SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

35,802 articles from 393 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Erdiansyah Putra, B; Haryadi, Adi; Ukkasya, M.

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Unsignalized intersections are a major point of concern due to the increasing number of vehicles. Bima City is a city located on the eastern part of Sumbawa Island, West Nusa Tenggara Province. As a developing city, congestion and busy traffic often occur on roads or intersections of Mongosidi and Anggrek roads. Therefore, this study was conducted to determine the performance and level of service of unsignalized intersections at Mongosidi Street and Anggrek Street. The method used refers to the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) 1997. This study aims to determine the indicators of traffic behavior at unsignalized intersections. The results of the calculation obtained a total flow of 3147 smp / hour, a capacity value (C) of 4234 smp / hour and a degree of saturation (DS) of 0.74, Traffic Delay (DT) of 8.07 sec / smp, intersection delay (D) of 11.73 sec / smp and upper and lower limit queuing opportunities of 44.46% and 17.74% respectively. This condition occurs on Monday, March 17, 2025 at the peak hour of 06.45-07.45 WITA. For the level of service of the intersection pattern, the conditions on Monday, March 17, 2025 at the peak hour of 06.45-07.45 WITA are also categorized as type C, namely stable flow, but the speed and movement of vehicles are controlled.Drivers are limited in choosing speed, with saturation density (Ds) around 0.45 - 0.74.

Aulia, Yuris; Hadi, Suprapto

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan merupakan titik pertemuan pada jaringan transportasi di mana dua atau lebih ruas jalan bertemu, yang dapat menimbulkan konflik arus kendaraan. Kondisi lalu lintas sangat mempengaruhi kinerja jalan, terutama pada persimpangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal melalui evaluasi lalu lintas dan simulasi, dengan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengumpulkan data volume arus kendaraan dan geometrik jalan, serta perhitungan kapasitas jalan menggunakan metode PKJI 2023. Simulasi dilakukan dengan aplikasi Vissim, dengan kalibrasi dan validasi parameter perilaku pengemudi untuk mendekati kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang pada kondisi eksisting sesuai dengan standar PKJI 2023 memiliki tingkat pelayanan D dengan derajat kejenuhan (DJ) rata-rata 0,81 dan tundaan rata-rata 38,66 detik per kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan ke tingkat pelayanan C dengan tundaan yang lebih rendah (28,84 detik). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah rekomendasi untuk mengoptimalkan arus lalu lintas di simpang tersebut melalui penerapan pengaturan sinyal yang lebih efisien dan penyesuaian geometrik simpang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan di Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal

Ali, Zahdan Ferdian; Mulatsih, Retno; Amalia, Listiati

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2024 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana duaatau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalulintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Hangtuah kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas sehingga dapat meningkatkan keselamatan, dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan  perhitungan menggunakan MKJI dan software PTV VISSIM.Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan softwarePTV VISSIM.

Dewantara, Bima; Suseno, Dhony Priyo

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

The development of transportation in the city of Semarang, especially in the Banyumanik area, has an impact on increasing the movement of people, stuff and services. this greatly encourages an increase in transportation facilities and infrastructure in the Banyumanik area. An increase in the number of vehicles that is not matched by the development of infrastructure will cause conflicts on the road, especially at intersections or roundabouts. So far, on roads in the Banyumanik area, at certain hours there is often an ineffective traffic rush with road performance being an important infrastructure in transportation. This study used calculations based on MKJI 1997. The data collection was carried out by survey directly at the intersection location in this study determined 5 days and 3 observation sessions every day. It was found that the tirto agung intersection had 322 types of intersection and the highest traffic was on Wednesday 21 June 2023 with a traffic flow value of 3528 pcu/hour, capacity 2722 pcu/hour, degree of saturation 1.296, intersection delay 92.938 sec/pcu, queue probability 69.225% - 143.302%. Based on the research results, the performance value of the Tirto Agung intersection does not meet the 1997 MKJI requirements where the degree of saturation allowed for the unsignalized intersection type is <0.75, it is necessary to have a physical intersection engineering (APILL) or non-physical (Traffic Engineering) at the intersection location.

Arief Aszharri

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2023 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

One of the intersections in the city of Palembang is the Three-way Intersection of Bukit Siguntang, which is a signal-free intersection. This intersection is located in an educational and residential area, connecting Srijaya Negara Street and Demang Lebar Daun Street. The road has a very high volume of vehicles, with traffic flows reaching 45,208 vehicles on Sundays or holidays, 82,124 vehicles on Mondays, and 80,379 vehicles on Wednesdays. Among these three days, Monday is the busiest day with a vehicle count of 84,364. The intersection's performance is evaluated by examining the capacity levels at each approach. The Three-way Intersection of Bukit Siguntang shows a degree of saturation (DS) above 0.85 on all approaches, indicating that the road capacity has reached a saturation level resulting in a service level of D for the intersection, with an average intersection delay of 34.27 seconds/vehicle. To enhance the intersection capacity, several alternatives can be implemented, including road geometric widening and changing the traffic flow policy from two-way single lane to one-way single lane. Simulation of the capacity improvement for the intersection with both alternatives indicates that road geometric widening results in a delay of 24.58 seconds/vehicle, falling within the service level C for the intersection. Meanwhile, changing the traffic flow policy from two-way single lane to one-way single lane results in a delay of 17.39 seconds/vehicle, also falling within the service level C for the intersection.

Suseno, Dhony Priyo; Syahputra, Muhammad Reza

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Persimpangan merupakan area di mana tiga atau lebih jalan bertemu, berpotongan atau bersilangan. Rambu lalu lintas pada setiap persimpangan menggunakan ruang jalan pada persimpang. Persimpangan juga merupakan salah satu bagian terpenting dari jalan raya, dimana sebagian besar kapasitas lalu lintas, kecepatan, waktu perjalanan, keamanan dan kenyamanan akan tergantung pada perencanaan persimpangan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja persimpangan pada simpang jrakah Kota Semarang dengan melakukan survei lapangan untuk memperoleh data geometri persimpangan, waktu sinyal, jumlah volume kendaraan.Untuk dilakukan analisis data dengan menggunakan MKJI 1997 untuk memperoleh hasil analisis berupa, kapasitas pendekat simpang bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan rata-rata, dan indeks tingkat pelayanan pada simpang bersinyal dengan APILL. Hasil analisis berdasarkan MKJI 1997 dan permen KM no 14 tahun 2006 di peroleh Indeks Tingkat Pelayanan (ITP)  simpang jrakah Kota Semarang, berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DS) untuk tingkat pelayanan berdasarkan data hasil analisis di peroleh tingkat pelayanan E untuk pendekat simpang SI ST dan HA RT tingkat pelayanan D untuk pendekat simpang WO RT dan WO ST sedangkan untuk tingkat pelayanan berdasarkan data hasil survey di peroleh tingkat pelayanan C untuk pendekat simpang SI ST dan WO ST tingkat pelayanan D untuk pendekat simpang HA RT dan WO RT. Keywords: APILL; Derajat Kejenuhan; ITP; MKJI; Pendekat Simpang.

Roma Andika

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalu lintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Maya kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan perhitungan pada MKJI dan menggunakan software PTV VISSIM. Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan software PTV VISSIM. Rekomendasi penanganan yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus menggunakan pengaturan 3 fase dan 4 Fase, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi awal. Dari rekomendasi yang telah dilakukan menggunakan software PTV VISSIM, didapatkan rekomendasi yang paling tepat adalah menggunakan pengaturan 3 Fase. Hasil dari simulasi pengaturan 3 fase, ternyata efektif mengurangi jumlah konflik lalu lintas dan tingkat pelayanan masih dalam kondisi baik.

Sarwanta, Sarwanta; Abdulgani, Hamdani

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan sebidang  merupakan tempat pertemuan  arus kendaraan dari berbagai arah,  baik yang menuju  dan yang meninggalkan persimpangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antar kendaraan yang pada saat bersamaan berada pada titik yang sama. Pada umumnya pengendara akan mengurangi kecepatan, hal ini akan mengakibatkan terjadinya tundaan. Evaluasi kinerja persimpangan perlu dilakukan, untuk mengetahui kinerja persimpangan terkini. Langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kinerja simpang dapat dijaga dan dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kinerja persimpangan dengan menggunakan perangkat lunak Vissim, yang berlokasi pada simpang tidak bersinyal pasar butun, kota Balikpapan. Data yang diperlukan untuk masukan ke dalam model meliputi data arus lalu lintas pada jam sibuk atau jam puncak kepadatan dan data geometri persimpangan. Keluaran yang dihasilkan oleh model adalah informasi kinerja simpang berupa parameter Degree of Saturation (DS) pada kondisi eksisting yaitu sebesar 1,70 dan untuk kondisi 5 tahun yang akan datang 2,20.  Parameter panjang antrian dan waktu tundaan pada kondisi eksisting adalah 33,0 m dan 3,65 detik/smp dan untuk proyeksi 5 tahun yang akan datang adalah 87 m dan waktu tundaan 189 detik/smp.