Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Eko Cahyono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi pada sektor domestik. Salah satu aplikasi yang berpotensi dikembangkan adalah sistem pemanas air tenaga surya yang memanfaatkan kolektor termal dengan optimasi penyerapan radiasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja sistem pemanas air tenaga surya berbasis reflektor cermin datar dan pipa tembaga ؽ inch dengan media penyimpanan Solar Cube berkapasitas 25 liter, serta mengevaluasi pengaruh variasi sudut reflektor terhadap temperatur air, energi panas, dan efisiensi kolektor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa dengan pendekatan eksperimental. Sistem diuji menggunakan variasi sudut reflektor 20°, 30°, dan 40° pada kondisi cuaca cerah dan mendung. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit pada rentang waktu 08.00–16.00 WIB dengan parameter meliputi temperatur air, kenaikan temperatur (ΔT), energi panas yang dihasilkan, dan efisiensi kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu beroperasi dengan baik dan memanfaatkan energi radiasi matahari sebagai sumber panas utama. Secara deskriptif, sudut reflektor 30° memberikan performa terbaik dengan temperatur maksimum sebesar 50,5°C dan kenaikan temperatur 21,4°C pada cuaca cerah, serta temperatur maksimum 40,8°C dan kenaikan temperatur 11,8°C pada cuaca mendung. Energi panas tertinggi mencapai 2.239.510 J dengan efisiensi kolektor sebesar 40,66% pada cuaca cerah dan 38,11% pada cuaca mendung. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan antar variasi sudut reflektor belum signifikan secara statistik (p>0,05). Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pemanas air hemat energi dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha skala kecil.

Febrian Fatahillah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Sumber energi listrik konvesional berasal dari fossil yang semakin lama semakin berkurang persediaannya dan membutuhkan jangka waktu yang lama untuk memperbaharui energi tersebut. Salah satu energi alam yang bisa dimanfaatkan energi listrik adalah cahaya matahari dengan membuat sebuah pembangkit listrik tenaga surya atau selanjutnya disebut dengan PLTS. Sebagai contoh dari pemanfaatan energi surya dilakukan oleh mahasiswa Universitas Trisakti, dalam jurnal ilmiah yang berjudul Sistem PLTS Untuk Pompa Air Irigasi Pertanian di Kota Depok membuktikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan listrik pompa air, dibutuhkan dua buah PV dengan kapasitas masing-masing sebesar 80WP. Jenis motor yang mereka gunakan adalah motor DC 60 watt. Contoh lain didapatkan dari mahasiswa Universitas Riau yang berjudul Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Pompa Air dan Penerangan Dalam Program Pengabdian Masyarakat yang membahas tentang program pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 200Wp untuk pompa air 75w di panti asuhan di kabupaten Rokan Hulu dan Program penerangan lampu jalan di Desa Simpang Petai Kabupaten Kampar di Provinsi Riau menggunakan lampu LED 10 watt. Kedua jurnal di atas masing masing menggunakan PLTS untuk menghidupkan sebuah motor pompa, namun pada tugas akhir ini akan dibuatkan sebuah rancang bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya 200WP diujikan menggunakan sebuah beban berupa motor 1Ø 125w. 

M Fauzan Deyhan; Sariman, Sariman

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu cara paling umum untuk mengontrol kecepatan adalah dengan menggunakan sensor enkoder Data yang dihasilkan akan ditampilkan di komputer atau laptop Anda. Saya tahu pengamatan mereka. Semakin banyak motor memiliki biaya perawatan yang lebih rendah selain efisiensi, torsi, kecepatan dan variabilitas. motor DC ini memiliki proses pergantian yang lebih cepat dan biaya perawatan yang lebih rendah, yang menyebabkan sikat menjadi percikan api dan cepat menjadi rusak. Rotor terbuat dari kumparan dan diinduksi oleh medan magnet berputar stator, yang menyebabkan arus listrik di rotor. Kecepatan putaran rotor jauh lebih lambat daripada kecepatan putaran medan magnet stator. Akibatnya motor induksi cenderung kurang efisien dibandingkan motor DC kecepatan tinggi, bisa fluktuatif, dan biaya perawatannya lebih rendah, sehingga digunakan motor DC brushless atau biasa dikenal dengan motor BLDC.