Publication Search

68,793 articles from 594 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Wijayanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena  kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan, anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Faktor yang menyebabkan stunting, di antaranya kekurangan gizi pada sebelum maupun saat kehamilan. Upaya  yang dilakukan  dengan pre marital  screening.   Tujuan  penelitian adalah melakukan analisis pre marital screening program pencegahan stunting  pada catin putri. Jenis penelitian kuantitatif  dengan  deskriptif survei di UPT Puskesmas  Jaten Kabupaten Karanganyar pada  bulan Maret – Agustus 2022.  Jumlah sampel  46 orang  dan teknik pengambilan  sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik dilakukan secara univariat untuk memperoleh prosentase dari masing-masing variabel serta menyimpulkan resiko terjadinya  stunting pada responden. Hasil analisis pre marital screening pencegahan  stunting pada calon pengantin putri dengan indikator  1) Umur  2) Indek Massa Tubuh  3) Kadar Hemoglobin 4) Status Gizi 5) Perilaku Merokok  Atau Terpapar Asap Rokok  diperoleh kategori tidak beresiko stunting (ideal) menunjukan sejumlah 54%  dan  kategori  beresiko  stunting sejumlah 46%. 

Kodir, Kodir; Margiyati, Margiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Merokok telah terbukti menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bahkan kematian, namun penikmat rokok terus meningkat. Kelompok remaja dan dewasa muda menjadi target konsumen utama rokok beranggapan merokok tidak menimbulkan efek bagi kesehatan sampai usia pertengahan. Derajat merokok seseorang mempengaruhi jumlah paparan gas karbonmonoksida (CO) dalam tubuh. CO yang menempel pada hemoglobin mengakibatkan kadar oksigen dalam tubuh menurun.  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan derajat merokok dengan saturasi oksigen pada mahasiswa Akper Kesdam IV/ Diponegoro Semarang. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 mahasiswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur derajat merokok menggunakan kuesioner yang kemudian dihitung berdasarkan Indeks Brinkman, kadar saturasi oksigen diukur dengan pulse oxymetry. Data dianalisa dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara derajat merokok dengan saturasi oksigen dengan p=0,000. Hasil penelitian membuktikan semakin berat derajat merokok maka semakin rendah kadar saturasi oksigennya. Saran : Pengukuran derajat merokok dan saturasi oksigen perokok direkomendasikan sebagai data dasar pengkajian keperawatan dalam pembuatan intervensi program berhenti merokok.