SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 134

Analytics

Febbi Pratiwi; Maulani Maulani; Dasuki Dasuki

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hypertension is a non-communicable disease often referred to as a silent killer because it generally does not present noticeable symptoms. Several risk factors contribute to the development of hypertension, including high body mass index (BMI) and low levels of physical activity. However, data regarding the association between BMI, physical activity, and hypertension at Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City, remain limited. Therefore, this study aimed to determine the relationship between body mass index and physical activity with hypertension among adults at Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted at Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City, from November 19 to December 6, 2025. The study population consisted of all adult patients with hypertension at Pakuan Baru Public Health Center, totaling 2,797 individuals. A sample of 93 respondents was selected using an accidental sampling technique. Data were collected using observation sheets through measurements of height and weight to calculate BMI, as well as the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the chi-square statistical test. The univariate analysis showed that 27 respondents (29.0%) were classified as severely obese, 42 respondents (45.2%) had a low level of physical activity, and 28 respondents (30.1%) were categorized as having stage 2 hypertension at Pakuan Baru Public Health Center, Jambi City. The bivariate analysis revealed a significant relationship between body mass index and physical activity with blood pressure among patients with hypertension (p = 0.000). It is expected that healthcare providers at Pakuan Baru Public Health Center will continue to provide education regarding the importance of controlling body mass index and engaging in regular physical activity, as these factors contribute to increased blood pressure among patients with hypertension.

Mu’thiya Hasymah; Madyo Maryoto

Journal of Educational Innovation and Public Health 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hypertension is a major public health concern with a high prevalence and a significant risk of complications if left uncontrolled. Effective management requires not only pharmacological treatment but also non-pharmacological approaches and active family involvement. One potential non-pharmacological therapy is the use of celery (Apium graveolens), which is believed to lower blood pressure. This study aimed to evaluate the effectiveness of family education combined with celery decoction administration in reducing blood pressure among patients with hypertension. A descriptive case study design was employed using a family nursing care approach over three home visits, each lasting 30–45 minutes. The intervention included health education on hypertension and a demonstration of how to prepare and administer celery decoction, which was consumed twice daily. Data were collected through interviews, observation, and blood pressure measurements. The results showed a reduction in blood pressure from 159/90 mmHg to 130/80 mmHg, along with a decrease in symptoms such as headaches and dizziness. In addition, there was an improvement in family knowledge, caregiving skills, and the ability to modify the home environment. In conclusion, family-based education combined with the administration of celery decoction appears to be effective in reducing blood pressure and enhancing the family’s role in managing hypertension.

Siska Asmita Sari; Elison Intropeksi Gowasa; Fatma Ingtyas Tresno; Laurena Ginting

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2025 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The development of digital technology has changed the communication and social interaction patterns of students, especially female students. Social media not only functions as a means of self-expression, but also has the potential to increase social pressure due to exposure to beauty standards and social validation. This study aims to analyze the influence of personality and social media usage on the level of social pressure among female culinary arts students at Medan State University. The approach used was quantitative with a survey method of 170 respondents, and the data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that personality (β = 0.314, p < 0.001) and social media usage (β = 0.630, p < 0.001) significantly influenced social pressure. Social media factors were more dominant predictors than personality. These findings emphasize the importance of strengthening digital literacy and increasing self-confidence to minimize social pressure among female students in the technological era.

Rayanti, Rosiana Eva; Natalia, Theresia Destin; Noya, Wilda Pascalia; Natawirarindry, Catherine; Yanto, Oliviani +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi strategi dalam menurunkan risiko PTM pada berbagai kelompok usia. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi faktor risiko PTM melalui pengukuran kadar asam urat, kolesterol, glukosa darah, tekanan darah, serta pengukuran antropometrik (berat badan dan tinggi badan). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan, Jawa Tengah pada bulan Juli-September 2024. Pemeriksaan dilakukan terhadap tekanan darah, kadar glukosa, asam urat, kolesterol, berat, dan tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan risiko PTM pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Hasil: Sebanyak 70 warga mengikuti pemeriksaan, terdiri atas 59% usia lanjut dan 41% usia produktif, dengan mayoritas perempuan (90%). Sebagian besar kadar asam urat dan glukosa normal, namun ditemukan kolesterol tinggi pada usia produktif (45%) dan lanjut usia (67%), serta hipertensi pada kedua kelompok (66% dan 59%). Kesimpulan: Kegiatan kolaboratif antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta mengungkap potensi risiko hipertensi dan kolesterol tinggi. Sinergi ini menegaskan kebutuhan penguatan kader dan keberlanjutan Posbindu dalam deteksi dini dan pencegahan PTM di pedesaan.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).

Leiwakabessy, Jusuf; Huwae, Laura Bianca Sylvia; Tentua, Vebiyanti; Febriani, Reka; Bastian, Gustino Anjelo +2 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Blood pressure is the pressure exerted by blood pumped by the heart against the walls of the arteries. Abnormalities in blood pressure can take the form of high blood pressure or hypertension and low blood pressure or hypotension. Hypertension is a non-communicable disease that is one of the risk factors for cardiovascular disease, and sufferers often do not show any symptoms. This community service activity aimed to examine the results of blood pressure measurements among inmates at the Class IIB Detention Center in Masohi City. This study used a descriptive observational design with a cross-sectional approach. There were 95 inmates who participated in this activity. Data analysis was conducted using quantitative descriptive methods to describe the blood pressure measurement results based on demographic data such as age, gender, education level, occupation, height, and weight. The results showed that most respondents were in the 20-30 age range (44.2%) and male (91.6%). The level of education shows that most respondents only completed high school (54.7%) and the majority worked as farmers (30.5%). Anthropometric characteristics in terms of height show that most respondents were between 140-160 cm (47.4%) and weighed between 51-60 kg (43.2%). The distribution of blood pressure shows that most respondents are in the pre-hypertension (40%), normal (29.5%), grade 1 hypertension (17.9%), and grade 2 hypertension (10.5%). Therefore, routine blood pressure checks need to be carried out so that inmates in detention centers can avoid hypertension, which can be a risk factor for cardiovascular disease.

Yosian Bagas Mahendra Febriansyah; Arif Rahman Saleh; Sigit Mujiarto

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Salah satu bentuk pengolahan limbah menjadi energi yang berasal dari limbah padat perkotaan adalah sampah bahan bakar turunan atau Refuse Derived Fuel (RDF). Terdapat berbagai teknologi pengeringan yang biasanya digunakan untuk pengeringan RDF. Contoh penerapannya adalah oil tube rotary dryer sebagai alternatif dari steam tube rotary dryer karena sejumlah alasan utama. Pertama, penggunaan oil engine sebagai material penghantar panas tidak membutuhkan tekanan tinggi seperti pada steam tube rotary dryer sehingga komposisi desain yang tidak serumit steam tube rotary dryer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perancangan dan analisis kekuatan struktur mesin oil tube rotary dryer yang dilakukan melalui software Solidworks. Cara kerja mesin dimulai dari pemanasan thermal oil di unit pemanas hingga mencapai suhu operasi yang diinginkan. Oil panas kemudian disirkulasikan secara tertutup ke dalam tube di dalam drum pengering. Pada saat yang sama, RDF dengan kadar air awal 55% dimasukkan melalui inlet housing ke dalam shell. Suhu yang bekerja pada oil untuk memanaskan sekitar 150°C, jumlah total tube 65 buah berdiameter 1,25 inch, dan panjang pipa 10 m yang tersusun di dalam shell. Hasil analisis struktur mesin oil tube rotary dryer berdasarkan simulasi didapatkan stress (von mises) dengan nilai tertinggi 9,371 × 108 N/m^2. Sedangkan nilai terendah 9,628 × 103 N/m^2. Nilai tertinggi dari hasil simulasi tersebut terjadi pada sudut tajam bagian support roller yang tidak terdapat kontak, sehingga hal ini dapat diabaikan karena merupakan stress singularity. Hasil simulasi displacement  dengan  nilai tertinggi 1,026 × 101 N/m^2. Sedangkan nilai terendah 1,000 × 10-30 N/m^2. Nilai tertinggi dari hasil simulasi tersebut merupakan penerapan dari gaya centrifugal yang terjadi pada drum/shell rotary. Hasil simulasi Safety factor yaitu mengacu pada rata-rata probe result adalah 2,3. Sehingga dari hasil simula

Guntur Susanto; Ita Apriliyani; Mariah Ulfah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hypertension is a condition in which systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and diastolic pressure exceeds 90 mmHg persistently. Uncontrolled high blood pressure can cause disorders in the circulatory system and vital organs such as the heart and brain. One non-pharmacological effort to lower blood pressure in hypertensive patients is through deep breathing relaxation exercises, performed twice a day for ten minutes. RSU Siaga Medika Purbalingga, located in Padamara District, has recorded the highest number of hypertension cases in the area, totaling 4,470 patients. Based on a preliminary survey, many hypertensive patients were unaware of the benefits of deep breathing relaxation therapy; therefore, a Community Service (PkM) activity was conducted in the hospital’s Internal Medicine Clinic. The method involved educational sessions using lectures and demonstrations, supported by leaflets and videos. Participants’ knowledge was evaluated using pretest and posttest questionnaires. The results showed that most respondents were female (60%) and aged between 46–55 years (40%). Knowledge levels significantly improved, from the “low” category (40%) before education to the “good” category (90%) after education. Thus, deep breathing relaxation therapy has the potential to be an effective alternative method to help reduce blood pressure in patients with hypertension.

Erika Apriliani

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal . Manajemen perawatan diri (self-care management) menjadi faktor penting dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi . Self-care management mencakup regulasi diri, kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan tekanan darah, serta interaksi dengan tenaga medis . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 159 pasien hipertensi yang berobat di RS Islam Sultan Agung Semarang. Dari analisis univariat, mayoritas responden berada dalam rentang usia 45-59 tahun, berpendidikan terakhir SD, bekerja sebagai wiraswasta, serta memiliki tekanan darah tinggi selama rata-rata 3 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah sistolik (p = 0,035) serta tekanan darah diastolik (p = 0,041) . Kesimpulannya terdapat hubungan antara self-care management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi . Dengan meningkatkan self-care management, pasien dapat mengelola tekanan darah secara lebih efektif.

Regina Olivia Simanjuntak; Murni Sari Dewi Simanullang

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Stroke adalah penyebab kematian nomor dua dan penyebab kecacatan di seluruh dunia. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah stroke pada penderita hipertensi adalah dengan menemukan dan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran faktor risiko dan tingkat risiko stroke berdasarkan stroke risk score card pada penderita hipertensi di klinik romana tanjung anom tahun 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan bersifat deskriptif . Metode pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan  sampel yang digunakan accidental sampling dengan jumlah responden penderita hipertensi sebanyak 98 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stroke Risk Score Card. Hasil penelitian lebih dari setengah penderita hipertensi memiliki tingkat risiko stroke rendah 57 orang (58,2%). Faktor risiko stroke yang dimiliki penderita hipertensi berurutan dari faktor risiko terbanyak yaitu tekanan darah tinggi 66 orang (67,3%), pemalas / tidak pernah olahraga 56 orang (57,1%), hiperkolestrolemia 30 orang (30,6%), Overweight 30 orang (30,6%), atrial fibrilasi tidak teratur 11 orang (11,2%), perokok 9 orang (9,2%), riwayat diabetes mellitus 6 orang (6,1%), dan riwayat stroke dalam keluarga 5 orang (5,1%). Sebagian besar penderita hipertensi memiliki risiko rendah terkena stroke. Pencegahan primer merupakan upaya penting untuk mencegah stroke, sehingga dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

Amalia, Rizki Amalia; Sukesih; Rusnoto

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan akan menderita hipertensi pada tahun 2025, yang berarti peningkatan dari sekitar 1 miliar orang menjadi 1,5 miliar orang. Hipertensi disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup seperti konsumsi garam tinggi, obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, dan stres, serta faktor medis seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, dan sleep apnea. Penelitian ini bertujuan untuk membutikan secara signifikan efektivitas konsumsi black garlic terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional dengan pendekatan pre-test post-test with control grup untuk membandingkan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 1 kali sehari dengan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 2 kali sehari. Diketahui perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa konsumsi black garlic dua kali sehari secara statistik lebih efektif dibandingkan satu kali sehari, baik untuk tekanan darah sistolik (p = 0,001) maupun diastolik (p = 0,010).

Feronika, Fadia; Feronika, Fadia; Ariesanto Ramdhan, Nur; Mohamad Herdian Bhakti, Raden

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus bertambah setiap tahunnya, termasuk di wilayah Puskesmas Brebes. Banyaknya pasien dengan kondisi klinis yang beragam mendorong perlunya suatu metode untuk mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means dalam proses pengelompokan pasien Diabetes Mellitus dengan menggunakan beberapa parameter klinis, yaitu Gula Darah Puasa (GDP), kadar HbA1c, Kolesterol Total (CHOL), serta tekanan darah sistolik dan diastolik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode data mining berbasis algoritma K-Means. Data yang digunakan diperoleh dari rekam medis Puskesmas Brebes. Proses klasterisasi menghasilkan tiga kelompok, yaitu kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu melakukan pengelompokan data pasien secara akurat sesuai tingkat keparahan. Hasil tersebut kemudian divisualisasikan melalui sistem berbasis web yang bertujuan untuk mempermudah pihak puskesmas dalam menganalisis kondisi pasien serta mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih efektif.

Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.

Dzaky Mirza Pradana; Widjanarko Widjanarko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This study aims to evaluate and optimize the effects of vacuum pressure and drying time on moisture content in the freeze drying process. Freeze drying was selected due to its ability to preserve the quality of food products by removing moisture through sublimation under low vacuum conditions. The vacuum pressure variables applied in this study were -62.8 cmHg, -64 cmHg, -67 cmHg, -70 cmHg, and -71.2 cmHg, while the drying times were varied at 8.2 hours, 9 hours, 11 hours, 13 hours, and 13.8 hours. Response Surface Methodology (RSM) with a Central Composite Design (CCD) was employed to analyze the individual effects and interactions of the two factors on final product moisture content. The results showed that both vacuum pressure and drying time significantly influenced moisture reduction, while their interaction effect was statistically insignificant. The optimum conditions were achieved at a vacuum pressure of -70.5 cmHg and a drying time of 12.6 hours, meeting the moisture content requirements based on SNI 8273:2023 standards. These findings are expected to serve as a practical reference for determining optimal operating parameters in freeze drying processes to improve efficiency and product quality.

Arrediaz Bhakti Inusantara; Purwoko Purwoko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The braking system is a crucial component that affects driving safety on motor vehicles, especially motorcycles. The purpose of this study was to determine how brake fluid viscosity and brake fluid pressure affect braking distance. Brake fluids A (12,001 cSt), B (11,120 cSt), and C (10,958 cSt) are three types of brake fluids that vary, along with brake fluid pressure, which ranges from 1.5 to 4.5 bar. A 7 mm bolt that is 70 mm long and drilled into the brake lever is used to limit the pressure. Based on the results of the study, braking distance is affected by fluid pressure and viscosity. With the same fluid pressure of 4.5 bar, brake fluid A is able to brake at the farthest distance of 25.01 meters, brake fluid B is able to brake at the middle distance of 23.12 meters, and brake fluid C is able to brake at the shortest distance of 21.79 meters.

Tuti Anggarawati; Yuni Astuti; Nanang Khosim Azhari

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

KDRT atau domestic violence merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal. Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal, dimana pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan, kakek terhadap cucu. Dampak bagi korban adalah mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, merasa tidak berdaya, merasa ketergantungan pada suami meski telah disiksa, stres pascatrauma, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri.  Pengabdian Masyarakat ini berupa edukasi kepada warga terutama kader Kesehatan tentang KDRT dan dampaknya serta upaya pencegahan dan deteksi dini KDRT di lingkungan keluarga. Kader juga harus mengsosialisasikan upaya pemerintah dalam mengatasi kasus KDRT. Kegiatan edukasi ini membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi warga, dan keluarga dalam penangganan terhadap kasus KDRT serta dampaknya.

Irwan Suriaman; Sendi Ariyandi; Wawan Wawan; Ariyandi Ariyandi; Uus Supriatna

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This research was conducted to analyze the performance of the extruder machine on the production quantity and quality of bricks. Analysis shows that the engine transmission uses a type B belt with a belt circumference of 1063.622 mm, so the v belt used by the motorbike has a nominal belt number of 41 inches. From the results of the linear regression of red bricks before being burned with a correlation value of 98.7%, it can be categorized as very strong. The linear regression for red bricks before burning is 0.10 while alpha < 0.05 so it can be concluded that there is no significant influence on variables X and Y. The linear regression for red bricks after burning is 0.07 while alpha < 0.05 so It can be concluded that there is no significant influence on variables X and Y.

Taufik Dwi Putra; Widjanarko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Many fishery products come from fishing and cultivation, saltwater and freshwater fisheries, so a preservation process is needed to maintain the condition of the fish so that it remains good when marketed. In addition, it can increase the economic value of fish. In the Indonesian fisheries industry, various types of preservation, including freeze drying, are drying processes using vacuum pressure and cold temperatures. The freeze-drying process utilizes the phased nature of water to convert solid (frozen) forms into water vapor (gas) at a certain pressure and temperature. The vacuum pressure used ranges from -60.3 cmHg to -71.6 cmHg, and the mass of the fish ranges from 94 grams to 136 grams. The type of research is quantitative and uses experimental methods. The result is in the form of a remaining moisture content percentage of 40% in dried fish according to SNI standard No. 827300:2023. The Respone Surface Methodology (RSM) was used to process the data in this study. From the study, the best value of vacuum pressure was -66 cmHg and mass 102.5417 with a final result of 40%.

Muslimin, Ikhwanul

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background: Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases in society. One of the risk factors for hypertension is coffee consumption which is characterized by the emergence of many outlets or coffee shops and is influenced by massive cultural shifts. Objectives: Writing this literature review aims to determine the effect of coffee consumption on increasing blood pressure based on the results of previous studies. Methods: In the preparation of this article using the literature review method from searching articles through electronic databases published in the last 10 years. Results: From the results of the literature review conducted, it shows that there are two conditions where coffee consumption can have an effect on increasing blood pressure and coffee consumption has no effect on increasing blood pressure. Conclusion: Coffee consumption can have an effect on increasing blood pressure due to the presence of caffeine which has antagonistic properties against endogenous adenosine and can stimulate sympathetic nerves. However, coffee also contains micronutrient compounds to provide protective effects against hypertension, such as polyphenols, magnesium, potassium, niacin, and vitamin E. Further research using experimental methods so that clear evidence is obtained from previous studies.