SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Tatang Nugraha

Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi 2025 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Voting at SMK Plus YSB Suryalaya has traditionally been carried out manually, resulting in a time-consuming process that is prone to errors. Therefore, to improve the efficiency and accuracy of the election process, an online voting system is needed. This research aims to develop a web-based E-Voting system with a Multi-Vote model, allowing voters to vote for multiple candidates across different election categories. This system is designed to simplify the election process at the school, with features such as candidate registration, voter registration, real-time voting, and automatic processing and tabulation of election results. The system was tested using Black Box Testing to ensure its functionality and security, and the results show that the system performs well and meets user requirements. With this system, it is expected that the election process at SMK Plus YSB Suryalaya can be carried out more efficiently, transparently, and with fewer errors.

Fefiana Diny Hermawati; Muhlis Tahir; Muafa Syaifurrohman; Muzayyanatul Hikmah; Jaya Abadi Amroin +2 more

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

As a democratic country, voting is a mandatory and routine agenda for our country when choosing leaders in an organization to the state level. The paper-based voting system that has been used so far has several weaknesses such as ballot damage, vote counting errors, susceptibility to fraud, and delayed election results. To overcome these issues, a more secure and guaranteed electronic voting system is needed. The shift from conventional media to various media used for opinion polling, such as social media/internet, has occurred in this technological era. The E-Voting system has been confirmed as safe and in line with the latest technological advancements. To enhance its security level, the system can use various types of cryptographic algorithms, including AES. Cryptography can be the solution in maintaining information security such as confidentiality, data integrity, non-repudiation, and authentication

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi,  walaupun  baru  diterapkan  di  tingkat  pemilihan  kepala  dusun  dan  kepala  desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan  dan  kurangnya  sosialisasi  pemerintah  terhadap  e-voting  juga  dapat  menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh  dunia,  melumpuhkan  kegiatan  manusia  khusus  di  Indonesia.  Pemilihan  Kepala Daerah  di  Indonesia  yang  diselenggarakan  pada  9  Desember  2020  mengalami  polemik physical  distancing  ditengah pandemi Covid-19.  Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung.  Namun,  penerapan  sistem  E-Voting  masih  terkendala  dengan  adanya  hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting.

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi,  walaupun  baru  diterapkan  di  tingkat  pemilihan  kepala  dusun  dan  kepala  desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan  dan  kurangnya  sosialisasi  pemerintah  terhadap  e-voting  juga  dapat  menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh  dunia,  melumpuhkan  kegiatan  manusia  khusus  di  Indonesia.  Pemilihan  Kepala Daerah  di  Indonesia  yang  diselenggarakan  pada  9  Desember  2020  mengalami  polemik physical  distancing  ditengah pandemi Covid-19.  Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung.  Namun,  penerapan  sistem  E-Voting  masih  terkendala  dengan  adanya  hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting.