SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Nasywa Oktavia Melani; Nadia Oktiffany Putri

Journal of Educational Innovation and Public Health 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the relationship between family support and depression levels among the elderly in Pejuang Village, Bekasi City, through a descriptive-narrative literature review. The review analyzed relevant scientific articles discussing family support, social support, and depression in older adults. Literature was selected based on the suitability of the elderly population, the presence of family or social support variables, and the measurement of depressive symptoms or depression levels. The analysis compared each article’s objectives, research design, respondent characteristics, instruments, findings, and conclusions. The results indicate that most studies found a relationship between family support or social support and depression among the elderly. Adequate family support, including emotional, instrumental, informational, and appraisal support, helps older adults feel cared for, valued, secure, and better able to adapt to the aging process. Preliminary findings at the Elderly Posyandu in Pejuang Village also show variations in family support and depression levels among elderly participants. Conversely, limited family support may increase loneliness, psychological distress, and depressive symptoms. Therefore, family support functions as a protective factor in reducing depression risk among older adults. Strengthening the involvement of families, health workers, and elderly posyandu cadres is necessary as a promotive and preventive strategy to maintain psychological well-being through education, early detection, and sustainable community-based assistance for vulnerable elderly groups living in community and family environments.

Rika

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depresi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada lansia di Indonesia. Depresi pada lansia dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan, kemandirian, dan penurunan fungsi tubuh lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia serta kesedihan ditinggal orang yang dicintai, factor kepribadian, genetik, dan faktor bilogis penurunan neuron-neuron dan neurotransmitter. Salah satu cara untuk mengatasi depresi pada lansia adalah dengan memberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progrssive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 11 lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Peneliti melakukan pengukuran awal depresi, setelah itu melakukan terapi Progressive muscle relaxation (PMR) selama 20-30 menit, dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran akhir. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai rata rata depresi lansia pre test adalah 7,27 setelah lansia diberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR), nilai tingkat depresi lansia mengalami penurunan menjadi 3,36. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value= 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Diharapkan bagi panti lansia bisa menyediakan program terapi progressive muscle relaxation (PMR) secara teratur, yang dapat membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan fisik lansia.

Azhrah Fatimah Ayunurrochim; Nopryan Ekadinata; Muh Fathoni Rohman

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The proportion of the elderly population is increasing every year, and the elderly are experiencing various changes, both in physical, mental and social aspects. The elderly are residents aged over 60 years. Elderly people often experience various psychological problems such as loneliness, isolation, helplessness, lack of self-confidence, post-power syndrome, anxiety disorders and depression. Depression is a mood disorder that can cause prolonged feelings of sadness and persistent loss of interest, characterized by prolonged sadness, mood swings, and lack of interest in activities. The tool used to measure the level of depression in this case report uses the GDS (Geriatric Depression Scale) instrument. In this case report, the results of an assessment of one 66 year old client were obtained with a GDS score of 11 which indicated moderate depression. Management of depression can use pharmacological or non-pharmacological therapy. This case report refers to the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI) using progressive muscle relaxation (ROP). The ROP intervention was carried out at BPSTW Abiyoso Wisma Talkondo for seven days with three evaluations. The results obtained were that the client experienced a decrease in the level of depression with a score of 5, namely mild depression. It can be concluded that ROP is effective in reducing depression levels in the elderly.

Lestiyoningsih, Dewi; Azhari, Nanang Khosim; Noviyanti, Laura Khattrine

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2024 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Penyakit Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler ditunjukkan dengan kerusakan fungsional dan struktural yang bersifat sementara maupun permanen akibat kurangnya aliran darah ke otak. Depresi merupakan penyakit yang melibatkan tubuh, suasana hati dan pikiran, depresi pada penyakit kronis yang telah dikaitkan dengan kurangnya kepatuhan dalam program pengobatan, kecenderungan bunuh diri dan tingkat kelangsungan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan tingkat depresi pada lansia dengan penderita  stroke  di  RSI  Sultan  Agung  Semarang.  Jenis penelitian  yang digunakan  yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 66 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan  Purposive sampling. Uji statistik  yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil yang diperoleh yaitu taraf signifikasi p-value (0,001 <0,05) dengan nilai correlation coefficient sebesar (-0,395) yang menunjukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dengan tingkat depresi dalam kategori hubungan rendah dengan arah  korelasi negatif. Sehingga  dapat  disimpulkan bahwa efikasi  diri yang rendah  dapat menyebabkan tingkat depresi sedang pada pasien lansia dengan penderita stroke. Diharapkan peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor- faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat depresi pada pasien lansia dengan penderita stroke.

Muhammad Rifqi Maulana; Said Iskandar Al Idrus

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pakar psikologi mengingatkan pentingnya untuk tidak meremehkan kesehatan mental atau depresi sejak dini karena dapat menyerang berbagai usia dan mampu memengaruhi kondisi psikis penyintasnya. Mulai dari menyalahkan orang lain, menyakiti diri sendiri, hingga menyebabkan keinginan bunuh diri, merupakan bahaya yang mengancam saat seseorang depresi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat perhitungan dengan metode fuzzy sugeno untuk mengukur tingkat depresi pada mahasiswa dan membuat sistem yang mempermudah pengguna untuk mengetahui tingkatan depresi yang dialaminya. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Negeri Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling. 60 responden yang terukur, terdapat 40% yang terindikasi tidak ada depresi/gangguan mood, 45% terindikasi depresi sedang, dan 15% terindikasi depresi berat. Hasil akurasi metode fuzzy sugeno yang dihitung menggunakan Mean Absolute Error (MAE) dengan memperoleh 5,36 yang artinya rata-rata kesalahan mendekati nilai sebenarnya.

Budi NU, Santoso; Rahmat, Doris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bentuk kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan (suami) berisiko mengakibatkan efek psikologis bagi korban (istri/perempuan), diantaranya, mengalami peningkatan depresi, rendah diri, dan tekanan psikologis. Tingkat keparahan kekerasan fisik ini juga dapat memprediksi tingkat depresi pada korban. Rata- rata gangguan stres pasca trauma pada perempuan yang mengalami siksaan secara fisik cukup tinggi menyatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dikaitkan dengan kuantitas kejadianya, kualitas peristiwa dan perilaku negatif anggota keluarga dapat menjerumuskan kepada kehancuran dan perceraian keluarga. Efek kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya menimpa perempuan yang menjadi korban. Kekerasan tersebut juga berakibat buruk pada anak, yaitu mengganggu perkembangan Anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, mengalami masalah psikologis, emosional, perilaku, masalah sosial dan akademik. Kekerasan sering kali terjadi pada perempuan disebabkan adanya pandangan masyarakat Kata kunci:Perlindungan, Kdrt

Eka Yuninda Lutfiani; Tuti Anggarawati

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depression is one form of psychiatric disorders in nature of feeling (affective or disorder) is characterized by melancholy, lethargy, feeling of no use, and despair. A nursing action that needs to be administered to patients with depression disorder with the provision of music therapy. Music therapy is a therapy that can improve the effects of analgesics, comfort effects that can reduce depression. Musik used with dangdut music fast rhythm. The purpose of this case study illustrates the changes in depression levels before and after the dangdut music therapy performed rapidly in the space Gatot Kaca RSJD Dr. Amino Gondhohutomo. This type of research is descriptive by using case study approach method. Subyek in this case study were two patients with mild to moderate depression, 18 to 20 years og age, and like dangdut music. Analysis was done descriptively and measured using an HRS-D scale assessment. The result of analysis after the music therapy dangdut fast rhythm for 4 times on subjects I and subjects II, showed that the occurrence of decreased depression rate with subjects I score 13 (mild depression) to 6 (normal) and subjects II 16 (moderate depression) to 12 (mild depression). Recommendations for nurse may continue nursing actions to lower dep levels.