Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Jawan, Fransiska Masandai; Monica Innanda Chiaralazzo; Intansakti Pius X

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The development of globalization, digital technology, and social change has influenced the way young people understand and live out their faith. Secularism tends to place religion in the private sphere, so that religious values do not always become the basis for decision-making in daily life. This study aims to analyze the challenges of secularism to the formation of the identity of Catholic youth in the modern era and to formulate relevant religious education responses in addressing these dynamics. This research uses a qualitative approach with a literature study method that examines various scientific literature, Church documents, and research findings related to the phenomenon of secularism and the formation of the religious identity of Catholic youth. The results of the study indicate that secularism has a complex impact on the faith life of young people, including decreased participation in Church activities, the emergence of individualistic attitudes, and the tendency to view religion merely as a formal identity. However, on the other hand, the modern era also opens opportunities for young people to develop their faith creatively through the use of digital technology and involvement in faith communities. Therefore, Catholic religious education and pastoral accompaniment that are dialogical, contextual, and participatory are very important in helping Catholic youth integrate their faith into daily life. This study is expected to provide theoretical and practical contributions for educators and pastoral ministers in fostering the faith identity of Catholic youth in modern society.

Aprilia, Stella

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.

Lutfhi Nur Fahri; Meri anjani

Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Instagram is a social media platform used to preach the faith. Instagram is a social media trend. The various interesting features on Instagram make the younger generation very close to this social media and can interact with each other. The aim of this research is to determine the perceptions of Catholic youth regarding the benefits of Instagram in building relationships in the Santo Fidelis Sigmaringen Sejiram Parish, West Kalimantan. Qualitative research is used in the writing method of this article. Data was collected through observation, interviews and meetings (FGD). The research results show that the younger generation understands the benefits of Instagram for building relationships. The Instagram account “omkinnocentius_canoura_arnau” makes it easy for the younger generation to receive information about parish activities. Socializing on Instagram can help users build many relationships. This can be seen from the participation of the younger generation who are actively involved in congregational activities. Instagram is a suitable tool to invite many young people to participate in church activities. By actively participating in church activities, young people can build bonds and continue to live out their faith.

Jimmy, Andreas

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2024 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The global ecological crisis, which also affects Kalimantan, calls for a new approach that is integral, spiritual, and contextual. This article explores the integration of the vision of integral ecology in the encyclical Laudato Si’ with the local wisdom values of the Dayak people of Kalimantan in shaping ecological awareness among Catholic youth. Using a qualitative-descriptive approach and contextual hermeneutic method, this study examines the relationship between local spiritual traditions—such as the huma betang philosophy and rituals honoring nature—and theological teachings on the integrity of creation. The findings reveal a profound harmony between Dayak ecological spirituality and Catholic ecological theology. Contextual ecological education—through participatory and cultural dialogue approaches—proves effective in fostering ecological conversion among youth. The article concludes that contextual dialogue between local traditions and Catholic ecological theology not only strengthens ecological praxis but also enriches grounded and transformative faith reflection. The Church is called to be a facilitator of change by integrating local values into its ecological mission in a prophetic and participatory manner.

Sandi Sandi; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   sampai   sejauh   mana pemahaman katekis dalam memanfaatkan media digital untuk berkatekese kepada kaum muda   guna menumbuhkan iman para kaum muda di Paroki Santo Yosef Kudangan. Studi ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh katekis dalam memanfaatkan media yang ada dan mengetahui apa sarana alternatif dalam menyampaikan katekese kepada kaum muda sehingga lebih menarik dan mudah mereka ketahui. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dialog dengan para informan  yang telah ditentukan, profil infoman, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis prospek yang akan terjadi.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar katekis sudah mengetahui  tentang  media  digital,  tetapi  mereka  belum  menggunakan  media digital  sebagai  sarana  alternatif  dalam  menyampaikan  katekese  kepada  kaum muda.  Mereka  masih  menggunakan  cara  yang  lama  dalam  karya  pelayanan mereka, khususnya dalam bidang karya pastoral dan katekese. Simpulan dalam  penelitian    ini  adalah diperlukan  adanya  kerjasama antara pastor   paroki,   dewan   paroki,   petugas   pastoral,   dan   kaum   muda   dalam menggunakan media digital yang ada demi pengetahuan tentang iman Katolik. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya kerjasama dari para katekis dan juga pihak paroki bagaimana dalam memanfaatkan media digital yang ada supaya mempermudah dalam karya pewartaan khususnya dalam bidang pastoral dan katekese kepada kaum muda.

Sepen Kristian; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini berjudul Peran Musik Liturgi dalam Meningkatkan Partisipasi Kaum Muda Katolik dalam Perayaan Ekaristi. Penulis mengangkat judul ini berdasarkan pengamatan  penulis  bahwa kaum  muda Katolik  kurang berminat  atau  kurang bersemangat dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Hal ini nampak dari kurangnya partisipasi mereka dalam mengikuti perayaan Ekaristi tersebut. Penyebab salah satunya ialah bahwa perayaan Ekaristi yang mereka ikuti kurang begitu hidup dan kurang menciptakan keindahan serta kemeriahan dalam suatu perayaan tersebut. Sementara kaum muda Katolik adalah generasi yang penuh dengan semangat dan dipenuhi dengan kreativitas yang tinggi. Maka dari itu, untuk menciptakan perayaan Ekaristi yang hidup dan penuh keindahan serta mampu menarik kaum muda Katolik untuk aktif berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi perlu adanya musik liturgi. Karena dengan adanya musik liturgi ini akan menyentuh perasaan bagi pemain dan siapapun yang mendengarkannya.

Aguseda Meraiyoel Jaya; Timotius Tote Jelahu; Romanus Romas

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pemberdayaan Kaum Muda Katolik  Sebagai  Tim  Pastoral  di  Stasi  Penda  Asam.  Metode  yang  digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakan dengan pengumpulan data dari buku-buku, jurnal, dan skripsi yang cocok dengan penelitian. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan skripsi dan hasil penelitian terdahulu yang dapat mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa Orang Muda Katolik banyak mendapat pembinaan pastoral. Kekurangn tenaga pastoral menjadi masalah pembinaan, sehingga memerlukan tambahan tenaga pastoral. Padahal pembinaan pastoral dapat menguntungkan Orang Muda Katolik yang ingin melatih bakat mereka seiringan dengan melaksanakan kegiatan menggereja. Pembinaan  yang   cocok bagi Orang Muda Katolik agar mereka dapat menjadi petugas pastoral dan siap bekerjasama dalam tim pastoral. Pemberdayaan yang cocok adalah pembinaan pastoral dasar, katekese, bidang sosial, membuat kegiatan OMK,  dan pembinaan tentang penggunaan media digital berbasis audio visual.

Donatus Dato; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penulisan Skripsi ini bertolak dari keluhan yang terdengar baik dari pastor paroki, katekis maupun dari kaum muda (OMK) sendiri tentang pengetahuan dan pemahaman kaum muda mengenai nilai tanggung jawab mereka yang masih sangat kurang. Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk membantu kaum muda katolik (OMK) dalam memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai anggota gereja. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membantu para pekerja pastoral dalam memahami dan mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh kaum muda. Dalam analisis masalah, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan pendekatan fenomenologi ini, penulis berusaha menganalisis dan memaknai pengalaman personal informan dalam kaitan dengan pentingnya nilai  tanggung jawab kaum muda dalam hidup menggereja di paroki Hati Kudus Yesus Rantau Pulut. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa sebagian besar kaum muda Katolik yang ada di paroki Rantau Pulut kurang berpartisipasi dalam hidup menggereja. Hal ini dikarenakan kurangnya motivasi dan dorongan dari orang tua serta dari para pekerja pastoral. Sebagai ujung tombak dalam mengerakkan kaum muda, para pekerja pastoral merupakan unsur penting dalam mendampingi dan memberikan bimbingan supaya kaum muda tergerak hatinya untuk ikut terlibat dalam kegiatan menggereja.