Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Lay, Sergius; Waruwu, Clara Cici Ceriawati; Sihite, Dominkus Wardoyo; Baeha, Widia; Waruwu, Elvin Paska Juang +2 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji makna kematian dan kehidupan kekal dalam iman Katolik berdasarkan perspektif teologi eskatologi dan Kristologi sesuai dengan ajaran dogma Gereja Katolik. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemahaman kematian menurut ajaran resmi Gereja Katolik, sebagaimana tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik, dokumen Konsili Vatikan II, dan ensiklik kepausan, serta relevansinya bagi kehidupan pastoral umat pada masa kini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang bersifat teologis-normatif dengan sumber utama Kitab Suci, dokumen Magisterium, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iman Katolik, kematian dipahami sebagai peralihan menuju kehidupan kekal bersama Allah, bukan akhir dari eksistensi manusia. Wafat dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi fondasi dogmatis harapan keselamatan umat beriman. Ajaran tentang pengadilan khusus, api penyucian, surga, dan neraka merupakan bagian integral dari iman Katolik yang memiliki implikasi pastoral yang kuat: memberikan penguatan iman, harapan, dan penghiburan bagi umat dalam menghadapi penderitaan dan kematian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemahaman teologis yang benar tentang kematian dan kehidupan kekal perlu terus diwartakan agar umat mampu menghayati hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Sofyan, Uswatun Hasanah; Muhamad Ridwan Effendi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran simbol keagamaan dalam merefleksikan maupun menutupi kesenjangan kelas sosial di masyarakat perkotaan, dengan menggunakan perspektif teori Karl Marx mengenai agama sebagai ideologi dan alat legitimasi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara semi-struktural terhadap warga kota dari kelas sosial menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah, serta tokoh agama setempat. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk melihat pola relasi antara simbol agama, posisi kelas, dan akses terhadap kekuasaan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama kerap digunakan oleh kelas atas sebagai sarana pembentukan citra, legitimasi status, dan penguatan struktur sosial, sedangkan bagi kelas bawah agama berfungsi sebagai sumber harapan dan solidaritas sosial, namun tidak selalu membuka akses terhadap mobilitas ekonomi. Secara umum, agama dapat berfungsi ganda: menjadi media pemersatu sosial sekaligus cermin ketimpangan kelas yang tersembunyi dalam praktik keagamaan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca agama tidak hanya secara teologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi makna, kekuasaan, dan distribusi sumber daya.

Apia Ahalapada; Yeremia Hia

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This article examines the theological meaning of the concept of the new heaven and new earth based on Revelation 21:1-8, serving as a foundation for eternal hope for Christians. Through a qualitative theological approach, this study explores how the eschatological understanding influences the faith life and spiritual attitude of believers. The concept of the new heaven and new earth not only refers to the physical renewal of the universe at the end of time but also serves as a source of spiritual strength that fosters perseverance, faith, and hope in facing worldly struggles. Furthermore, this reflection emphasizes the role of the Church as the representation of the New Jerusalem, preparing the faithful for eternal fellowship with God. Thus, the promise of renewed creation functions as an ethical and existential foundation encouraging Christians to live faithfully, courageously, and with hope until the divine promise is fully realized. This article asserts that the hope in the new heaven and new earth has tangible implications for contemporary Christian life as a reflection of the already and yet-to-be-fulfilled Kingdom of God

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

“Kepercayaan dan cintakasih” dua kata yang tidak terpisahkan dan sangat penting dalam tulisan-tulisan St. Theresia dari Lisieux karena mengungkapkan inti dari doktrinnya, dan seperti dua “suar” yang menerangi jalan kekudusannya. Bagi St. Theresia kepercayaan dan cintakasih memiliki hubungan yang dinamis. Kepercayaan itulah yang harus menuntun kita pada Cintakasih. Dalam bahasa St. Theresia, kepercayaan dan cintakasih juga merupakan ungkapan khusus yang menandakan harapan dan kasih. Hal ini terlihat ketika ia menafsirkan kidung pujian cintakasih Paulus (1Kor 13) sebagai pewahyuan Cintakasih di dalam hati (jantung) Gereja. Dalam tulisan-tulisannya kata “kepercayaan” itu sesungguhnya berarti harapan teologis yaitu harapan dalam Kerahiman Yesus Sang Penebus yang tak terbatas. Harapan yang pasti untuk menerima dari-Nya karunia keselamatan kekal, atau “Surga”. Inilah cakrawala harapan yang diajarkan St. Theresia dari Lisieux dalam seluruh hidup dan karyanya.