Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

“Kepercayaan dan cintakasih” dua kata yang tidak terpisahkan dan sangat penting dalam tulisan-tulisan St. Theresia dari Lisieux karena mengungkapkan inti dari doktrinnya, dan seperti dua “suar” yang menerangi jalan kekudusannya. Bagi St. Theresia kepercayaan dan cintakasih memiliki hubungan yang dinamis. Kepercayaan itulah yang harus menuntun kita pada Cintakasih. Dalam bahasa St. Theresia, kepercayaan dan cintakasih juga merupakan ungkapan khusus yang menandakan harapan dan kasih. Hal ini terlihat ketika ia menafsirkan kidung pujian cintakasih Paulus (1Kor 13) sebagai pewahyuan Cintakasih di dalam hati (jantung) Gereja. Dalam tulisan-tulisannya kata “kepercayaan” itu sesungguhnya berarti harapan teologis yaitu harapan dalam Kerahiman Yesus Sang Penebus yang tak terbatas. Harapan yang pasti untuk menerima dari-Nya karunia keselamatan kekal, atau “Surga”. Inilah cakrawala harapan yang diajarkan St. Theresia dari Lisieux dalam seluruh hidup dan karyanya.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Dalam karya terkenalnya, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15, Santo Yohanes Salib mengajarkan kepada segenap umat beriman bagaimana cara memurnikan ingatan melalui Pengharapan. Itu berarti suatu pemurnian terhadap ingatan melalui kebajikan teologal pengharapan. Dalam ingatan sendiri terdiri atas tiga macam objek pengetahuan, yaitu kodrati, imajinatif, dan spiritual. Karena itu hidup dalam pengharapan berarti kelepasan atas pengenalan kodrati dan pengenalan adikodrati. Dalam pemurnian tersebut, seorang harus mengabaikan segala macam bentuk, gambar, dan fantasi supaya ia semakin bersatu dengan Allah. Pada akhirnya, hidup dalam pengharapan sebagai anak-anak Allah ialah suatu hidup dalam pengenalan rohani yang melampaui segala pengertian.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai  sebagai  realitas di  luar hidup  konkret  tetapi  nyata  dapat  dialami.  Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu  cakrawala  baru  penghayatan  iman secara  khusus  integrasi  dimensi  kodrat  dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.

Nata bura, Restia; Arnita Tulak, Sindi; Iin, Iin

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tujuan penelitian ini yaitu tentang teologi Paulus tentang makna salib. Paulus adalah satu-satunya penulis dalam Perjanjian Baru yang berulang kali menyebutkan salib dalam 1 Korintus 1:17-18; Galatia 5:11; Galatia 6:12, 14; Efesus 2:16; Filipi 2:8; Filipi 3:18 dan Kolose 1 :20; Kolose 2:14. Paulus berdasarkan 1 Korintus 1:23; 3:3,8; 1:23; 3:3,8; 2 Korintus 13:4 dan Galatia 2:20 juga berbicara tentang kematian Kristus. Bagi rasul Paulus, salib adalah yang terpenting karena itu adalah inti dari pesan Injil. Maka tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui makna salib yang sebenarnya berdasarkan teologi rasul Paulus, dan bagaimana orang Kristen saat ini memaknai salib Kristus. Kajian ini dapat memberikan kepada seluruh umat Kristiani ajaran tentang makna salib yang sebenarnya berdasarkan pemahaman teologis rasul Paulus. Adapun Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian teologis. Hasil dari penelitian ini adalah orang Kristen akan memahami makna salib dari perspektif teologi Paulus.

Keke Teguh Manik; Gifson Manik; Ririn Simanjuntak; Meli Afriani N; Herdiana Boru Hombing

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Dalam Alkitab, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah atau disebut dengan Imago Dei. Allah menciptakan manusia dan memberi kuasa kepada manusia supaya merawat dan  menjaga seluruh ciptaan-Nya. Namun, kuasa yang diberikan Allah membuat manusia merasa berhak untuk melakukan apa saja terhadap ciptaan-Nya. Dan tidak sedikit juga manusia salah memahami konsep segambar dan serupa dengan Allah yang mengaitkannya dengan kedagingan. Berdasarkan tulisan  ini penulis akan membahas penciptaan manusia segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1 : 26-28). Penulis bertujuan untuk memberi pemahaman konsep (Gambar dan Rupa) yang tidak sama dengan kedagingan dan pemahaman tentang kuasa yang diberikan Allah serta makna teologis dalam ayat tersebut.

Lauransius Lande; Thomas Ehe Tukan; Agnes Angi Dian Winey; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis untuk meningkatkan pastisipasi umat dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalu studi ini para katekis  diharapkan  dapat  menyadari  dan  menghayati  peran  mereka  sebagai seorang katekis dan menjadi contoh kehidupan menggereja. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya peran katekis dalam pelayanan pastoral di stasi yang jauh dan jarang mendapat pelayanan pastoral. partisipasi atau keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja adalah hal yang penting dalam sebuah Gereja stasi, namun kenyataannya semua kegiatan peribadatan dan kegiatan-kegiatan gerejani lainnya tidak dilaksanakan karena minimnya pengetahuan umat terhadap hal-hal demikian. Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi topik, profil informan, wawancara dengan informan, pemetaan masalah, analisis pastoral, refkleksi teologis, dan perencanaan pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran katekis untuk meningkatkan partisipasi  umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu,   masih sangat kurang, kunjungan rutin dilakukan  ketika ada mahasiswa  yang  berpraktek  pastoral.  Penyebabnya  ialah faktor pekerjaan sehingga tidak cukup waktu, kesibukan dalam keluarga, sarana prasarana transportasi, jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah dan melewati jalan perusahaan. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah merupakan salah satu stasi yang mesti mendapat perhatian khusus karena pengetahuan yang soal keagamaan yang masih rendah dan kurang mendapat pelayanan pastoral. Umat sangat membutuhkan pelayanan berupa pengajaran, pembinaan dan pelayanan berbagai peribadatan.