Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Orry Adrianus Mokola

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, popada saat ini dengan sistem stup. Sarang lebah adalah sel-sel yang terbentuk hexagonal yang terdiri dari prisma hexagonal dan limas hexagonal yang dibuat dari malam lebah dan campuran perekat (propolis) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sarang lebah digunakan untuk meletakkan madu, tepung sari dan larva. Jumlah produksi madu ditentukan oleh banyaknya sel yang berisi madu. Untuk mengatahui jumlah produksinya, harus dilakukan perhitungan volume pembetuk sel yang dikalikan dengan jumlah sel yang berisi madu. Karena tidak semua sel berisi madu maka diperlukan deteksi sel mana saja yang berisi madu atau sel yang berisi selain madu. Banyak cara untuk mendeteksinya salah satunya menggunakan image processing. Dari hasil pengolahan Image processing maka akan diketahui jumlah sel yang berisi madu. Setelah diketahui jumlah selnya, tinggal dikalikan volume setiap sel maka akan diketahui hasil produksi madu dalam satuan milli liter (ml) untuk setiap sarang lebah.    

Pratita Aninditya, Asa; Asrie Widanti, Yannie; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Permen jelly adalah permen dengan bahan dasar gelatin yang mengakibatkan bertekstur kenyal. Pada penelitian ini dibuat permen jelly yang berbahan dasar daun ungu, rosella dan jahe sehingga akan menghasilkan produk permen jelly yang kaya akan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi optimal pada pembuatan permen jelly daun ungu dan rosella dengan penambahan jahe yang menghasilkan permen jelly yang tinggi aktivitas antioksidan dan mempunyai sifat sensoris yang disukai serta menentukan karakteristik sifat fisikokimia dan sensoris permen jelly. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perbandingan ekstrak jahe, ekstrak daun ungu dan ekstrak bunga rosella. Formulasi yang dihasilkan ada sembilan antara lain F1 (5%; 71,25%; 23,75%), F2 (5%; 47,5%; 47,5%), F3 (5%; 23,75%; 71,25%), F4 (10%; 67,50%; 22,50%), F5 (10%; 47,00%; 47,00%), F6 (10%; 22,50%; 67,50%), F7 (15%; 63,75%; 21,25%), F8 (15%; 42,50%; 42,50%) dan F9 (15%; 21,25%; 63,75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik permen jelly daun ungu dan rosella dengan penambahan jahe berdasarkan nilai kimia dan organoleptik adalah ekstrak jahe 15%, daun ungu 63,75% dan rosella 21,25% dengan kadar air sebesar 17,64%, kadar abu sebesar 0,23%, kadar gula reduksi 19,25%, total fenol sebesar 1,32 mg GAE/ml serta aktivitas antioksidan DPPH 7,29%.