu menggambarkan variasi diurnal dan anomali musiman secara akurat, jauh melampaui model LSTM dan GTWR konvensional. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan di bidang Teknologi Informasi melalui kerangka kerja pengolahan *big data* satelit untuk aplikasi lingkungan.

Aldhino Septian Yoga Utama; Pangestu, Agam; Fajar Fisabilillah, Rafli; Aufa Azmi Thahir, Muhammad; Kanti Pangestuti, Endah +1 more

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis perilaku lentur balok beton bertulang dengan tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) dibandingkan tulangan baja konvensional, ditinjau dari beban maksimum, lendutan maksimum, dan pola keruntuhan. Pengujian eksperimental dilakukan pada balok beton mutu K-225 berdimensi 150 × 150 × 600 mm menggunakan metode pembebanan dua titik. Benda uji terdiri atas balok kontrol (BKA dan BKB) serta balok variasi (BVA dan BVB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok bertulangan GFRP memiliki kapasitas beban maksimum yang lebih tinggi, dengan peningkatan dari 28,68 kN menjadi 58,40 kN (103,6%) pada BKA–BVA dan dari 55,71 kN menjadi 68,01 kN (22,1%) pada BKB–BVB. Namun, balok variasi mengalami lendutan maksimum yang lebih besar, yaitu 7,74 mm dan 5,38 mm, dibandingkan balok kontrol sebesar 2,22 mm dan 2,92 mm. Pola keruntuhan menunjukkan bahwa balok kontrol mengalami keruntuhan lentur yang bersifat daktail, sedangkan balok variasi cenderung mengalami keruntuhan rapuh dengan dominasi retak lentur dan geser. Hasil ini menunjukkan bahwa tulangan GFRP efektif meningkatkan kapasitas beban balok, namun disertai dengan lendutan yang lebih besar dan keruntuhan yang lebih cenderung getas.

Mukhlis Ainur Rahman; Nuru Aini; Nor Halimah; Siti Nur Khofifah; Devita Sari +3 more

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Perkembangan sistem informasi seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang signifikan, berperan dalam penyimpanan, pengelolaan, dan pendistribusian informasi. Salah satu contohnya adalah dalam pengelolaan data instalasi kabel serat optik. Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan, sebagai instansi pemerintah, menghadapi tantangan dalam pencatatan data serat optik yang masih dilakukan secara konvensional menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti merancang dan mengembangkan "Sistem Informasi Instalasi Kabel Serat Optik di Kabupaten Bangkalan." Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data, menyederhanakan proses pencatatan, dan mempercepat akses informasi kepada pihak terkait. Hasil pengelolaan data dalam sistem informasi ini mencakup empat proses utama: pengelolaan data titik instalasi, pengelolaan data lokasi, pengelolaan data pengguna, dan pengelolaan data kecepatan internet. Penerapan metode waterfall dalam perancangan sistem informasi ini memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data. Perancangan sistem informasi ini terdiri dari lima (5) perancangan utama yaitu: 1) Menampilkan halaman pengunjung ketika aplikasi diakses, 2) Menerima dan mengolah data berdasarkan tindakan CRUD (create, read, update, delete), 3) Melakukan verifikasi data login dan menampilkan pesan error apabila data login salah, 4) Menyediakan fitur pencarian data, dan 5) Menghasilkan laporan data instalasi.

Tito Bagaskoro, Januar; Tito Bagaskoro, Januar; Sholikhan, Muhammad; Dwi Setiawan, Nuris

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Industri portal lowongan kerja daring mengalami persaingan ketat, menuntut platform seperti Toploker.com untuk membangun brand awareness yang kuat, di mana iklan video menjadi strategi promosi yang sangat efektif. Namun, produksi video konvensional menghadapi kendala biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang lama. Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan solusi dengan mengotomasi produksi konten, mulai dari penyusunan naskah hingga personalisasi audio-visual. Penelitian empiris menunjukkan bahwa iklan video berbasis AI dapat meningkatkan tingkat engagement hingga 6–9 persen poin lebih tinggi dibandingkan iklan baseline dan meningkatkan efektivitas persuasi hingga 12,5% lebih tinggi dalam hal ekspektasi pendapatan. Untuk memastikan proses pengembangan konten video promosi yang menarik, efisien, dan relevan bagi audiens digital Generasi Z, penelitian ini mengadopsi kerangka kerja Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang mencakup tahap Konsep, Perancangan, Pengumpulan Bahan, Produksi, Pengujian, dan Distribusi. Tujuannya adalah merancang panduan teknis yang terstruktur untuk mengintegrasikan alat AI modern (seperti CapCut, Suno AI, dan Freepik AI) demi mengoptimalkan kualitas dan efisiensi produksi konten.

Alfianarrochmah, Ilma; Joko Herlambang, Rayfandy; Putri Deni, Delista; Kurnianingsih, Oktavia; Lautan Wijaya Nusantara, Johan

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Floor slabs are important structural elements in building construction that function as floor coverings and withstand various loads. The purpose of this study is to identify the implementation method of the slab work and analyze the material requirements for the slab work of the Joglo Elementary School Building Construction project. This research applies quantitative research type. The volume calculation method is manual (conventional). The calculation analysis is only limited to the work of reinforcing iron, formwork, and concrete. The implementation of floor slab work in this project includes reinforcement work, formwork work, casting work, formwork demolition work, and floor slab concrete maintenance work. The reinforcement requirement for the 1st floor needs 8,551.02 kg, the second floor 17,102.04 kg, and the third floor 17,102.04 kg. The formwork requirements for the 1st floor slab amounted to 1038.34 m2, the second floor amounted to 1038.24 m2, and the third floor amounted to 1038.34 m2. The casting requirement for the 1st floor slab is 103.83 m3, the 2nd floor is 124.60 m3, and the 3rd floor is 124.60 m3.

Dela Sekar Diani; Handini Pionita Sari; Herlina Yustati; Yetti Afrida Indra

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Penelitian ini menjelaskan perbedaan pemahaman tentang utang dari sudut pandang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di masyarakat dan institusi keuangan. Dalam ekonomi konvensional, utang dianggap sebagai perjanjian keuangan yang melibatkan bunga, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi. Sementara, dalam ekonomi Islam, utang dipahami sebagai alat sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan larangan riba, sehingga perjanjian utang harus bebas dari bunga serta ketidakadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur untuk meninjau konsep, prinsip, serta berbagai hambatan yang dijumpai dalam penerapan kedua sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis konten. Tujuan penelitian adalah untuk memahami secara mendalam konsep utang menurut perspektif Islam dan konvensional, mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan utang di kedua sistem ekonomi, dan menyajikan perbandingan aspek moral, akad, risiko, serta tujuan penggunaan utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, utang menekankan pada prinsip keadilan dan etika syariah yang melarang riba, berfokus pada kerja sama, serta mengutamakan perjanjian yang jelas dan tertulis dengan disertai saksi. Sementara itu, utang dalam ekonomi konvensional lebih mengedepankan aspek keuntungan dengan penggunaan bunga sebagai sumber utama profit. Dalam praktiknya, manajemen utang syariah menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah, terbatasnya akses ke instrumen syariah, dan kurangnya regulasi yang tegas. Di lain pihak, pengelolaan utang konvensional berhadapan dengan risiko suku bunga, ketidakstabilan fiskal, serta masalah transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini memberikan sumbangan akademis untuk pengembangan sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa mendatang.

Rahmadita Karunia; Risyda Tazkiyatun Nufus; Tiara Anggita Sari; Hawwa Syifa Azzahra; Aulia Rahma Putri Ananda Realita Islami +3 more

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This material provides an in-depth overview of the fundamental distinctions between Islamic banks and conventional banks, covering their underlying principles, contract types, operational mechanisms, legal frameworks, and organizational structures. Islamic banks operate based on Islamic values derived from the Qur’an, Hadith, and the rulings of the National Sharia Council (DSN-MUI), emphasizing strict prohibitions on riba, gharar, and maysir. Contracts such as wadiah, mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, salam, and istishna’ are applied to promote fairness and profit-sharing. In contrast, conventional banks rely on positive law and interest-based systems as their primary source of income. Legally, Islamic banks are supervised by the Sharia Supervisory Board (DPS) to ensure compliance with sharia principles, while conventional banks adhere solely to general financial regulations set by authorities like the Financial Services Authority (OJK) and Bank Indonesia. The operations of Islamic banks include fund mobilization, financing, and financial services without the use of interest, whereas conventional banks earn revenue from the interest spread between deposits and loans. Although both bank types share a similar organizational structure, Islamic banks incorporate an additional layer of sharia oversight. Overall, Islamic banks aim to balance profitability with ethical and spiritual values (falah), while conventional banks primarily focus on maximizing financial returns. This material highlights Islamic banking as an ethical alternative within modern financial practices, promoting justice, sustainability, and broader economic well-being.

Asa Zahrani; Salis Azkia; Hali Hali; Muhammad Aryandhi Fikri; Joni Joni +1 more

Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This article analyzes the fundamental differences between the mechanisms of fund collection and fund distribution in Islamic banks and conventional banks in Indonesia, based on DSN-MUI Fatwas and banking regulations. In general, both types of banks serve the same function—to collect and distribute funds to support economic activities. However, the main distinction lies in their operational principles. Conventional banks operate using a fixed interest system, establishing a creditor–debtor relationship. In contrast, Islamic banks operate based on Sharia principles that prohibit riba (usury). In fund collection, conventional banks use interest-based savings and deposit products, while Islamic banks apply Wadiah (safekeeping) and Mudharabah (profit-sharing investment) contracts. Regarding fund distribution, conventional banks provide interest-bearing loans, whereas Islamic banks offer financing through Sharia contracts such as Murabahah (cost-plus sale), Musyarakah (partnership), Mudharabah (profit-sharing), and Ijarah (leasing), emphasizing cooperation and risk-sharing. Although Islamic banking is regulated under Law No. 21 of 2008 and DSN-MUI Fatwas, it still faces several challenges, including the dominance of Murabahah financing and the low level of public literacy regarding Islamic financial systems.

Jeka Widiatmanta; Rima Dewi Oryza Sativa

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research presents a phenomenological inquiry aimed at deconstructing the conventional marketing paradigm and offering a deeper understanding of alternative practices. It specifically explores the anti-marketing strategy grounded in Islamic values as implemented at Warung Jendil Mbah Yamah, a traditional micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Blitar, East Java. Employing a qualitative approach combined with a phenomenological method, the study gathered rich and nuanced data through several techniques, including in-depth interviews with nine carefully selected informants, participatory observation over an extended period, and systematic documentation studies. The thematic data analysis conducted by the researchers revealed that the warung’s anti-marketing strategy rests firmly on three interconnected pillars: (1) a strong reliance on organic word-of-mouth  communication rather than paid advertising, (2) the deliberate creation of an authentic, personal, and inclusive customer experience that builds emotional bonds with visitors, and (3) the consistent integration of Islamic ethical values into every aspect of business operations. These findings provide a meaningful theoretical contribution by synthesizing the concepts of anti-marketing and Islamic entrepreneurship into a new model of “authentic marketing,” where ethical and spiritual values serve as the strategic foundation for long-term sustainability. In practical terms, the results offer guidance for the broader development of MSMEs in Indonesia, showing that authenticity, ethical commitment, and adherence to core values can represent a stronger and more sustainable competitive advantage than conventional promotional strategies.

Raden Roro Friska Sita Arifah

Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

In general, attacks on hospitals are prohibited under international humanitarian law (IHL), which aims to protect the life and health of civilians during armed conflicts. However, in certain circumstances, hospitals may lose their protection and thus become legitimate targets in warfare if they are considered to be involved in military activities or supporting the parties to the conflict. This brings into question the application of the principle of proportionality, which is an essential element of IHL. The principle of proportionality seeks to balance military necessity with the protection of civilians, requiring that the harm caused by military operations should not be disproportionate to the military advantage sought. This principle demands that military operations be conducted carefully to minimize harm to civilians and civilian objects, including hospitals. However, its application raises significant ethical questions regarding the moral justification of such actions, especially when hospitals are targeted in attacks. One prominent example that raises ethical concerns about this justification is the destruction of Al-Shifa Hospital in Northern Gaza. The hospital was destroyed in an airstrike during the conflict, causing severe harm to the civilian population that relied on this facility. While the principle of proportionality is designed to limit damage, attacks on hospitals such as Al-Shifa raise questions about whether the actions taken were truly consistent with this principle, particularly when the military gain achieved does not seem to outweigh the damage caused to human life and vital infrastructure. This article aims to explore the conventional moral justification of the principle of proportionality in international humanitarian law and evaluate its application in the case of Al-Shifa Hospital, challenging the boundaries of the principle in practice.

Sarnita Sarnita; Mustika Mustika; Tamtomo, Hario

Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to compare the financial performance of Islamic banks and conventional banks operating in Jambi Province during the 2021–2023 period. The approach used is comparative quantitative, with descriptive analysis and independent sample t-tests. Five key financial ratios were analyzed in this study: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Operating Expenses to Operating Income (BOPO), Net Interest Margin (NIM), and Loan to Deposit Ratio (LDR). Data were obtained from the quarterly financial reports of each sample bank, thus reflecting actual financial performance on a periodic and ongoing basis. The analysis shows significant differences in three key financial ratios: ROA, ROE, and BOPO. Conventional banks demonstrate higher levels of profitability and operational efficiency than Islamic banks. High ROA and ROE values reflect the effectiveness of conventional banks in generating profits from their assets and capital. Furthermore, lower BOPO ratios in conventional banks indicate a better ability to control operating costs. In contrast, no significant differences were found in the NIM and LDR ratios, indicating equality between the two types of banks in generating interest margins and disbursing credit or financing to customers. This finding has important implications for the development of the Islamic banking sector to be more competitive, particularly in terms of efficiency and profitability. Islamic banks are expected to improve their asset and operational management strategies to increase competitiveness amidst the dual banking system in Indonesia. This research also contributes to regulators in formulating policies that support the growth of Islamic banks in the regions. For academics and practitioners, this study broadens understanding of the dynamics of local banking financial performance and serves as a reference for further research on the effectiveness of the dual banking system in the regional context.

Wibisono, Arifin; Wibisono, Arifin; Adriono, Erwin

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi parameter Photovoltaic (PV) serta daya keluaran dari pembangkit listrik tenaga surya berbasis Genetic Algorithm. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui studi literatur, simulasi perangkat lunak, serta pengujian model matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dan komputasional yang berfokus pada pencarian nilai optimal dari parameter-parameter utama sistem PV, seperti tegangan, arus, dan resistansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses optimasi sistem PV, tahapan yang dilakukan meliputi pemodelan karakteristik PV, penyusunan fungsi objektif untuk memaksimalkan daya, penerapan algoritma genetika dalam mencari nilai parameter optimal, serta analisis hasil optimasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa algoritma genetika mampu meningkatkan efisiensi daya keluaran PV dibandingkan metode konvensional, serta menghasilkan parameter yang lebih sesuai terhadap kondisi iradiasi tertentu. Namun, dalam implementasi metode ini juga ditemukan beberapa kendala, seperti kompleksitas perhitungan dan kebutuhan waktu komputasi yang relatif tinggi. Selain itu, diperlukan penyesuaian lebih lanjut untuk penerapan algoritma ini dalam skala sistem pembangkit yang lebih besar.

Moch. Dimas Egi Asyam Al Dzakwan; Moch. Dimas Egi Asyam Al Dzakwan; Nur Ariesanto Ramdhan; Abdul Khamid

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama di Kabupaten Tegal, terutama menyerang anak-anak dan lansia, dengan 25.273 kasus tercatat pada Januari–Juni 2025. Faktor seperti kepadatan penduduk, polusi udara, dan sanitasi buruk mempersulit analisis konvensional dalam mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan dan memantau kasus ISPA secara akurat menggunakan pendekatan spasial. Metode Waterfall digunakan dalam pengembangan sistem, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Data spasial (koordinat lokasi) dan non-spasial (usia, jenis kelamin, jumlah kasus) dikumpulkan dari Dinas Kesehatan dan dianalisis menggunakan teknik kepadatan titik dan klaster untuk mengidentifikasi pola sebaran. Sistem ini dibangun dengan framework Laravel sebagai backend dan Leaflet.js untuk visualisasi peta interaktif. Hasilnya, SIG ini mampu memvisualisasikan sebaran kasus ISPA per kecamatan, mendukung Dinas Kesehatan dalam mengalokasikan sumber daya medis secara efisien dan mengidentifikasi wilayah prioritas seperti Dukuhwaru dan Tarub. Bagi masyarakat, sistem ini meningkatkan akses informasi digital, mendorong kesadaran pencegahan, dan mendukung edukasi kesehatan. Sistem ini terbukti efektif sebagai alat strategis untuk pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat respons terhadap ISPA, dan menjadi fondasi untuk pengembangan SIG dalam memantau penyakit lain di masa depan.

Rio Dwi Maulana; Reni Ria Armayani Hasibuan

Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study examines the impact of rising commodity prices on household expenditure patterns from the perspective of conventional economic literature. The review method is used to trace and synthesize the findings of studies published nationally in the last five years. The main objective is to analyze how inflationary pressures on basic necessities such as food, fuel, and housing affect expenditure shifts. The review reveals that rising prices of basic products cause families to reduce discretionary spending, allocate budgets, and occupy lower welfare levels. This study contributes to policy recommendations by identifying the most important expenditure factors and recommending targeted social protection. This conceptual article promotes the role of fiscal and monetary stability in fostering household purchasing power in developing countries such as Indonesia. The impact on the economic bottom line is considered in great depth, strengthening the role of price controls, subsidies, and income redistribution activities..

Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.

Fiece Aya, Eliani; Rafill, Fadiya; Gigih Pandu Pangestu

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Minyak nabati merupakan sumber lemak esensial yang memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan tinggi, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi. Metode konvensional seperti ekstraksi pelarut dan mekanik memiliki berbagai keterbatasan, termasuk waktu proses yang lama, penggunaan pelarut tinggi, serta degradasi senyawa bioaktif. Oleh karena itu, sonikasi atau Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) menjadi alternatif teknologi modern yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil ekstraksi minyak nabati. Teknologi ini memanfaatkan gelombang ultrasonik yang menghasilkan efek kavitasi, sehingga mempercepat pemecahan dinding sel dan pelepasan senyawa target. Kajian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas teknologi sonikasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ekstraksi minyak nabati dari berbagai bahan sumber, berdasarkan analisis literatur terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa sonikasi mampu meningkatkan rendemen, memperpendek waktu ekstraksi. Dengan demikian, sonikasi merupakan teknologi prospektif dalam produksi minyak nabati berkualitas tinggi.