Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 174

Analytics

Panjaitan, Dirga Azhar; Siregar, Zekwin; Syaputra, M. Rizky; Zalindri, Diani; Khalijah, Siti +2 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background:Flooding is one of the most common environmental problems in residential areas and is closely related to poor community awareness of waste management. Improper waste disposal can clog drainage systems, increase the risk of flooding, and lead to various environmental health problems. Objective: This community service activity aimed to improve community knowledge and awareness regarding waste management and environmental health as an effort to prevent flooding in Panompuan Jae Village. Methods: The activity was conducted on May 22, 2026, at the Panompuan Jae Village Prayer House involving 15 women from a local religious study group. The educational methods included lectures, discussions, and interactive question-and-answer sessions. The materials covered waste classification, household waste management, environmental health, and the relationship between environmental cleanliness and flooding. Results: The activity improved participants’ understanding of proper waste management. Participants were able to distinguish between organic and inorganic waste and understood appropriate waste handling practices. They actively participated in the discussion and showed an initial commitment to disposing of waste properly and maintaining environmental cleanliness. Conclusion: The community education program successfully improved public knowledge and awareness regarding waste management and environmental health, supporting flood prevention efforts in Panompuan Jae Village.

Nurul Aisyah; Fauziyah Nur Irbah; Syalsabillah Alamsyah; Nasywa Mahesa

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Tebet Eco Park is one of the green open spaces (GOS) in South Jakarta that plays an important role in supporting environmental health and urban public health. This study aims to analyze the environmental health conditions at Tebet Eco Park through direct observation of environmental cleanliness, air quality, water quality, waste management, sanitation facilities, and visitor comfort. The research employed a descriptive method using field observations and a literature review approach. The findings indicate that the overall environmental health condition of Tebet Eco Park is relatively good. The presence of diverse vegetation contributes to improving air quality and creating a cool and comfortable environment. Supporting facilities such as sports areas, playgrounds, pet-friendly zones, and drinking water refill stations also contribute to the physical and social well-being of the community. However, several issues were still identified, including poor water quality in the park’s ponds and improper waste disposal by some visitors. Therefore, more effective environmental management and increased public awareness are needed to ensure that the ecological and social functions of Tebet Eco Park can be sustained in the long term.

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Alfira Budiman; Dinda Rizky Fadillah; Nazwa Nazwa; Abdurrozzaq Hasibuan

Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi 2026 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Industrial hygiene management plays a critical role in protecting worker health by controlling exposure to hazardous factors in the workplace. However, many work environments still show suboptimal implementation, leading to increased risks of occupational diseases. This study aims to analyze the implementation of industrial hygiene management systems in improving worker health based on a literature review approach. The method used is a literature review by collecting and analyzing scientific articles from national databases published between 2021 and 2026. A total of ten relevant articles were selected through a systematic screening process based on predefined inclusion criteria. The findings indicate that workplace hazards such as physical, chemical, and ergonomic factors are significantly associated with various health problems, including respiratory disorders, musculoskeletal issues, and work-related fatigue. The implementation of industrial hygiene management systems, including hazard identification, risk control measures, use of personal protective equipment, and environmental monitoring, has been shown to reduce health risks among workers. However, the effectiveness of implementation is influenced by factors such as worker compliance, management commitment, and availability of facilities. These results highlight the importance of a comprehensive and systematic approach to industrial hygiene in maintaining worker health and preventing occupational diseases. Therefore, strengthening the implementation of industrial hygiene management systems is essential to create a safe and healthy working environment and to support sustainable occupational health practices.

Ispandiyah, Woro; Sularsih Endartiwi, Sri; Wijayanti, Nor

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian secara global dan menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja. Rendahnya pengetahuan terkait faktor risiko PTM menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest pada santri di pondok pesantren Harun Assyafi’i Bantul. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,36 menjadi 79,73. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM. Program edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Studi ini juga mendukung penerapan teori perilaku seperti Model Keyakinan Kesehatan dan PRECEDE-PROCEED dalam merancang intervensi yang efektif.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Syahna Shinta Yunari; Cholis Hidayati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This studyyaims tooevaluate environmental activities at the Tenggilis Community Health Center by assessing compliance with occupational health and safety, risk management, and environmental health aspects. The method used is descriptiveequalitative with dataacollection through questionnaires, observation,iinterviews, andddocumentation. The analysis was conducted through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the Tenggilis Community Health Center has generally met the criteria in each aspect, buttthere are still someeshortcomings. Innthe OSH aspect, training needs to be scheduled immediately. In risk management, all policies need to beeupdated to include the name and signature of theenew head offthe CommunityyHealth Center. In the environmental health aspect, deficiencies were found relateddto the completeness offthe administration of technical approval for wastewater quality standards and permits for B3 waste storage and wastewater treatment plants, which must be resolved immediately.

Intan Kumalasari; Neina Messy Agustin; Suci Nurinda; Balkis Syalshalisa; Raya Syakilla Eleuwarin +2 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Anemia in adolescents is a serious health issue that impacts students' concentration and productivity. This community service activity aims to conduct early detection of anemia through a comprehensive manual screening method at three high schools: SMA Sains Alumnika Palembang, SMA Candradimuka, and SMA Mandiri. The implementation method involved three main stages: identification of clinical signs and symptoms (5L), visual observation of the palpebral conjunctiva, and hemoglobin (Hb) level measurement using Point of Care Testing (POCT) devices. Held from April 1st to 8th, 2026, the activity involved the active participation of students and school authorities as an effort toward independent nutritional surveillance. The screening results showed a correlation between subjective symptoms, pale conjunctiva conditions, and Hb measurement results in the field. Changes in students' behavior regarding nutritional intake and the emergence of new awareness among school authorities about the importance of routine check-ups served as indicators of successful social transformation. In conclusion, integrated manual screening is highly effective as a preventive health measure for adolescents within educational environments.

Galuh Nabila Audry Rahmania; Risma Anita Puriani

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Adolescent mental health is a crucial factor in supporting students’ academic success, social interactions, and personal development within the school environment. The various pressures faced by adolescents such as academic demands, developmental changes, and the influence of social and digital environments can increase the risk of mental health issues. Therefore, effective protective factors are needed, one of which is social support. This study aims to examine the relationship between social support and adolescent mental health in the school environment using a qualitative method with a literature review approach. Data were obtained from relevant, openly accessible national journals published between 2020 and 2025. Analysis was conducted using content analysis on 14 articles that met the inclusion criteria. The results of the study indicate that social support has a positive and significant relationship with adolescents’ mental health. Support from family, peers, and teachers has been shown to reduce stress and anxiety levels, as well as improve students’ psychological well-being, resilience, and coping abilities. Conversely, low levels of social support contribute to an increased risk of mental disorders among adolescents. Thus, social support serves as an important protective factor in maintaining and improving students’ mental health. The implications of this study underscore the importance of the involvement of families, schools, and the social environment in building a sustainable support system for adolescents.

Fajar Abdul Aziz; Sartika Dewi; Muhamad Abas

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine the effectiveness of supervision conducted by the Environmental and Sanitation Agency (DLHK) of Karawang Regency regarding the mining activities of PT Mas Putih Belitung based on Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. The study also examines the obstacles faced in monitoring the impacts of mining activities on public health and the environment. The research used an empirical juridical method with legislative and empirical approaches. Data were collected through interviews, observations, and literature studies, then analyzed qualitatively using Soerjono Soekanto’s theory of legal effectiveness. The findings show that DLHK supervision has been implemented but has not yet operated effectively. Several factors contribute to this condition, including limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, weak administrative law enforcement, low community participation, and insufficient compliance by the company in environmental management practices. Therefore, stronger supervision, improved law enforcement, and greater collaboration between government, companies, and communities are necessary to ensure environmental protection and public health sustainability.

Nurwadia Sri Putri Rahmadani; Mas'um, Cicci Chairunisa; Rasmiaji Rasmiaji

Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Bullying is a psychosocial hazard that can occur in the school environment and may negatively affect students’ mental health, social interactions, and learning processes. Bullying can take various forms, including physical, verbal, and psychological actions that occur repeatedly and cause victims to experience emotional distress, decreased learning motivation, and feelings of insecurity at school. This Community Service Program (PKM) aimed to increase high school students’ knowledge and awareness regarding the dangers of bullying and its prevention through the principles of Occupational Safety and Health (OSH). The methods used in this activity included delivering educational materials through lectures, conducting question-and-answer sessions to assess students’ initial understanding, and facilitating interactive discussions to encourage active participation. Monitoring and evaluation were also conducted to assess the effectiveness of the activity. The results of the program indicated a significant improvement in students’ understanding and awareness of the forms, impacts, and prevention strategies related to bullying in the school environment. Students also demonstrated a more critical attitude toward bullying behavior and a greater awareness of the importance of creating a safe, healthy, and respectful school environment. The application of an OSH-based approach in bullying prevention is expected to strengthen the safety culture in schools and support the development of a conducive learning environment for all students.  

Ayu Pratiwi; Hardoyo Hardoyo

Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Occupational Health and Safety (OHS) is an important element in creating a safe, healthy, and sustainable work environment. PT. X as a logistics and port operations company has potential occupational hazards originating from physical, chemical, and biological factors that need to be managed optimally. This study aims to evaluate the implementation of OHS at PT. X based on the results of measurements of physical, chemical, and biological factors of the work environment and their compliance with the provisions of the Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018. This study uses a descriptive method with an evaluative approach to work environment monitoring data in 2025 in the generator and office areas. The parameters analyzed include noise, lighting, hot work climate (ISBB), inhalable and respirable dust exposure, and microbiological air quality in the form of total bacteria and fungi. The results show that most parameters meet the specified standards, with the exception of the generator area which exceeds the noise limit and the hot work climate which exceeds the Action Level (AL). The implementation of OHS at PT. X has been running quite well, indicated by most of the work environment parameters that meet the standards. However, strengthening risk controls, particularly regarding noise and hot working conditions in operational areas, is still necessary. This evaluation is expected to serve as a basis for continuous improvement in the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) to protect workers from potential occupational hazards and support the productivity and sustainability of company operations.

Achmad Muhaimin, Nadzifurrohman; Aniq Barlian, Akhmad; Muldiyana, Tya

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian di apotek yang berperan besar dalam menjamin kualitas, stabilitas, dan keamanan obat sampai ke tangan pasien. Khususnya pada obat-obatan yang termasuk kategori High Alert dan Look-Alike Sound-Alike (LASA), penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error) yang berpotensi menimbulkan efek samping serius hingga membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyimpanan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengocok penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang, Kabupaten Pemalang, berdasarkan standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional langsung dan wawancara terstruktur kepada tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek. Evaluasi dilakukan terhadap aspek identifikasi, penandaan khusus, dan pemisahan fisik pada penyimpanan obat High Alert dan LASA. Hasil pengamatan Kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan obat LASA di Apotek Kaligelang yang mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, diperoleh bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai. Untuk obat High Alert, diperoleh Jumlah Total Prosentase 80% sudah sesuai, Sedangkan untuk obat LASA, diperoleh Jumlah Total Prosentase 75% sudah sesuai. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang mencapai rata-rata 77,5%, menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat berisiko tinggi di apotek ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah terjadinya kesalahan pengobatan di lingkungan Apotek.

Andi Fa'izah Nabilah Az-Zahra Salim; A. M. Akbar; Andas Budy

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Ketersediaan lahan yang minim di Kota Makassar menjadi salah satu faktor Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tidak menghiraukan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya dan menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan kesehatan pada seseorang. Penerapan arsitektur therapeutic menjawab permasalahan yang dihadapi RSIA di Kota Makassar. Penerapan therapeutic  tidak hanya dapat dilakukan pada landscape atau ruang luar, akan tetapi dapat berupa desain interior dan elemen therapeutic itu sendiri seperti pencahayaan, warna, musik, ataupun sirkulasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menghasilkan desain sebuah RSIA yang terukur dan mengedepankan lingkungan yang berfokus untuk menunjang proses interaksi yang dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik pengguna, terutama pasien ibu dan anak sehingga mempercepat proses penyembuhan. Penerapan arsitektur therapeutic pada RSIA dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan ruang bagi pengguna sehingga menciptakan ruang yang nyaman, dengan demikian penerapan konsep therapeutic pada RSIA dapat tercapai.

Pramukti Dian, Setianingrum; Anis, Khotimah; IStika Dwi, Kusumaningrum; Vita, Kumalasari; Shafiyyaturrohmah , Az-zahro

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anemia pada remaja putri (27,2% nasional) berdampak pada penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Di SMA Negeri 1 Cawas, ditemukan 100% sampel (70 siswi) mengalami anemia (92,9% ringan, 7,1% sedang), yang menunjukkan urgensi penanganan khusus.Tujuan: Menganalisis hubungan dismenore, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 70 siswi kelas XI dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran IMT/U, dan pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden mengalami anemia ringan (92,9%) dan sisanya anemia sedang (7,1%). Hasil uji statistik menunjukkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia ($p=0,046$), sedangkan dismenore ($p=0,161$) dan status gizi ($p=0,556$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Seluruh responden terdeteksi anemia, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi kesehatan reproduksi, perbaikan pola makan, dan penguatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) di lingkungan sekolah.