Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Margiyati, Margiyati; Bahtiar Dwi Cahyo

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Masa remaja merupakan usia rentan karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki banyak idealisme, sehingga banyak remaja mengalami kecemasan dan kegelisahan yang cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dapat menjadi stresor baru bagi remaja karena dituntut untuk beradaptasi dengan permasalahan baru yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang bermanfaat untuk relaksasi sehingga kecemasan dapat menurun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang dipakai dalam studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria remaja usia 10-19 tahun, mengalami kecemasan sedang (10-14), serta dapat mendengar dengan baik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS 42, musik klasik dan pop, serta headphone. Terapi musik dilakukan selama 20 menit dalam 6 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan setelah terapi subyek I mengalami penurunan kecemasan skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 9 (kecemasan ringan) dan Subyek II mengalami penurunan kecemasan dari skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak mengalami cemas). Tingkat kemandirian kedua subyek meningkat dari tingkat kemandirian I menjadi III. Terapi musik disimpulkan menjadi teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan direkomendasikan untuk menurunkan kecemasan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Nur Sholiha Rositayani; Samuel Sebastian Tamba

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Adolescence is a period of transition or transition due to biological and psychological growth, development, and changes. Biological changes are marked by the growth and development of primary sex, while psychological changes are characterized by changes in attitudes, feelings, and emotions. This transitional period is dubbed a period full of storms and stress, because it causes emotional upheaval, anxiety, and discomfort because the teenager is required to adapt and accept all the changes that occur. The role of nurses that can be used is to provide complementary therapies, namely a combination of aromatherapy and music therapy in reducing anxiety during online learning. The method in this study is a quasi-experimental design with a pre-post test with control group. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 60 respondents. The treatment was given in 4 sessions for 4 weeks. The treatment given is a combination of aromatherapy and music therapy. The measuring instrument used is the RCMAS anxiety instrument. The results of this study showed the effect of giving a combination of aromatherapy and music therapy on adolescent anxiety levels during online learning during the covid-19 pandemic (p <0.05). The results of the study are recommended to be able to reduce anxiety in adolescents during online learning during the covid-19 period.    

Luluk Cahyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

A common disease experienced by the elderly is hypertension. Cases of hypertension in Demak are quite high, one of them is in Mranggen village. This reality proves that many people still ignore hypertension. Because there are sufferers who feel no symptoms and there are symptoms such as headaches, weakness, fatigue, shortness of breath and blurred vision. If not treated immediately it will cause complications such as kidney failure, stroke, coronary heart disease and retinopathy. It is of course important to make efforts to control blood pressure. A combination of non-pharmacological management of deep breathing exercise and religious music is one of the efforts that can be made. The purpose of this study was to describe the administration of a combination of deep breathing exercise and religious music therapy to the blood pressure of elderly hypertensive patients. This research uses descriptive case study research with a nursing care process approach.The number of samples is 2 respondents, with the criteria of elderly clients who have hypertension, clients who do not take medication during hypertension in order to determine the effectiveness of the action, clients who can communicate well, and clients who are willing to be respondents. Deep breathing exercises and religious music are carried out once a day for 3 days in 1 week with a duration of 15 minutes. Blood pressure measurement using a sphygmomanometer and stethoscope. Blood pressure measurements were taken before and after the procedure. The results showed that the blood pressure of respondent 1 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes, the blood pressure on the first day before receiving therapy was 160/70 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure became 150/60 mm Hg. In respondent 2 before and after being given deep breathing exercise therapy and religious music for 3 consecutive days with a duration of 15 minutes the blood pressure on the first day before receiving therapy was 179/80 mmHg and after being given therapy for 3 days on the last day the blood pressure was 156/70 mmHg .

Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Merci Grisen Latuihamallo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir. Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia, tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis, aspek psikologi, aspek sosial budaya dan aspek spiritual yang berpotensi memunculkan masalah kesehatan, dimana salah satunya adalah terjadinya kecemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik rohani Kristen terhadap tingkat kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dengan desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group. Tekhnik sampling total sampling didapatkan 30 responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan sop musik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan Pada Kelompok Kontrol didapatkan nilai p-value sebesar 0,115 atau p > 0,05 menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kecemasan pada Pre Test dan Post Test Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value 0,005 ini menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney nilai rata-rata didapatkan p = 0,000 atau p < 0,05 menunjukan ada pengaruh. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh terapi musik rohani kristen terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Inakaka Provinsi Maluku.

Sari, Novita Wulan; Anggarawati, Tuti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Peningkatan usia harapan hidup pada lansia mengindikasikan terjadinya masalah berbagai kesehatan, diantaranya masalah biologis, psikologis dan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan seorang lansia lebih rentan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan tidur . Gangguan tidur yang paling sering ditemukan pada lansia adalah  insomnia. Salah satu tindakan komplementer yang dapat dilakukan perawat untuk menangani insomnia adalah dengan terapi musik gamelan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh terapi musik gamelan terhadap derajat insomnia pada lansia. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=12) dan kontrol (n=12). Bentuk intervensi berupa pemberian terapi musik gamelan sebanyak 8 kali selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan adalah KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta-Insomnia Rating Scale). Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran derajat insomnia pada kelompok intervensi memiliki mean pre test 20 (derajat ringan) dan post test 18 (tidak ada keluhan insomnia). Hasil analisis dengan uji independent t pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,002 yang artinya ada perbedaan signifikan antara pre dan post test (p<?, ?=0,05). Hasil yang berbeda diperoleh pada kelompok kontrol yaitu nilai mean pre test 22 (insomnia ringan) dan post test 22 (insomnia ringan,) nilai p=0,310 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara derajat insomniai pre dan post test (p> ?, ?=0,05). Hasil penelitian membuktikan terapi musik gamelan berpengaruh terhadap penurunan derajat insomnia pada lansia. Saran : terapi musik gamelan digunakan sebagai intervensi keperawatan pada lansia yang mengalami insomnia.