Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Firmansyah Kusumayadi; Amirulmukminin, Amirulmukminin; Muhammad Yusuf; Yakub Subhan; M. Maolidin Febrian

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pelatihan terkait pembuatan kerupuk kanti varian rasa dalam memberdayakan masyarakat khusunya bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Raba Baka Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui respon ibu-ibu rumah tangga di Desa Raba Baka terhadap pelatihan pembuatan kerupuk kanti. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, metode tanya jawab dan latihan dalam pembuatan dan pengolahan kerupuk kanti. Pelatihan ini melibatkan para anggota mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang didampingi oleh dosen pendamping dari Prodi Manajemen dengan peserta para ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga di Desa Raba Baka. Adapun hasil dari pelatihan pembuatan kerupuk kanti varian rasa yang di yaitu (1) hasil evaluasi terhadap olahan kerupuk kanti yang dibuat peserta pelatihan secara umum termasuk kategori baik dengan rata-rata keberhasilan 80%, (2) tanggapan dari ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga dalam pelaksanaan pelatihan pembuatan olahan kerupuk kanti ini sangat baik, dilihat dari kehadiran mencapai 85% dan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Dona Amelia; Andria Ningsih; Delfi Hurnis; Muhammad Nazif; Eka Hendrayani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

PKM ini dilakukan di KWT UP3HP Indah Sari di Jorong Ladang Darek, Nagari Kamang Hilia, Kec. Magek, Kab. Agam. Saat ini KWT UP3HP Indah Sari menghadapi berbagai hambatan terkait pembagian tugas dan pola produksi produk, banyak pesanan yang datang namun tidak bisa terpenuhi semuanya karena belum tepatnya pengelolaan manajemen operasional yang diterapkan. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi kelompok ini dibutuhkan solusi dengan strategi manaajemen SDM secara optimal. Metode yang digunakan dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan pengabdian masyarakat ini adalah pretest, ceramah, media penyuluhan, dan postest. Berdasarkan hasil  dan  pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan hasil yang positif. Karena kegiatan ini dapat membantu KWT UP3HP Indah Sari memahami tentang perlunya manajemen SDM dan produksi dalam pembuatan produk kerupuk kamang agar mempunyai mutu dan kualitas bersaing. Sehingga bisa memenuhi target pesanan yang ditetapkan.    

Diondi Nugroho; Enna Marliana; Friza Pertiwi; Nanda Dewi Anggraeni

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The purpose of this study is to determine the export marketing strategy of three-color cracker SMEs in entering the global market. The method used in this study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews and observations. The results of this study indicate that the export marketing strategies that can be used for three-color crackers in entering the global market are as follows: a. Knowing the target market to be achieved, b. considering the scale of the business that you want to target, such as financing and consumer interest who will buy three-color crackers, c. know and observe the regulations of the destination country, d. form partnerships as needed.

Nurul Amalia Silviyanti S; Ani Listyana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

SMPN 4 Panarukan Situbondo adalah salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada dekat di pesisir Pantai Muara Kasih Desa Gelung. Mayoritas siswa yang bersekolah disini merupakan anak dari nelayan dan pengrajin rengginang kerupuk yang notabene kurang paham dengan perkembangan teknologi. Proses pengeringan dilakukan dengan dijemur langsung di bawah matahari. Tempat penjemuran di lahan tanah lapang atau dipinggir jalan raya, sehingga debu dan kotoran masuk ke makanan yang menyebabkan olahan ikan tersebut menjadi kurang higienis. Untuk mengatasi masalah ini, kami melakukan pelatihan di sekolah bagaimana cara membuat kompor surya sederhana sebagai alat pengeringan olahan ikan. Selain lebih higienis alat ini tidak membutuhkan bahan bakar tambahan dan dapat digunakan saat cuaca hujan. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan langsung dengan target siswa siswi SMPN 4 Panarukan Situbondo. Dengan melatih siswa siswi ini diharapkan dapat melanjutkan pengetahuan yang mereka dapatkan dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing yang notabene sebagai industri rumahan pengolahan ikan. Kegiatan pelatihan pembuatan kompor surya berjalan dengan lancar.  Para siswa antusias mengikuti pelatihan hingga mampu membuat sendiri kompor surya dan diuji langsung kinerjanya. Harapan kami, para siswa dapat mengaplikasikan penggunaan alat ini hingga dapat meningkatkan kualitas hasil olahan ikan di indutri rumahan sekitar SMPN 4 Panarukan Situbondo.  

Dwi Ariyanti Barkah; Dumadi, Dumadi; Ari Kristiana; Nasiruddin, Nasiruddin; Farhan Saefudin Wahid +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Parereja merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Banjarharjo yang terdapat beberapa kelompok usaha rumahan dan UMKM diantaranya produksi arumanis, kerupuk basreng, rengginang dan kerupuk centir. Dalam perkembangan usaha ada beberapa kelompok usaha yang masih terkendala dalam inovasi produk, pemasaran, pengemasan dan disstribusi produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman ilmu tentang pentingnya melakukan motivasi dalam berwirausaha dan pentingnya melakukan inovasi pada usaha dengan kolaborasi ilmu dan teknologi yang dapat meningkatkan perekonomian lokal masyarakat. Bentuk kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi melalui penyampaian materi oleh narasumber, tanya jawab dan diskusi. Peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kelompok UMKM, kelompok Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta masyarakat umum yang berjumlah 33 orang. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta kegiatan memperoleh berbagai manfaat seperti: menambah pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membangun motivasi dan jiwa kewirausahaan yang meliputi inovasi pada produk, pengemasan yang menarik pembeli serta pentingnya pembukuan selama kegiatan produksi berlangsung. Diharapkan dapat dijadikan pemberdayaan kepada masyarakat dalam mengembangkan usahanya serta siap dalam menghadapi persaingan pada tiap produk yang sama dengan keunggulan yang berbeda.    

Murib, Pinius; Kartikawati, Diah

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan pewarna hijau alami dari sari daun suji, sari daun katuk dan sari daun sawi terhadap sifat fisik kerupuk meliputi rendemen, berat kerupuk mentah, daya kembang, daya serap minyak, dan warna L*a*b* serta sifat organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 kelompok perlakuan, yaitu tanpa penambahan sari daun (kontrol) (S0), sari suji 30% (S1), sari suji 50% (S2), sari katuk 30% (S3), sari katuk 50% (S4), sari sawi 39% (S5), sari sawi 50% (S6) dan pewarna hijau makanan (S7), masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji ANOVA pada α=0,05 dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan  kerupuk yang ditambah sari suji, sari katuk dan sari sawi 30% dan 50% menunjukkan nilai warna kerupuk yang dihasilkan cenderung bewarna hijau kecoklatan dibandingkan kerupuk kontrol dan kerupuk dengan pewarna hijau makanan, baik pada saat keadaan kerupuk belum digoreng dan setelah digoreng. Tingkat kecerahan (L*) kerupuk matang dengan sari daun tidak berbeda dengan kontrol dan pewarna hijau makanan, yang nilai L* berkisar antara 28,08 – 66,36. Panelis agak menyukai kerupuk yang menggunakan sari daun sebagai pewarna hijau alami dengan skor 5,29-5,93.

Fauzi, Danar Agi; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk ikan adalah produk makanan kering yang terbuat dari tepung dengan menambahkan daging ikan, bumbu, dan pengembang. Kerupuk ikan dalam penelitian ini menggunakan daging ikan gabus dan tepung mocaf untuk disubstitusikan dengan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Ikan gabus mengandung protein khususnya albumin yang lebih tinggi dibandingkan ikan tenggiri serta kandungan gizi keseluruhan mocaf yang lebih baik dari tapioka. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi serta karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik kerupuk ikan sehingga diperoleh kerupuk ikan dengan kadar protein paling tinggi dan disukai konsumen berdasarkan kesukaan keseluruhan. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor formulasi daging ikan dan tepung. Faktor 1 adalah formulasi daging ikan yaitu 400g gabus + 100g tenggiri, 300g gabus + 200g tenggiri, 200g gabus + 300 tenggiri. Faktor 2 adalah formulasi tepung yaitu 40% tapioka + 60% mocaf, 60% tapioka + 40% mocaf, 80% tapioka + 20% mocaf. Pengujian kerupuk ikan gabus - tenggiri substitusi mocaf meliputi uji kimia (kadar air, protein, abu, lemak, dan gula total), uji fisik (volume pengembangan), dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). Hasil terbaik yang memiliki kadar protein paling tinggi berdasarkan nilai kesukaan keseluruhan oleh panelis sebesar 4,23 (disukai) terdapat pada perlakuan formulasi daging ikan (300g ikan gabus + 200g ikan tenggiri) dan formulasi tepung 40% tapioka + 60% mocaf dengan kandungan kadar air 5,08%, protein 8,68%, abu 0,980%, lemak 0,27%, gula total 3,54%, volume pengembangan 176,55% memiliki warna krem kecoklatan, rasa ikan yang gurih, berbentuk utuh, rapi, serta ketebalan rata.

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.