SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Mubin, Mochamad Imroni; Ndori, Akhmad; Dewi , Aditya Mutiara; Hermawati, Renny

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

This study used a qualitative approach with a Systematic Literature Review (SLR) as the data collection technique. This study examined the institutional factors causing long dwelling times at Tanjung Emas Port and mitigation efforts. The analysis revealed that the main root of the problem lies in the lengthy administrative and goods inspection (customs) processes, particularly in the red, yellow, and green inspection lanes. Obstacles include the lack of data integration (such as PIB and SPPB dates) between the Semarang Container Terminal (TPKS) and Customs, as well as incomplete documents by service users. A significant impact was felt on imports, where dwelling times were longer due to complicated quarantine and customs inspections, while exports were relatively unaffected.

Safira Safira; Banu Radyto Dwi Satrio; Muftiana Wildiansah; Raissa Azaria Andini; Siti Sahara

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Tingginya arus petikemas dan keterbatasan luas lapangan penumpukan terminal petikemas di Tanjung Priok menghasruskan terminal petikemas untuk menekan dwelling time. Dwelling time adalah waktu bongkar muat peti kemas yang dilakukan dari kapal sampai petikemas keluar dari pelabuhan. Proses dwelling time di pelabuhan yaitu pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dwelling time yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok (1) Mengetahui faktor penyebab lamanya dwelling time; (2) Mengetahui dampak dwelling time. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dan studi literatur, data yang dibutuhkan dapat diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta website. Faktor- faktor penyebab dwelling time pada umumnya adalah adanya 2 jalur utama Bea Cukai dalam proses pengeluaran peti kemas impor yakni jalur merah dan jalur hijau. Menurut Asngadi (2017) menyatakan jalur merah adalah perlakuan pabean atas Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Tingginya dweliing time dipelabuhan Tanjung Priok sudah lama dialami oleh pemilik barang.