Anesta, Resqy Nongri; Effendy, Devi Savitri; Bahar, Hartati
ASI eksklusif merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa tambahan makanan maupun minuman lain sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MP-ASI) hingga usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemberian ASI eksklusif dan ASI lanjutan sampai usia 2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 6 ibu menyusui berusia 6-24 bulan, 1 bidan,1 kader dan 3 suami yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Antecedent, ibu memiliki pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI lanjutan hingga usia 2 tahun. Faktor pekerjaan memengaruhi praktik pemberian ASI, terutama pada ibu bekerja yang harus memerah dan menyimpan ASI. Dukungan keluarga, khususnya suami menjadi faktor penting dalam memberikan bantuan selama proses menyusui. Selain itu, dukungan petugas kesehatan melalui edukasi mengenai pemberian ASI ekslusif dan ASI lanjutan. Behavior, ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan ASI bersama MP-ASI. Proses menyusui dilakukan sesuai kebutuhan bayi dengan frekuensi sekitar 8–10 kali per hari dan durasi sekitar 10–15 menit setiap sesi. Namun, beberapa ibu mengalami produksi ASI yang tidak keluar sehingga beralih menggunakan susu formula. Consequence, pemberian ASI memberikan dampak positif peningkatan daya tahan tubuh bayi, serta menghemat ekonomi keluarga. Namun, ibu juga mengalami dampak negatif seperti kelelahan, puting lecet dan payudara bengkak.