Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Agnes Laurensia Gea; David Albert Pardede; Nathasia Simanjuntak; Putri Maria Regina; Athalia Famelinda Gracia Sinaga +4 more

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pulmonary Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis through droplets from patients diagnosed with TB. Based on the Global TB Report 2024, WHO reported that Indonesia ranks second in the world, where 81% of cases were confirmed and 90% of them had received treatment, where there was an increase in the number of cases compared to 2023 with 77% of confirmed cases and 88% of them received treatment. The increase in the number of pulmonary TB cases is inseparable from factors that determine the transmission of M. tb such as the concentration of organisms in the air related to ventilation and the length of time a person inhales contaminated air. To determine the relationship between ventilation conditions and home lighting to the incidence of pulmonary TB in the working area of ​​the Glugur Darat Health Center in 2025 This study is an analytical study with a cross-sectional study design. Sample selection used the consecutive sampling method with 56 patients who met the inclusion criteria. Of the 56 people who met the criteria, 30 people (53.6%) were pulmonary TB sufferers and 26 people (46.4%) were not pulmonary TB sufferers. The majority of respondents were male (38 people) and the highest number was found in the 18-59 age range (48 people) (85.7%). Regarding ventilation conditions, 34 people (60.7%) did not meet adequate ventilation requirements, and 29 homes (51.8%) did not meet adequate lighting requirements. There was a relationship between ventilation conditions and the incidence of pulmonary tuberculosis in the Glugur Darat Community Health Center work area, but there was no relationship between home lighting and the incidence of pulmonary tuberculosis in the Glugur Darat Community Health Center work area.

M. Fatahila Surya Asmara; Dyah Hendrawati; Florino Piscal Akbar

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Kenyamanan termal dalam ruangan sangat penting untuk efektivitas kinerja pengguna ruang, terutama bangunan masjid yang digunakan untuk beribadah oleh banyak orang. Sistem peghawaan alami yang memanfaatkan aliran udara dan desain fasad yang baik sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan fasad Masjid Quwwatul di Yogyakarta guna mencapai kenyamanan termal. Metode simulasi menggunakan perangkat lunak Autodesk CFD untuk mengukur kecapatan udara sebagai variabel kenyamanan termal, dan menggunakan CBE untuk mengukur kenyamanan termal pada ruang ibadah. Hasil menunjukkan bahwa fasad eksisting belum mencapai kenyaman termal, dengan aliran udara masuk hanya sebesar 0,74 m/s. Alternatif desain fasad diperlukan untuk meningkatkan aliran udara. Alternatif 1 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,22 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 13% dan menggunakan sistem ventilasi silang, sehingga dikategorikan sebagai nyaman hangat. Alternatif 2 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,3 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 19% serta menggunakan sistem bodycooling dan ventilasi silang, sehingga masuk ke dalam kategori nyaman hangat.

Budi Santoso; Anita Rahmawati; Jalaluddin Mubarok; Rizky Ramadhan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Model ini diaplikasikan pada Perumahan Green pakis Regency  (PT. Altofindo Sentosa) melalui proses simulasi, berkonsep “Green Area berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yaitu melindungi lingkungan hidup dan mendukung implementasi target SDGs yang terkait dengan lingkungan, memberikan ruang lebih pada kawasan hijau, menggunakan energi berwawasan yang tidak memicu terjadinya lonjakan carbon, penggunaan material ramah lingkungan. Konsep perencanaan site plan mempertimbangkan kawasan rumah sehat yaitu memberi porsi yang cukup terhadap  ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Tujuan dari penelitian ini dengan program “Excel RAB-Pro” mendapatkan model site plan perumahan yang optimal, dari instrumen biaya  perumahan. Metode Penelitian adalah model simulasi site plan dengan merencanakan 3 alternatif untuk rumah type 40, 45, 70 (1 lantai), 68 dan78 (2 lantai) dan Ruko type 90 (2 lantai). Ketiga alternatif site plan tersebut kita ajukan ke perijinan untuk diproses, dievaluasi yang hasilnya ditetapkan satu untuk disetujui dan disyahkan untuk diaplikasikan ke proyek. Instrumen dari biaya meliputi  : biaya tidak langsung, biaya langsung, profit dan biaya penambahan SDGs meliputi eco drainage berupa sumur resapan, penggunaan material sirap dari kayu merbau untuk atap bangunan masjid, penggunaan energi ramah lingkungan untuk penerangan jalan solar panel dan solar water heater yaitu pemanfaatan energi matahari guna memanaskan air untuk kamar mandi.

Elysia Callysta Wibowo; Firra Rosariawari

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2025 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

This study analyzes the conditions of extreme overcapacity in an installed exhaust ventilation system (Qinstalled = 18.00 /minute) that serves four acid cabinet units, specifically for the storage of volatile Hazardous and Toxic Materials (B3) such as toluene and methanol in tightly sealed containers. Although high capacity ensures safety, this practice causes significant energy inefficiency and unnecessary negative pressure problems in the room. Based on engineering analysis using a conservative Air Change Rate (ACR) standard of   for liquid storage of 1.38 /minute. By applying the industry standard safety factor (FoS) of 1.5, the ideal flow rate (Qideal) that must be allocated is 2.07 . The optimization analysis concludes that the currently installed system is theoretically capable of safely and efficiently serving 8 units of volatile storage acid cabinets, with the addition of 4 new cabinets to maximize efficiency and reduce energy waste. This utilizes 92% of the total capacity while maintaining a safety factor above 1.5.

Aldilla Aini Rahma Latifa; Ahmad Ikhlasul Amal; Dwi Retno Sulistyaningsih

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Patients who are admitted to the Intensive Care Unit (ICU) often require mechanical ventilation due to respiratory failure. One of the common problems that arises in patients with mechanical ventilation is the buildup of sputum, which can interfere with the ventilation process as well as lower the tidal volume. To overcome this, a combination of clapping and suction interventions are used as a therapeutic method with the aim of helping to clear the airways and improve ventilation function. This study aims to determine the effect of the combination of clapping and suction on tidal volume in patients with respiratory failure using mechanical ventilation. The research design used a pre-experiment with a one-group pretest-posttest approach on 43 respondents in the ICU room. Interventions in the form of clapping and suction are given in a structured manner according to standard nursing procedures. The results showed that the majority of respondents were female (53.5%), with the most medical diagnosis being SNH (23.3%). Most of the respondents were in the late adult age category (32.6%) and used PCV ventilation mode (51.2%). Before the intervention, most respondents had a low tidal volume (72.1%), while after the intervention the majority had an increase to the normal category (90.7%). The Wilcoxon test showed a value of p = 0.001, which means that there is a significant effect of the combination of clapping and suction on the increase in tidal volume. Thus, it can be concluded that the combination of clapping and suction is an effective intervention in increasing tidal volume in patients with respiratory failure with mechanical ventilation at the ICU of RSI Sultan Agung Semarang.

Jeanny Laurens Pinassang; Stivani Ayuning Suwarlan; Gladies Imanda Utami Rangkuty

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Urbanisasi yang berkembang pesat telah menjadi isu utama dalam peningkatan konsumsi energi di wilayah perkotaan. Sebagian besar rumah-rumah di zona permukimam pada zaman kini juga dikonstruksi melekat satu sama lain, menyebabkan ventilasi udara alami bekerja tidak optimal dan mengharuskan para penghuni untuk menggunakan alat pengontrol termal untuk mencapai kenyamanan termal mereka. Dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif melalui simulasi digital, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apabila bentukan rumah panggung seperti Rumah Limas Potong mampu mencapai kenyamanan termal untuk penggunaannya di masa depan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah panggung mustahil untuk meraih kenyamanan termal dengan iklim tropis terkini. Perlu dilakukan lagi eksperimen waktu-nyata pada rumah-rumah panggung dengan atau tanpa sistem pendinginan pasif untuk hasil dan akurasi yang lebih baik dalam meraih permukiman yang hemat energi.

M Kevin Caesario Mahardika; Heri Puspito

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Multiple odontektomi merupakan prosedur pencabutan beberapa gigi secara bersamaan yang biasanya dilakukan di bawah anestesi umum, di mana pasien kehilangan kemampuan bernapas spontan sehingga memerlukan dukungan ventilasi. Dua metode ventilasi yang umum digunakan adalah control ventilator Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan manual bagging. Penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di IBS RSUD Kota Yogyakarta melibatkan 58 pasien multiple odontektomi dengan mayoritas perempuan, bertujuan membandingkan kecepatan napas spontan antara penggunaan control ventilator CPAP dan manual bagging. Instrumen penelitian menggunakan mesin anestesi dengan metode manual bagging dan control ventilator CPAP, dan analisis data dilakukan dengan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi 17,500, mengindikasikan perbedaan signifikan pada kecepatan napas spontan antara kedua metode ventilasi tersebut, di mana manual bagging lebih cepat memicu napas spontan dibandingkan control ventilator CPAP. Kesimpulannya, terdapat perbandingan kecepatan napas spontan yang signifikan pada pasien multiple odontektomi dengan general anestesi antara control ventilator CPAP dan manual bagging di IBS RSUD Kota Yogyakarta.

Novariza Yasmin; Lia Rosmala Schiffer

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna pada bangunan Tanatap Coffee di Bekasi. Dalam perkembangan arsitektur modern, keberlanjutan telah menjadi fokus penting untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi penggunanya. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, melibatkan observasi langsung pada elemen-elemen arsitektur yang diterapkan, seperti pemanfaatan energi alami, material ramah lingkungan, dan efisiensi tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanatap Coffee telah memanfaatkan beberapa prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemilihan vegetasi yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, pemanfaatan material daur ulang serta desain terbuka pada fasad bangunan turut mendukung pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna.

Efendi, Raisya Brilian; Refranisa

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang tidak boros atau dengan hasil yang maksimal. Dalam konteks rumah hunian, efisiensi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghemat sumber daya, seperti energi, air, dan uang. Smarthome adalah rumah yang dilengkapi dengan perangkat elektronik yang dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan perangkat seluler atau komputer. Perangkat- perangkat tersebut dapat digunakan untuk mengontrol berbagai hal di rumah, seperti suhu, pencahayaan, keamanan, dan hiburan. Rumah hunian adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah hunian tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik manusia, seperti tempat berteduh dari cuaca buruk, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis manusia, seperti tempat untuk merasa aman, nyaman, dan betah. Secara fisik, rumah hunian harus memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Rumah hunian harus kokoh dan tahan terhadap cuaca buruk, serta memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Rumah hunian juga harus bersih dan nyaman untuk dihuni. Secara psikologis, rumah hunian harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan betah bagi penghuninya. Rumah hunian harus dapat menjadi tempat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan mengembangkan diri.

Rafly Hadi Pangestu; Paniran Paniran

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

As time goes by, the rapid development of technology has brought various conveniences to people's daily activities.  An example of the continuation of technology is microcontrollers and electronic devices that can be connected to the network. One of them is the industrial sector in the PLTS plant at the 7 Mwp On-Grid PLTS Pt. Infrastructure Terbarukan Cemerlang Sengkol which has PV Box generating equipment that requires temperature and humidity control to determine the cause of corrosion that occurs in the PV Box.This study is intended as a solution in monitoring PV Box generating equipment. This technology development uses the Internet of Things (IoT) which combines the physical and virtual worlds. In this research, the method used is the experimental measurement method, making the system created more real and detailed. In research using DHT11 equipment which has the advantage of being able to estimate temperature and humidity. NodeMCU ESP32 as a microcontroller connected to the blynk platform via the internet functions to manage hardware, show evidence of sensors, secure data, depict data, and others. The results of the research on designing a temperature and humidity monitoring system at the 7 Mwp On-Grid PLTS Pt. Infrastructure Terbarukan Cemerlang Sengkol were successfully created and produced positive effects by being monitored using the blynk platform. This research was carried out in real time using a cell phone wherever you are. This research shows that temperature measurements from the DHT11 sensor obtained an average temperature of 31.78%, while the average humidity value was 85.96%, which indicates that the room being measured had high humidity. By considering these two findings, it can be concluded that the cause of corrosion in the room is high humidity and redox reactions from various substances in the environment.

Sahipul Ernada; Senna Malik Ibrahim; Egyt Yusuf Hidayat; Mey Rohmadhani; Denny Oktavina Radianto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu instansi pendidikan di Surabaya merupakan instansi yang bergerak dalam bidang perkapalan dimana praktek dilaksanakan di laboratorium. Salah satu laboratorium yaitu laboratorium motor bakar, dimana praktek selalu dilakukan dalam bengkel tersebut. Untuk memberikan kenyamanan dalam ruangan, perlu dilakukan evaluasi terhadap ventilasi yang terjadi dalam laboratorium motor bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem ventilasi di laboratorium motor bakar sudah sesuai standar atau belum terhadap higiene industri. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel aliran laju udara di laboratorium motor bakar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan parameter yang ada di SNI untuk menentukan efektivitas sistem ventilasi dalam mengurangi potensi penyakit akibat kerja (PAK). Temuan menunjukkan bahwa sistem ventilasi yang efektif dapat secara signifikan mengurangi potensi PAK. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan sistem ventilasi di laboratorium motor bakar dapat secara signifikan meningkatkan higiene industri dan mengurangi risiko penyakit terkait pekerjaan. Hasil penelitian sistem ventilasi pada laboratorium motor bakar sudah sesuai standart dan penelitian ini menekankan pentingnya inspeksi dan perawatan berkala pada sistem ventilasi.

Rima Iska Marito Marbun

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara kejadian penyakit Tuberculosis paru dengan beberapa faktor kondisi rumah yaitu Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, suhu, kelembaban, dan pencahayaan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan Uji Chi-Square, adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 65 rumah. Hasil dari penelitian ini didapatkan kepadatan penghuni yang memenuhi syarat dan menderita penyakit TBC paru yaitu 11 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat sebanyak 14 rumah dan yang tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kamarisasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 12 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 15 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 0 rumah. Ventilasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Suhu yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kelembaban yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 22 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 28 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah.Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dan menderita sebanyak 17 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 33 rumah yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 4 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 11 rumah. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara TBC paru dengan Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, Suhu,dan Kelembaban,Tidak ada hubungan anatara TBC paru dengan Pencahayaan terhadap kejadian penyakit Tuberculosis Paru . Maka itu disarankan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya serta penanganan penyakit Tuberculosi Paru secara rutin oleh tenaga kesehatan terkait PHBS.