Publication Search

66,773 articles from 556 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Sofian Syukur; Saryono Yohanes; Herinimus Ratu Udju

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Conservation is one of the ways taken by the government to protect, conserve, and maintain biodiversity and its ecosystems from extinction. So that the provisions of Article 21 paragraph 2 of Law no.5 of 1990 concerning the Conservation of Natural Resources and Their Ecosystems are expressly regulated regarding the prohibition of trading and utilizing protected animals, including eggs and other parts. Poaching, turtle egg theft, and coastal pollution are some of the factors that cause the drastic decline in the population of these rare animals. One of the turtle conservation places in Lembata Regency is the Loang Turtle Conservation. This research is an empirical juridical research, namely reviewing and analyzing the turtle conservation process by the people of Riabao Village and Duawutun Village, and knowing the participation of the people of Riabao Village and Duawutun Village in turtle conservation efforts. By using a special approach and approach to legislation that examines the conformity between the applicable legal provisions and the facts that occur in the field. The results of this study show that: (1) Apart from the declining population and government policy attachment related to the prohibition of turtle hunting, another major factor in the establishment of this captivity geographically is because the Loang coastline is the destination area for the migration of turtles. (2) Community participation in conservation efforts of turtles as protected animals on the coast of Loang, Riabao Village and Duawutun Village, Nagawutung District, Lembata Regency, which was initially a group of conservation youth who felt very concerned about the survival of the ancient animal.

Widianingsih; Retno Hartati; Ria Azizah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Teripang merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang banyak terdapat di perairan P. Nyamuk dan Parang terutama untuk jenis Stichopus sp., yang merupakan jenis dengan nilai ekonomis tinggi.  Namun produksi teripang saat ini menurun drastis. Untuk itu perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan produksi teripang yaitu dengan jalan budidaya, mulai dari produksi benih, pembesaran, sampai teripang siap jual. Berdasarkan permasalahan dan situasi kelompok mitra yang ada maka metodologi solusi masalah yang ditawarkan adalah melakukan percontohan budidaya teripang. Target luaran yang dicapai pada program pengabdian ini adalah alih teknologi budidaya teripang, perbaikan produksi teripang dari usaha penangkapan menjadi usaha budidaya yang mendukung konservasi sumberdaya teripang itu sendiri.  Keberhasilan dari program ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan sebesar 70 % anggota yang giat melakukan uji coba fission pada teripang yang merupakan salah satu upaya pengalihan dari nelayan pengambil teripang menjadi pembudidaya teripang.

Siti Arieta; Meilanny Budiarti; Teguh Setiandika Igiasi

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Ancaman kepunahan spesies penyu diakibatkan oleh berlangsungnya tragedy of the commons serta kondisi anomie yang menyebabkan penyu dan telurnya menjadi objek ekonomi. Saat ini, perlindungan terhadap penyu mengamanatkan seluruh masyarakat berintegrasi untuk melakukan konservasi. Penelitian ini mengkaji tentang keterlibatan para aktor yang terlibat dalam upaya konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan keterlibatan dan strategi para pemangku kepentingan dalam konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, dan berdasarkan temuan penelitian akan merekomendasikan arah kebijakan dalam membangun model pengelolaan konservasi penyu yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode campuran, yakni kualitatif melalui wawancara mendalam dan kuantitatif dengan penghitungan Social Return of Investment (SROI). Temuan penelitian menyatakan bahwa konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah dilakukan sevara kolaboratif dan mengalami perubahan positif yang signifikan. Pengetahuan akan keberlanjutan dan modal ekonomi serta modal sosial menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh pihak yang berpartisipasi dalam konservasi penyu. Premier Oil Indonesia merupakan satu-satunya stakeholder yang sukses menjalankan kegiatan konservasi penyu sebagai bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) sejak tahun 2014. Premior Oil Indonesia memiliki habitus kelas yang diakui oleh pemangku kepentingan lain, dan perusahaan ini menduduki posisi yang terligitimasi dalam struktur masyarakat Kepulauan Anambas. Meskipun kegiatan yang dilakukan oleh Premier Oil memperoleh kesuksesan, tantangan utama yang dihadapi adalah masih terdapat pihak-pihak yang tidak mendukung konservasi. Untuk mengantisipasi hal ini, peranan Pemerintah dan penegak hukum sudah cukup maksimal dalam menjalankan patroli, sosialisasi dan penegakan hukum kepada masyarakat.