Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Salsadilah, Nadya; Maharani, Dewi; Rahayu, Elly

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk menghasilkan, membeli, atau menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis dapat dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan besar, atau usaha kecil. Di suatu dunia bisnis, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah piranti yang dipakai untuk mengatasi suatu proses, operasional, evaluasi, serta teknologi dan informasi. Usaha  bisnis  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  ringan  snack dijalankan  dengan  modal usaha  berskala  kecil  ialah  pelaku  bisnis  berskala  rumah  tangga  yang  mempunyai  kesempatan sangat  bagus  untuk  berkembang  dengan  pesat  dengan  keterbatasan  yang dimiliki  seperti  SDM, skill,  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengelolaan  bidang  managementyang  seadanya Penelitian ini dilakukan di Teha Coffee Corner, sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tebing Kisaran, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211. Kedai ini didirikan pada Maret 2021 oleh Thierry Henry, tepat di tengah masa pandemi COVID-19. Supply Chain Management (SCM) adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, retailer, distributor, pergudangan, transportasi dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebuah model rantai pasokan sederhana terdiri dari empat komponen yaitu supplier, produsen, gudang atau pusat distribusi dan pengguna akhir. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, Teha Coffee Corner mulai menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku dan pencatatan transaksi. Saat ini, pencatatan masih dilakukan secara manual, baik dalam menghitung jumlah stok maupun dalam mencatat transaksi harian. Setiap akhir operasional atau saat closing, Dengan adopsi sistem E-SCM, aliran informasi dan data pembelian antara Teha Coffee Corner dan pemasok menjadi lebih efisien. Ini menghasilkan kejelasan dan ketepatan dalam transaksi pembelian, yang berkontribusi pada menghindari kesalahan dan mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman toko.

Andine Sekar Kinanti; Farel Maisya Ramadhan; Maria Agustina Aso; Siti Aisyah; Theresia Priselis A. L. Koban

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2024 CV. Aksara Global Akademia

Koperasi, organisasi yang pertama kali didirikan pada tahun 1895 ini merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan kekeluargaan. Koperasi pertama di Indonesia yang didirikan adalah De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden (Bank Bantuan dan Tabungan Petani Pribumi Poerwokerto) dengan tujuan membantu masyarakat desa dan pedesaan. Pada awalnya bank ini dibentuk untuk menampung angsuran dari peminjam uang kas masjid dan setelah Kemerdekaan Indonesia, bank ini didaulat sebagai bank pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1946 yang saat ini dikenal dengan nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula berbagai macam jenis koperasi yang masuk di Indonesia, salah satunya yaitu Koperasi Multipihak, koperasi yang mengelompokkan anggotanya berdasarkan peran kelompok dalam lingkup usaha tertentu. Koperasi Multipihak di Indonesia menggunakan berbagai Teknik di antaranya pengelompokan anggota, one man one vote, hak suara berbobot, kerja sama dan pengambilan keputusan kolektif. Di Indonesia, sudah tercatat ada 166 Koperasi Multipihak yang sebagian besar merupakan koperasi baru. Banyak orang yang tertarik dengan Koperasi Multipihak. Sebab, KMP dianggap mampu merespons kebutuhan lokal secara lebih fleksibel dan memberikan manfaat yang lebih beragam kepada anggotanya. Menteri Koperasi dan UKM meyakini perkembangan KMP di Indonesia disebabkan oleh perubahan ekonomi dan teknologi. Dengan KMP ini, MenKopUKM berharap bisa membangun kekuatan industry di bidang pertanian dan budidaya perikanan melalui program Koperasi Multipihak untuk memanfaatkan teknologi di sektor manufaktur.

Arvian Ega Ardani Renandra; Jaka Purnama

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

SK JAYA adalah perusahaan manufaktur lokal yang sudah berproduksi secara komersial dan memiliki beberapa kegiatan usaha yaitu perdagangan panel-panel listrik, Box metal. Namun, dalam melakukan perencanaan dan pengendalian bahan baku, perusahaan mengalami kendala karena belum dilakukannya suatu perencanaan yang tepat dalam menentukan kebutuhan bahan baku. Kendala ini tentunya berpengaruh terhadap proses produksi dan pengelolahan biaya dalam melakukan pengadaan bahan baku. Untuk Box Panel, dengan metode perusahaan yang diterapkan sebelumnya, perusahaan hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 2.880 pcs sedangkan kebutuhan yang dibutuhkan sebesar 3.150 pcs. Untuk membantu masalah yang terjadi pada CV. SK JAYA, maka diterapkan suatu metode Material Requirement Planning (MRP) yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan bahan baku secara tepat. Dengan menggunakan metode MRP, perusahaan mampu menentukan kebutuhan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu proses produksi dengan biaya yang efisien. Bahan baku yang dikeluarkan perusahaan dalam melakukan pengadaan bahan baku selama satu tahun plat besi untuk komponen pintu box, bagian belakang box, samping box, bagian bawah box, dan kepala box membutuhkan sebanyak 3.147 lembar plat besi , komponen kunci membutuhkan 3.048 pcs, komponen tombol membutuhkan 9.441 pcs, komponen plat nama membutuhkan 2.081 pcs , komponen ensel membutuhkan 3.048 set, komponen BG lubang kabel membutuhkan 3.048 pcs. Dengan teknik Fixed Periode Requirement (FPR) mendapatkan biaya sebesar Rp6.659.790,00. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode MRP dapat berperan dalam melakukan perbaikan perencanaan dan pengendalian bahan baku dengan biaya yang efisien pada perusahaan.  

Maria Ulrika Jeniwati; Maria Yovita R. Pandin

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

Pengaruh Arus Kas Operasi Dan Laba Bersih Terhadap Kebijakan Dividen  Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Manufaktur adalah sebuah badan usaha yang mengoperasi mesin, peralatan, tenaga kerja dalam suatu medium proses untuk mengubah bahan-bahan baku menjadi barang jadi dengan memiliki nilai jual. Semua proses manufaktur dan tugas dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dikembangkan oleh masing-masing karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh laba bersih dan arus kas operasi terhadap dividen kas. serta pengaruh kesalahan proses manufaktur terhadap produksi barang di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaf. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi regresi linier, asumsi, t, f, dan koefisien determinan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan sampel tunggal. Sampel pada penelitian ini 11 perusahaan yang berasal dari laporan keuangan tahunan, sehingga data penelitian yang berasal dari laporan keuangan tahunan sebanyak 33 data. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pembagian dividen. Sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah arus kas operasi dan laba bersih. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan oleh SPSS, dimungkinkan untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam cara operasi dilakukan. Laba memiliki dampak negatif yang signifikan pada dividen.  Arus kas operasi dan laba bersih tidak berpengaruh kebijakan dividen.  

Muhammad Cahyo Hermansyah; Dewi Sutjahyani

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

SAK – EMKM (Standart Akuntansi Keuangan – Entitas Mikro, Kecil, dan Menegah) yang sudah diterbitkan oleh IAI pada 1 Januari 2018 bertujuan untuk memudahkan pelaku ekonomi khusunya UMKM dalam melakukan pencatatan laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan Standart Akuntansi Keuangan atau laporan keuangan yang digunakan oleh UMKM Merr 88 Surabaya sebelum dan sesudah menggunakan Standart Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data yang digunakan adalah data primer berupa hasil dari teknik pengumpulan data melalui wawancara serta observasi langsung dan tidak langsung. Hasilnya adalah UMKM Merr 88 Surabaya belum menerapkan SAK (Standart Akuntansi Keuangan) ke dalam Laporan Keuangannya. Dalam wawancara yang dilakukan dengan pemilik UMKM. Pemilik menerangkan bahwa minimnya SDM yang mengetahui perihal SAK. Sehingga pencatatan laporan keuangan dilakukan dengan apa adanya.

Wahyudi, Eko Nur; Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan kota pusat perdagangan dan industri dengan sektor unggulan di bidang manufaktur, agrikultur dan pariwisata. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi (LPE), kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,7 di tahun 2015 menjadi 5,8 di tahun 2016. Artinya laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sangat tinggi, khususnya di sektor pariwisata. Banyak industri kecil tumbuh yang menopang laju pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, seperti di bidang makanan dan minuman olahan dan kerajinan. Beberapa wilayah dikhususkan dalam pengembangan industri tersebut, namun demikian tidak semua dapat menjadi sentra dari setiap bidang industri tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, seperti contoh dalam usaha kerajinan batik ada di beberapa lokasi demikian juga dengan industri olahan pangan.Pola pertumbuhan industri mikro, kecil dan menengah tersebut agar dapat dimonitordan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah industri dengan metode KMeans untuk bisa memetakan pembinaan dan pendampingan pengembangan yang tepatsesuai dengan bidang usaha para pelaku industri mikro, kecil menengah dan potensi wilayahkecamatan.