SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Rika Fitri Destiana; Ayu Hapsari, Rahma Nindya

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis kekuatan pondasi tiang pancang pada proyek pembangunan Apartemen Arjuna Bima di Kabupaten Sleman. Penyidikan tanah menggunakan boring pada titik B2 menunjukkan bahwa lapisan tanah keras maksimum berada pada kedalaman 25 meter, sementara hasil bor tangan mengidentifikasi tanah berupa pasir sedang berwarna coklat keabu-abuan. Tiang pancang dipilih karena kemampuannya untuk memadatkan tanah pasir sedang selama proses pemancangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi literatur dan dokumentasi. Semua perhitungan dilakukan menggunakan metode Meyerhof, sedangkan analisis pembebanan struktur dilakukan dengan perangkat lunak ETABS v22. Analisis ini mencakup perhitungan kapasitas dukung aksial, kapasitas dukung lateral, dan penurunan pondasi akibat beban struktur atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban aksial (P) sebesar 710,77 ton. Kapasitas dukung aksial kelompok tiang pancang (Qg) dengan diameter 80 cm, 60 cm, dan 42,9 cm pada kedalaman 20 m berturut-turut adalah 2.125,87 ton; 1.347,68 ton; dan 710,51 ton. Kapasitas dukung lateral (Hg) untuk ukuran tiang yang sama berturut-turut adalah 1.169,9 ton; 877,4 ton; dan 627,4 ton. Penurunan pondasi kelompok tiang (Sg) masing-masing adalah 2,46 cm; 2,1 cm; dan 2,03 cm. Berdasarkan hasil analisis, pondasi tiang pancang dengan diameter 80 cm dan 60 cm memenuhi syarat keamanan baik dari segi kapasitas dukung aksial maupun lateral, serta penurunan pondasi. Namun, untuk tiang pancang dengan diameter 42,9 cm, kapasitas dukung aksial tidak memenuhi syarat keamanan (Qg < P), sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan.

Jaenal Musianirudin; Mindiastiwi, Tigo

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdiri dari susunan partikel-partikel yang berukuran koloid artinya butiran penyusun tanah lempung ini berukuran <0,002. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tanah serta mengetahui pengaruh campuran semen dan serbuk batu bata sebagai bahan stabilisasi dengan metode kuat tekan bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji laboratorium berupa pengujian sifat – sifat fisis dan mekanis tanah. Penujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan semen dan serbuk batu bata. Hasil penelitian uji sifat fisis tanah asli dilaboratorium didapatkan nilai berat isi tanah (γb) 1,669 gr/cm³, (γd) 1,09 gr/cm³, kadar air 52,92% dan berat jenis 2,651. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah dapat dikategorikan dalam tanah lempung organik. Hasil dari pengujian grain size tanah dapat di kategorikan dalam tanah lanau lempung. Pada uji atterberg limit tanah dapat dikategorikan ke dalam tanah lempung plastisitas tinggi dengan PI 26,54%, pengujian proctor dengan hasil berat isi kering maksimal (γd) 1,302 gr/cm³ dan kadar air optimum (w) 36,2%. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas (Uncofined Compression Test) dengan bahan stabilisasi serbuk batu bata 5%, 7%, 10%, 12% dan 5% semen untuk masing-masing sampel, dengan nilai kuat tekan bebas (qu) yaitu 0,785 kg/cm², 0,872 kg/cm², 1,008 kg/cm², 1,120 kg/cm², dan nilai kohesi undrained (cu) sebesar 0,205 kg/cm², 0,390 kg/cm²,0,435 kg/cm², 0,505 kg/cm², 0,560 kg/cm². Berdasarkan rekap uji kuat tekan bebas  (qu) dan didapatkan persamaan  y = 0,2127ln(x) + 0,2153 R² = 0,9855.