Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Azis Mangara

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Tujuan pengabdian masyarakat ini  untuk memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit Rematoid Atritis pada masyarakat Tuna Rungu Pematangsiantar serta meningkatkan pemahaman dan cara pencegahan penyakit Rematoid Atritis. Rematik adalah orang yang menderita arthritis atau di sebut juga radang sendi.Tiga jenis artritis yang paling sering diderita adalah osteoarthritis, arthritis gout, dan rheumatoid arthritis yang menyebabkan berbenjol pada sendi atau radang pada sendi secara serenta. Metode kegiatan yang ditempuh berupa pengkajian data, memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit rematoid atritis dengan metode ceramah, pemberian leaflet, diskusi, dilanjutkan dengan praktik yang benar. hasil kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat perawatan penyakit Rematod Atritis di UPT YANSOS dan Tunarungu Pematangsiantar    

Ucu Wandi Somantri; Heny Sasmita

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Non-communicable diseases are non-communicable diseases such as diabetes, cholesterol and gout which are public health problems that cause death for 36 million people out of all deaths in the world. Non-Communicable Diseases can be prevented through early detection and risk control factors of Non-Communicable Diseases. Screening aims at early detection and connecting factors. The risk of non-communicable diseases including diabetes mellitus in students of SMK Bina Warga Pandeglang Regency. Non-Communicable Disease screening is carried out by taking blood vessels at the respondent's fingertips which are then tested with an autocheck device. The examination was carried out on 51 respondents who underwent the examination, consisting of 6 men and 45 women. The results of the examination obtained the respondent's blood glucose level so far (normal 42 people and height 9 people).

Nadia Sari; Tri Johan Agus Yuswanto; Diyah Fatmasari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang:  Arthritis gout merupakan penyakit yang diakibatkan oleh adanya gangguan metabolisme purin yang ditandai oleh hiperuriklemia. Kadar asam urat diatas batas normal dapat menyebabkan resiko kelainan hemodinamik seperti penyakit kardiovaskular dan resiko kelainan metabolik seperti disfungsi ginjal. Penanganan kadar asam urat pada arthritis gout tidak hanya terapi farmakologis namun juga bisa intervensi keperawatan komplementer seperti akupresur dan ekstrak daun salam. Tujuan: Membuktikan akupresur dan ekstrak daun salam efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada klien arthritis gout. Metode: Penelitian ini mengunakan true eksperiment dengan pendekatan pre and post test control group design dan jumlah sampel sebanyak 30 responden dibagi menjadi 3 kelompok dengan teknik random simple random sampling kemudian diberikan akupresur pada titik hegu dan taixi dengan durasi 5 menit dan ekstrak daun salam dosis 1 gram selama 12 hari perlakuan. Hasil: Kadar asam urat mengalami penurunan pada kelompok intervensi, kontrol 1 dan kontrol 2. Tetapi berdasarkan uji Anova pada variabel kadar asam urat menunjukkan kelompok intervensi paling efektif penurunannya dengan nilai (1,98±0,53) pada kelompok kontrol 1(0,95±0,28) serta kelompok kontrol 2 (1,17±0,28) dengan nilai signifikan kadar asam urat (p=0,000). Kesimpulan: Kelompok yang paling efektif untuk menurunkan kadar asam urat dalam intervensi keperawatan komplementer yaitu perlakuan akupresur dan ekstrak daun salam pada kelompok intervensi.