Publication Search

67,429 articles from 569 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Pasaribu, Uswatun Rafi'a; Batubara, Vinjellina; Ahmad, Sophie meilatifah; Rangkuti, Rahmadsyah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study examines the strategic role of euphemism in Abraham Lincoln’s Gettysburg Address, arguing that it was instrumental not only in managing collective grief but also in preserving the nation’s symbolic dignity. While much scholarship on the Gettysburg Address has concentrated on rhetorical artistry or historical significance (Wills, 1992; White, 2009), relatively few have analyzed it through the combined lens of sociolinguistics, specifically euphemism and face-work. Drawing on Allan and Burridge’s (2006) framework of euphemism and Goffman’s (1955) theory of face, this paper situates Lincoln’s speech within the broader sociolinguistic processes of healing, unity, and image restoration. Through a qualitative textual analysis, the study identifies three dominant euphemistic strategies: sanctification of sacrifice through sacred language, collectivization through inclusive pronouns, and redefinition of crisis as a “new birth of freedom.” These strategies operated at semantic, pragmatic, and sociopolitical levels to protect national face, transform perceptions of the Civil War, and realign public consciousness toward unity and resilience. Beyond historical interpretation, this research highlights the relevance of euphemism and face-work in contemporary political communication. Leaders in modern contextsfrom economic crises to global pandemics continue to rely on euphemistic  framing to manage uncertainty and inspire solidarity. By revisiting Lincoln’s address through this sociolinguistic perspective, the study demonstrates how language can simultaneously mitigate trauma, construct identity, and articulate a hopeful collective future.

Aletta Dewi; Ahmad Mansur; Tuwuh Adhistyo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Jagung sebagai bahan pangan akan semakin diminati konsumen, terutama bagi yang mementingkan pangan sehat, dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga merupakan sumber protein yang penting dalam menu masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui kandungan vitamin B1 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 2) mengetahui kandungan vitamin B2 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 3) mengetahui kandungan vitamin protein pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penilaian subyektif dengan spektro photo meter (DppH) dalam analisis kandungan B1, B2 dan protein pada pasta spagetty menggunakan bahan dasar tepung jagung. Analisis destripsi prosentase pada uji kesukaan konsumen. Hasil penelitian pasta spagetty dari jagung yaitu 1) sampel A (massa jagung 250 gram) vitamin B1 49, 053 %, protein 5, 671 % dan air 52, 865 %. 2) sampel B (massa jagung 300 gram) B1 52, 089 %, protein 5, 391 % dan air 56,897 %  3) sampel C (massa jagung 350 gram) B1 54,897 %, protein 5, 082 % dan air 60, 482 %. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa kandungan dari spagetty dari bahan dasar tepung jagung local bisa memiliki kwalitas yang tidak jauh berbeda dengan spagetty pada umumnya sehingga kedepannya dapat di jadikan alternative olahan makanan bahan dasar jagung.