Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Salsabillah Fatimah Aulia Zulfikar; Nimasya Firstaditya Az-Zahra; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kulit tahu, limbah dari produksi tahu, telah menjadi fokus penelitian dalam industri pangan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi nutrisi, komponen bioaktif, dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan. Tinjauan pustaka dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkini mengenai topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit tahu mengandung nutrisi penting seperti protein dengan asam amino esensial, serat pangan, dan lemak sehat. Selain itu, kulit tahu juga mengandung komponen bioaktif seperti isoflavon dan senyawa polifenol yang memiliki efek menguntungkan pada kesehatan manusia, termasuk aktivitas antioksidan, antikanker, antimikroba, dan antiinflamasi. Pemanfaatan kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak kulit tahu dapat digunakan dalam formulasi suplemen makanan untuk meningkatkan kesehatan tulang, mengontrol kadar gula darah, dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk memvalidasi efek ini dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kesimpulannya, pemanfaatan kulit tahu dalam industri pangan dan kesehatan menawarkan potensi yang menarik. Kulit tahu mengandung nutrisi penting dan komponen bioaktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara menyeluruh efek dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan.

Yurisna, Vincentia Chandra; Nabila, Fitria Syehrin; Radhityaningtyas, Dara; Listyaningrum, Fauzia; Aini, Nur

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah salah satu flora khas yang berasal dari Ternate, Maluku dengan ciri kelopak bunga yang berwarna ungu, putih, merah muda, maupun biru. Bunga telang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional sebab memberikan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu, bunga telang juga sering diaplikasikan pada produk pangan sebagai pewarna alami. Bunga telang kaya akan komponen-komponen bioaktif, seperti flavonoid, tannin, dan antosianin. Potensi bunga telang sebagai zat anti bakteri disebabkan oleh keberadaan komponen bioaktif pada bunga telang yang memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas biologis mikroorganisme. Ekstrak bunga telang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus agalactiae, Escherichia coli, Aeromonas hydrophila, Aeromonas formicans, Bacillus cereus, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Proteus vulgaris. Ekstraksi bunga telang diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Metode maserasi mampu menghindari kerusakan senyawa-senyawa termolabil karena dilakukan pada temperatur rendah. Potensi bunga telang sebagai zat antimikroba banyak diterapkan di bidang pangan, baik dalam bentuk penambahan ekstrak pada produk pangan maupun mikrokapsul antosianin.

Wiwi Rumaolat

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar. Penggunaan sarang semut untuk pengobatan masyarakat di papua sudah sejak lama dilakukan. Tujuan penilitian ini untuk uji kandungan bioaktif sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai antioksidan, dan mengetahui senyawa antioksidan yang berperan dalam  menghambat radikal bebas. Metode yang digunakan yaitu metode Spektrofotometer UV-vis. Hasil penelitian ini menunjukan komponen senyawa aktif yang yang terdapat dalam sarang semut yaitu saponin, tannin, dan flavanoid,dan pengujian nilai IC50  yaitu nilai IC50 vit C yang diperoleh sebesar 8,406 μg/mL, ini menunjukan bahwa antioksidan vit C merupakan antioksidan dengan aktivitas yang sangat kuat (< 10 μg/mL). Sedangkan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens) yang di ambil dari Desa Titawaai kab. maluku tengah memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 31,94 μg/mL, (< 50 μg/mL). Berdasarkan pengujian skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak sarang semut (Myrmecodia pendens) yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa komponen senyawa aktif yang terdapat pada sarang semut adalah saponin, flavonoid, dan tannin dan yang memiliki afektifitas sebagai antioksidan yaitu flavanoid.