Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 195

Analytics

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Novitasari, Dwi; Endah Tri Wahyuningtyas; Dina Anggraeni Susesti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel pengabdian ini menyajikan program partisipatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dan kebun hidroponik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Betro. Program dirancang berdasarkan kondisi awal berupa kebiasaan membuang sampah campur, belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, serta masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui analisis situasi, sosialisasi 3R, pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana, pembuatan demplot hidroponik, serta pendampingan kader. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action dan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan unsur PKK, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang pengelolaan sampah, munculnya kebiasaan memilah sampah dari rumah, terbentuknya titik kumpul sampah anorganik yang bernilai jual, serta pemanfaatan kebun hidroponik sebagai media belajar lingkungan dan sumber sayur rumah tangga. Integrasi kedua program mendorong perubahan perilaku yang lebih nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Annida Bunga Fitria; Nur Azizah Indriastuti

Journal of Educational Innovation and Public Health 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Postpartum depression is a postpartum mental health disorder that significantly impacts maternal well-being, infant development, and family functioning. The high prevalence of postpartum depression in Indonesia is due to limited access to health services, low mental health literacy, and social stigma in the community. This indicates a significant gap between the need for maternal mental health services and the availability of existing interventions, making education a crucial component in efforts to prevent postpartum depression early. This study aims to analyze the prevention of postpartum depression in postpartum mothers through telenursing-based education and screening using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) in the community. A descriptive case study design was used, involving one respondent, a 25-year-old primigravida mother residing in the Bantul area. The intervention was implemented online via WhatsApp and video calls, including structured health education on postpartum psychological changes, adaptive coping strategies, and the importance of social support. The intervention also included daily remote monitoring of the respondent's condition via the WhatsApp mobile application. The EPDS was administered as a pre-test and post-test to evaluate changes in the respondent's psychological condition. The findings showed a significant decrease in the EPDS score from 16 (moderate depression) to 6 (minimal depression), indicating significant psychological improvement. These results imply that integrating EPDS screening, structured health education, and daily monitoring is an effective and accessible community-based approach to preventing postpartum depression, particularly for mothers with limited mobility and access to health services.

Syarif, Moh.; Miladiyah, Siti Jamilatul; Faisol, Faisol

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengakselerasi kapasitas SDM pengelola BUMDes Tegar Mandiri Madulang melalui pendekatan Community Capacity Building (CCB). Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada lima aspek kompetensi utama, yaitu manajemen usaha, tata kelola keuangan, pengembangan produk, pemasaran digital, dan jejaring kemitraan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas yang tinggi terutama pada aspek pemasaran digital, manajemen usaha, dan tata kelola keuangan. Implementasi CCB mampu meningkatkan kapasitas pengelola secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 48,8% (pre-test) menjadi 81% (post-test) atau meningkat sebesar 32,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital (36%), diikuti tata kelola keuangan (35%) dan pengembangan produk (33%). Selain itu, terjadi perubahan nyata pada praktik pengelolaan, seperti tersusunnya rencana bisnis, pembukuan keuangan rutin, peningkatan jumlah produk inovatif, serta terbentuknya jejaring kemitraan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CCB efektif dalam mendorong lompatan kapasitas dan kinerja kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan. Dengan demikian, model ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan komunitas.

Erna Martia Anggraini; Suhendi Suhendi; Tania Fadillah; Wahyu Saputra; Abdul Syukur +2 more

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model dakwah keagamaan yang bertujuan memberdayakan nilai-nilai dan norma-norma adat masyarakat Sai Batin di Lampung, dengan mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan ajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif, menganalisis sumber primer dan sekunder, termasuk dokumen resmi terkait kegiatan dakwah keagamaan, laporan masyarakat, dan literatur tentang integrasi nilai-nilai adat dengan ajaran agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dakwah keagamaan di masyarakat Sai Batin di Lampung berhasil mengintegrasikan ajaran agama dengan nilai-nilai adat setempat, sehingga meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap ajaran agama berdasarkan norma-norma adat. Metode dakwah partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat, memfasilitasi diskusi, dan memperkuat pemahaman ajaran agama. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman sebagian anggota masyarakat tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai adat dalam dakwah keagamaan. Meskipun demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai adat dalam dakwah keagamaan sangat penting untuk memberdayakan masyarakat dan memastikan pelestarian tradisi lokal sambil tetap berpegang pada ajaran agama. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model dakwah keagamaan yang menghormati nilai-nilai lokal, memberikan wawasan untuk program serupa di komunitas lain. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk fokus pada peningkatan alokasi sumber daya dan perluasan penggunaan teknologi untuk memperluas jangkauan dan dampak dakwah keagamaan

Muhammad Alfian

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The mental health crisis in Indonesia is increasingly alarming, exacerbated by the COVID-19 pandemic, social stigma, and unequal access to professional services. A clinical approach alone is not enough to address this complex problem. This study offers a novelty in the form of an integrative approach: revitalizing the role of families and communities based on Islamic values (rahmah, ta'awun, shabr, syura, tarbiyah ruhiyah) combined with the use of digital social communities as a medium for education, discussion, and support systems. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, reviewing national and international literature, social support theory (Cohen & Wills, 1985), religious coping (Koenig, 2012), and Bronfenbrenner's ecological theory (1979). The results of the study show that families play a strategic role in the prevention, assistance, and referral of mental health cases, while digital communities are effective as spaces for education and emotional validation, with scalability and anonymity as their main strengths. Concrete strategies offered include family education, stigma-free campaigns on social media, spiritual care hotlines, and cross-sector collaboration. This approach is in line with the collectivist culture of Indonesian Muslim society and is more adaptive in the digital era. This research is expected to serve as a conceptual foundation for practical programs, public policy, and further research to create a more caring, stigma-free, and resilient society in the face of mental health crises.

Hasmita Hasmita; Alfilnah Alfilnah; Sri Ayu; Sarmawan Muin; Idham Cholid +7 more

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Children living in coastal areas face various challenges in developing their literacy and creative potential due to limited access to non-formal educational facilities and adequate learning resources. This condition results in low stimulation of reading, writing, communication, and creative expression skills from an early age. This community service activity aims to develop the potential of coastal children through basic literacy learning and community-based creative arts in Wawatu Village, North Moramo District, South Konawe Regency. The method applied is a community-based participatory approach with an experiential learning design, actively involving children in various educational activities such as shared reading, storytelling, drawing, coloring, singing, reading children’s poetry, and group-based educational games. Data were collected through participatory observation, brief interviews with children, parents, and community leaders, as well as simple questionnaires to assess participants’ responses and satisfaction levels. The results indicate high enthusiasm among the children, with most participants stating that they were very happy and happy to take part in the entire series of activities. The children became more active in interacting, more confident in expressing their opinions, and showed increased interest in reading and artistic activities. In addition, parents and community leaders expressed positive responses, as the program was considered to provide a contextual and meaningful alternative learning experience. This activity demonstrates that the integration of basic literacy learning and community-based creative arts is an effective approach to holistically developing the cognitive, social, and emotional abilities of coastal children while strengthening the role of the community in supporting children’s sustainable growth and development.

Nining Tunggal Sri Sunarti; Reni Tri Lestari

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Status gizi ibu dan anak merupakan indikator penting kesehatan masyarakat dan berperan besar dalam pencegahan anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan stunting. Rendahnya literasi gizi serta keterbatasan kemandirian ibu dalam melakukan deteksi dini status gizi masih menjadi tantangan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai gizi seimbang serta kemampuan deteksi dini status gizi ibu dan anak melalui edukasi berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui observasi awal dan pengembangan media edukasi digital. Pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan langsung, diskusi interaktif, serta pengenalan aplikasi edukasi gizi dan deteksi dini pertumbuhan anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini melibatkan 22 ibu sebagai peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta pada kategori pengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang setelah intervensi. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi gizi seimbang berbasis teknologi informasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi ibu dan berpotensi mendukung deteksi dini masalah gizi secara mandiri. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.

Debora Atika Pasya Montjai; Rheinhard Rheinhard; Lisa Elisabet; Yusmi Diana Sampe; Yuni Tangke Datu

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Sexual harassment is a criminal act carried out by two people by force with the intention of satisfying lust or an act of revenge. Sexual harassment in the church community is an act that violates Christian teachings where it is carried out outside the basis of marriage. Sexual harassment is carried out by force between men and women outside the husband and wife couple, namely between parents and children or between father and child. The Church has an important role in this. The Church seeks to heal, support, treat, and even accompany victims of sexual abuse through pastoral actions. Sexuality is no longer something taboo to talk about, therefore it is important for the church, government, and even families to discuss sexuality from an early age as an effort to prevent criminal acts or sexual violence. Society must have a sense of empathy and sympathy for victims of sexual violence, as an effort to heal and accept the reality experienced by victims. The church must really act in a real way in spiritual and psychological and social healing of victims.

Bernadeta Erni; Diah Ayu Dwi Satiti; Windy A. V. Fanggi; Filpin L.A. Haning; Oktaviana T.M.B. Adam +1 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Health issues are complex and require new ideas for their resolution. Public health focuses on disease prevention, health promotion, and physical, mental, and social therapy. Maternal and Child Health (MCH) and women’s health throughout their life cycle are crucial public health issues as they have a significant impact on the quality of human resources in a generation. In Pukdale Village, East Kupang District, Kupang Regency, problems such as the lack of knowledge among pregnant women about Chronic Energy Deficiency (CED), pregnancy anemia, Exclusive Breastfeeding (EBF), balanced nutrition, and weaning have been identified. To address these issues, a Community Midwifery Care program based on community service was carried out, which included counseling, training, demonstrations, and simulations. The results of this activity showed a positive response and active participation from the community in Pukdale Village in the programs implemented by the students. There was a significant improvement in the knowledge of pregnant women about CED, pregnancy anemia, EBF, as well as the knowledge of mothers of infants about balanced nutrition and weaning. This is expected to improve the overall health status of the community in the village.

Irma Andini; Agung Pramujiono

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to describe the forms, meanings, and functions of emotive language within the “angry” community on social media platform X. This study employs a descriptive qualitative approach using observation and note-taking as data collection techniques. The research data consists of 52 posts containing emotive language. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions using a linguistic approach that encompasses lexical, morphological, syntactic, semantic, and pragmatic aspects. The results of the study indicate that the forms of emotive language are dominated by emotional, evaluative, and abusive vocabulary. It is also characterized by the use of non-standard language variations and letter elongation as markers of emotional intensity. In terms of meaning, emotive language possesses both denotative and connotative meanings, with connotative meanings dominating to describe the speaker’s feelings, such as anger, disappointment, and frustration. Emotive language serves expressive, social interaction, and digital interaction purposes. Thus, emotive language within the “angry” community functions not only as a means of emotional expression but also as a medium for social criticism and interaction in the digital space.  

Muh. Ma’ruf Idris; Nurlaely Nurlaely; Sahidah Sahidah; M.Syafruddin; Chaerunnisa Rumianti +2 more

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Household waste management remains a major challenge in rural areas, including Sunggumanai Village, Pattallassang District, Gowa Regency. Low public awareness and the absence of a structured community-based waste management system have negatively affected environmental quality and public health. This community service activity aimed to enhance community knowledge, awareness, and participation through the socialization of community-based waste management toward a clean and healthy environment. The activity was conducted on September 27, 2025, involving 30 participants consisting of community representatives, housewives, youth, and community leaders. The methods applied included educational socialization, participatory discussions, and waste segregation simulations based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). The results indicated an improvement in participants’ understanding of waste types, the environmental and health impacts of improper waste management, and the importance of collective waste management practices. Participants also demonstrated positive attitudes and readiness to implement household waste segregation, as well as emerging ideas for establishing community-based waste management initiatives. In conclusion, this activity proved to be an effective initial step in promoting behavioral change toward sustainable waste management and supporting the creation of a clean and healthy village environment.

Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.

Deasy Widyasatomo; Wika Matana

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The traditional homes of indigenous communities in Indonesia are highly vulnerable to natural disasters, particularly earthquakes, due to Indonesia's location in the Pacific Ring of Fire, which experiences high seismic activity. This situation demands the strengthening of traditional buildings to withstand potential earthquakes. Stilt houses, as a form of traditional architecture, possess characteristics that actually support earthquake resilience, such as flexible structures, the use of lightweight materials, and the application of local wisdom passed down through generations. With the development of modern construction techniques, stilt houses have the potential to become safer and more adaptable dwellings to earthquake shocks. However, indigenous communities, particularly those living in earthquake-prone areas and with lower levels of education, often face limited knowledge and skills related to the basic principles of earthquake-resistant construction. This lack of understanding results in traditional house construction without considering structural safety aspects, ultimately increasing the risk of serious damage and even collapse during an earthquake. These impacts not only threaten life but also cause significant material losses. This community service activity aims to improve the preparedness and resilience of the Sentani Indigenous community by developing earthquake-resistant stilt house models, increasing knowledge and skills in earthquake-safe house construction and maintenance, and encouraging the use of innovative technology and materials. The expected outcomes are the creation of model houses that can serve as examples and the dissemination of information on earthquake-resistant construction technology.

Yusro Edy Nugroho; Siti Hadiati Nugraini; Asep Purwo Yudi Utomo; Inna Havidatus Saniyah; Indri Dwi Astuti +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Bulusari Film Village Community possesses considerable potential as a community-based creative space, yet it continues to face limitations in technical film production skills and community management. This community engagement program aims to strengthen the community’s creative capacity and professionalism through training in scriptwriting, cinematography, production, and film editing, as well as reinforcing organizational management using the Participatory Community Appraisal (PCA) approach. The activities were implemented through five major stages, namely needs identification, formulation of alternative solutions, technical training, short film production mentoring, and strengthening of the community’s management system. The results demonstrate significant improvements in members’ technical competencies across all stages of film production, from pre-production to post-production. The community successfully produced a script and one short film with enhanced visual and narrative quality compared to their earlier works. In addition, the establishment of a new organizational structure, operational SOPs, and a simple administrative system effectively improved community governance. The program also broadened the community’s collaborative network with local government, educational institutions, and other creative groups. These findings indicate that PCA-based empowerment supports increased creativity, autonomy, and competitiveness among local creative communities in alignment with the SDGs, particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 11 (Sustainable Communities).

Al Amin, Imam Husni; Wibisono, Setyawan; Hadikurniawati, Wiwien; Lestariningsih, Endang; Eniyati, Sri

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini mengevaluasi performa tiga algoritma deteksi komunitas Louvain, Infomap, dan Walktrap dalam konteks social network analysis pada jaringan undang-undang Republik Indonesia periode 2014–2024. Jaringan dibangun dari hubungan kutipan antar undang-undang Republik Indonesia pada rentang waktu antara tahun 2014 sampai dengan tahun 2024. Kutipan antar undang-undang diperoleh pada bagian “Mengingat” pada setiap undang-undang, menghasilkan sebuah konstruksi struktur graf berarah dan tak berbobot. Setiap algoritma diuji berdasarkan empat metrik evaluasi: modularity, coverage, conductance, dan inter-cluster density. Evaluasi terhadap tiga algoritma deteksi komunitas Infomap, Louvain, dan Walktrap pada jaringan undang-undang menunjukkan perbedaan karakteristik dalam membentuk struktur komunitas. Louvain unggul dalam hal modularity (0.522387) dan conductance (0.287157), yang mencerminkan kemampuan optimal dalam memisahkan komunitas besar yang kohesif dan minim koneksi keluar. Infomap menempati posisi menengah dengan modularity dan inter-cluster density yang cukup baik, menawarkan keseimbangan antara segmentasi dan kepadatan komunitas. Walktrap memiliki keunggulan pada coverage (0.809586) dan inter-cluster density (0.50640), menandakan kemampuannya membentuk komunitas kecil yang sangat padat secara internal, meskipun cenderung kurang terstruktur secara global karena modularity-nya paling rendah (0.464787). Dengan demikian, Louvain direkomendasikan sebagai algoritma paling sesuai untuk analisis jaringan undang-undang, terutama jika tujuan utama adalah memperoleh segmentasi komunitas yang terstruktur kuat dan representatif secara makro terhadap arsitektur hukum nasional.

Dwi Anjani; RA Marlien

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Tujuan dari penelitian ini: Mengetahui pengaruh komunitas online terhadap keputusan pembelian online. Mengetahui pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel yang digunakan yakni peneliti dengan sengaja menentukan sampel yang dipilih sesuai dengan jumlah komunitas di grup Facebook dan persyaratan sampel yang ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis kelamin berusia 18 – 30 tahun dan sampel pada penelitian ini ada 100 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dengan variabel terikat Keputusan pembelian online dan variabel bebasnya yakni, komunitas online dan promosi digital. Teknik analisa data menggunakan uji analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Komunitas Online paling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Online. Promosi Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Online.

Mega Tunjung Hapsari; Farhan Reza Fadholi; Azmi Fahrurrizal Amrulloh; M. Krisnanda Saputra; Trisna Sayekti Wijayanti +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Karangtalun Village, located in Kalidawir District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential for developing Family Medicinal Plants (TOGA) to support community-based health practices. However, the utilization of TOGA in daily health care remains limited due to a lack of knowledge and practical skills among residents. At the same time, the community faces a growing social challenge—digital exposure among young children, which negatively affects their physical, psychological, and social well-being. To address these issues, a capacity-building program was implemented for women involved in the Integrated Guidance Post (Posbindu) through training on TOGA cultivation and digital literacy education using the Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. This participatory model actively engaged community members in the planning, implementation, and evaluation stages. The program results showed an increase in participants’ understanding of TOGA as an alternative for self-care and traditional medicine, greater awareness of the adverse effects of excessive gadget use among children, and positive behavioral changes in parenting, such as setting screen-time limits and replacing gadget use with creative family activities. These findings demonstrate that integrating local wisdom–based education with digital literacy can effectively strengthen family resilience and promote sustainable well-being in the digital era.

Mega Tunjung Hapsari; Farhan Reza Fadholi; Azmi Fahrurrizal Amrulloh; M. Krisnanda Saputra; Trisna Sayekti Wijayanti +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Karangtalun Village, located in Kalidawir District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential for developing Family Medicinal Plants (TOGA) to support community-based health practices. However, the utilization of TOGA in daily health care remains limited due to a lack of knowledge and practical skills among residents. At the same time, the community faces a growing social challenge—digital exposure among young children, which negatively affects their physical, psychological, and social well-being. To address these issues, a capacity-building program was implemented for women involved in the Integrated Guidance Post (Posbindu) through training on TOGA cultivation and digital literacy education using the Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. This participatory model actively engaged community members in the planning, implementation, and evaluation stages. The program results showed an increase in participants’ understanding of TOGA as an alternative for self-care and traditional medicine, greater awareness of the adverse effects of excessive gadget use among children, and positive behavioral changes in parenting, such as setting screen-time limits and replacing gadget use with creative family activities. These findings demonstrate that integrating local wisdom–based education with digital literacy can effectively strengthen family resilience and promote sustainable well-being in the digital era.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.