Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Jordan Syah Gustav; Sumardiyono Sumardiyono; Lusi Ismayanti; Maria Paskita Widjanarti; Tutug Bolet Atmojo +4 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research aims to identify potential hazards and assess the level of fire risk in a textile company located in Sukoharjo Regency using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. The research background is based on the high fire hazard potential in the textile industry due to the use of flammable chemicals, high operating temperatures, and the accumulation of combustible fibers and textile dust. A descriptive research approach was applied through field observations, interviews with workers and the OHS team, and technical document analysis. The results showed that the highest risk levels were found in the dyeing process, electrical panel room, and machine maintenance activities (welding/repair), with risk scores reaching 20 (high category). The main contributing factors included non-standard electrical installations, poor ventilation, and unsafe work behavior. Risk control strategies are recommended through technical, administrative, and behavioral approaches, including smoke detection systems, routine evacuation training, and the reinforcement of safety culture. The implementation of these measures is expected to improve the effectiveness of occupational health and safety management systems and reduce the potential for fire incidents in the textile industry.

Putri, Dwiana Kartika; Zuiatna, Dian; Amelia, Yummi

Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Keadaan darurat adalah situasi atau kejadian tidak normal yang terjadi tiba-tiba dan dapat menggangu kegiatan komunikasi dan perlu segera ditanggulangi. Puskesmas sebagai salah satu pelayanan kesehatan masyarakat memiliki potensi terjadi keadaan darurat seperti kebakaran dan bencana alam gempa bumi, oleh sebab itu maka Puskesmas harus siap siaga dalam menghadapi bencana dengan melakukan penyiapan sumberdaya, baik fasilitas maupun sumberdaya manusia. Upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko yaitu dengan cara perencanaan sistem tanggap darurat bencana, penting dilakukan untuk menanggulangi semua kejadian bencana secara cepat, tepat, dan akurat, serta untuk menekan timbulnya korban jiwa dan kerugian akibat kejadian bencana tersebut. Puskesmas Karang Baru merupakan salah pelayanan kesehatan umum yang memiliki risiko terjadinya keadaan darurat baik keadaan darurat bencana maupun keadaan darurat kebakaran. Maka itu perlu dilakukan sosialisai tanggap darurat kebakaran di Puskesmas Karang Baru, karena kebakaran merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan kerugian dan memakan korban jiwa. Untuk itu edukasi perlu dilaksanakan sebagai upaya mencegah dan mengurangi dampak dari kebakaran tersebut. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi bagaimana menghindari dan penanganan kebakaran yang tepat serta memberikan informasi dan kesigaptanggapan terhadap  terjdinya bahaya  kebakaran di Puskesmas Karang Baru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian edukasi dengan metode ceramah tanya jawab kepada responden yang merupakan pegawai di Puskesmas Karang Baru. Selesai memberikan edukasi, responden mengerti bagaimana melakukan pencegahan terjadinya kebakaran dan tindakan yang akan dilakukan saat terjadinya kebakaran serta mengetahui bagaimana penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Muhammad Hanif Ramadhanu; Nabilla Ayu Damayanti; Ailsa Nanda Rahmadani; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kebakaran menjadi masalah yang serius di Indonesia dikarenakan potensi tingkat kebakaran di Indonesian cukup tinggi. Tidak ada tempat kerja yang dapat dijamin bebas dari bahaya kebakaran, contohnya seperti pada bangunan gedung di galangan Tanjung Perak. gedung perkantoran dilengkapi dengan sekat dan furniture yang memenuhi seluruh lantai dan di dalam gedung perkantoran terdapat komputer dan arsip-arsip data perusahaan. Sehingga, jumlah dan jenis bahan mudah terbakar sangat tinggi intensitasnya yang berakibat rawan penjalaran api. Upaya pemadaman akan mengalami kesulitan termasuk upaya penyelamatan korban dikarenakan terbatasnya akses untuk masuk maupun keluar bangunan jika terjadi kebakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, memahami, dan mengevaluasi sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung galangan di Tanjung Perak. Pada penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrument aktif dalam upaya mengumpulkan data-data di lapangan. Sedangkan instrument pengumpulan data yang lain selain manusia adalah berbagai bentuk alat-alat bantu dan berupa dokumen-dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan gedung ini diidentifikasi termasuk pada bahaya kebakaran sedang tingkat II berdasarkan klasifikasi tingkat potensi kebakaran sesuai KEP.186/MEN/1999.

Febta Alkarin Putri; Rafly Prawira; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Industri peleburan baja di Sidoarjo merupakan salah satu perusahaan special steel yang diperhitungkan dalam industri peleburan baja. Pada industri peleburan baja di Sidoarjo ini memiliki potensi bahaya kebakaran yang sangat tinggi yang disebabkan oleh proses produksi peleburan itu sendiri. Kebakaran pada industri peleburan baja di Sidoarjo ini merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian material, kehilangan nyawa, dan merusak lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanggulangan dan pencegahan kebakaran menjadi sangat penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional industri peleburan baja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pencegahan dan penanggulangan kebarakan di perusahaan peleburan baja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data didapatkan dengan cara observasi dan wawancara mengenai penerapan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan peleburan baja sudah menerepakan dan melaksanakan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai standar namun masih ada beberapa yang perlu dioptimalkan kembali seperti penambahan APAR serta pelaksanakan simulasi tanggap darurat.

Abdur Rosid s; Aulia Hamidah Hidayat; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tidak terjangkaunya Alat Pemadam Api Ringan dan tidak terdapatnya fire system security membuat PT XYZ berupaya untuk meningkatkan keamanan dan menghindari risiko kebakaran dengan menganalisa potensi bahaya yang ada di tempat kerja sebagai sarana perencanaan kebutuhan Alat Pemadam Api Ringan. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Observasi dilakukan pada saat melihat kondisi dan tata letak ruang kantor. Wawancara dilakukan kepada salah satu karyawan divisi Health Safety Security and Environment. Kedua bentuk data ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya kebakaran di ruangan PT XYZ. Potensi bahaya kebakaran yang ada di dalam kantor tersebut disebabkan oleh ada peralatan yang mudah terbakar apabila tidak dirawat dengan baik. Dari observasi dapat dilihat terdapat 4 potensi bahaya yaitu kertas, bahan kimia, peralatan elektronik, dan instalasi listrik.Dari potensi bahaya ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 4 Tahun 1980 Tentang Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan diperoleh APAR golongan C berjumlah satu dengan jenis Dry Chemical Powder.

Muchammad Raihan Rakhadary; Moch. Luqman Ashari2

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

High-rise office building adalah gedung dengan jumlah lantai paling sedikit 16 lantai yang difungsikan sebagai area kantor. Dengan ketinggian gedung yang cukup tinggi dan jumlah penghuni yang lebih dari 100 orang maka dapat dikategorikan sebagai bangunan dengan potensi bahaya tinggi. Salah satu bahaya yang mengintai adalah kebakaran yang dapat membahayakan penghuni gedung. Dengan pelatihan evakuasi yang tepat saat keadaan darurat kebakaran, diharapkan dapat meminimalisir kerugian yang dapat terjadi. Evaluasi dalam pelaksanaan simulasi evakuasi kebakaran diperlukan untuk mengoptimalkan simulasi yang dilakukan. Melalui penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini, peneliti akan membahas penerapan sistem tanggap darurat kebakaran mulai dari sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran pada gedung bertingkat. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan membantu pembaca dalam mengoptimalisasi sistem tanggap darurat yang ada pada gedung bertingkat.

Haidar Labib Tsany; Vina Kurnia Nabilah; Febrian Sekar Nurfadhilah; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada era perkembangan teknologi, bidang industri mengalami kemajuan guna mendorong menunjang efisiensi kerja yang didukung dengan alat dan bahan dasar baru untuk menciptakan produk yang inovatif. Namun hal tersebut seringkali menyimpan potensi bahaya seperti kebakaran. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di sektor galangan kapal dengan beradam tahapan proses produksi yang tentunya menyimpan banyak risiko kebakaran. Maka dari itu perusahaan mengadakan pelatihan tanggap darurat kebakaran agar pekerja dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan saat kejadian darurat. Pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran ini dilakukan dengan dua rangkaian kegiatan yaitu sosialisasi pemberian materi dan praktek, kemudian dilanjutkan dengan simulasi terjadinya keadaan darurat serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan tersebut menggunakan skenario yang telah disepakati dan disosialisasikan kepada pekerja. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 jam dan peserta sekitar 25 orang dengan tugas dan peran masing – masing. Hasil dari kegiatan pelatihan ini pekerja memahami proses evakuasi ketika terjadi keadaan darurat dengan catatan waktu yang ideal untuk proses pemadaman api serta proses evakuasi terhadap seluruh pekerja dan korban.

Alvionita Damayanti

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

program upaya pembuatan jalur evakuasi dan Titik Kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora bertujuan untuk mendukung Permen PUPR No.14 Tahun 2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Jalur evakuasi dan titik kumpul ini didesain untuk kasus darurat seperti kebakaran, gempa bumi, dan situasi darurat lainnya. Fasilitas ini menyediakan petunjuk evakuasi dan titik kumpul yang memudahkan seluruh pengguna layanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora untuk mencari tempat yang aman dan berkumpul di titik kumpul setelah proses evakuasi. Tujuan dari pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora adalah untuk menyusun rencana tanggap darurat yang praktis, sederhana, dan mudah dimengerti, yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan cidera, kerusakan aset, dan kerugian material akibat dari berbagai bentuk dan tingkat resiko atau bahaya di tempat kerja. Meskipun tempat kerja yang sepenuhnya aman dari keadaan darurat sulit dicapai, rencana tanggap darurat yang matang dapat menormalisasi situasi dan menyelamatkan banyak nyawa. Lokasi titik kumpul yang jelas merupakan bagian penting dari perencanaan tersebut. Kegiatan ini diawali dengan melakukan koordinasi bersama pejabat struktural dan Pembimbing Kegiatan sehingga dapat ditentukan kepastian waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan program  di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora.